Silsilah Yesus Kristus, 30 November 2025

Silsilah Yesus Kristus

Mat. 1:1-17

Pdt. Nathanael Marvin, M. Th

Bapak, Ibu, Saudara sekalian, ketika kita merenungkan pembacaan dari silsilah dari Yesus Kristus sendiri, ini menunjukkan bahwa manusia adalah manusia yang mencatat. Manusia kenapa mencatat? Karena manusia menganggap apa yang dia catat itu adalah hal yang penting dan manusia sendiri bisa melupakan hal-hal yang penting. Karena manusia terbatas, manusia itu lemah, manusia bisa melupakan hal-hal yang penting, maka dia catat hal-hal yang penting. Inilah kenapa kita ketika membaca Matius 1:1-17, di situ kita nggak bisa menghafal semuanya. Apa yang kita baca kita bisa lupa dalam sekejap. Ketika kita sudah baca, kita lupa apa yang kita baca. Tapi ketika kita membaca sesuatu catatan dari orang lain tentang sesuatu yang begitu penting, kita bisa menemukan garis besarnya, “Oh, ternyata ada nama, nama yang begitu banyak yang kita baca barusan.” “Oh, ini bicara soal bagaimana seorang laki-laki kemudian memiliki keturunan, keturunan, keturunan.” Dan ini menjelaskan tentang bagaimana adanya manusia di dalam dunia ini. Itulah gunanya silsilah. Dan ketika kita merenungkan bahwa banyak pencatatan sejarah, dan sejarah manusia itu mencatat tentang keberadaan manusia dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan manusia, kita bisa menyadari bahwa manusia itu penting sekali. Manusia menganggap dirinya penting, maka dia mencatat sesuatu. Dan betul ini sesuai dengan perspektif Tuhan sendiri bahwa Allah menganggap manusia itu sangat penting. Itulah kenapa Allah menuliskan Alkitab. Supaya kita bisa mempelajari tentang kehidupan manusia, tetapi setelah kita mengenal kehidupan manusia atau siapa manusia itu sendiri, pada akhirnya kita bisa mengenal siapakah Allah. Itu jauh lebih penting, dari pada kita mengenal siapa manusia.

Tetapi di dalam bagian ini kita bisa merenungkan siapakah manusia itu? Sebenarnya apa itu manusia? Bahkan anak kecil pun tidak terlalu memikirkan pertanyaan ini. Apa sih, manusia itu? Manusia dinamakan manusia itu kenapa? Siapakah manusia itu? Di Alkitab sudah jelas diceritakan bahwa manusia adalah ciptaan dari Tuhan sendiri. Ciptaan yang spesial, ciptaan yang berbeda dengan ciptaan-ciptaan yang lain. Ketika Alkitab atau firman Tuhan menjelaskan tentang penciptaan dunia ini, Tuhan mengatakan dengan firman-Nya, dengan kuasa dari firman-Nya jadilah terang, jadilah cakrawala maka terang itu jadi, cakrawala itu jadi. Lalu Allah memerintahkan hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, berbiji, segala jenis pohon, buah-buahan. Maka semua ikut kepada Firman Tuhan yang berkuasa. Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk hidup maka jadilah ikan-ikan. Hendaklah burung beterbangan melintasi cakrawala, maka burung-burung itu juga ada. Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar, maka semuanya itu jadi dengan kuasa dari Firman Tuhan sendiri dari yang tidak ada menjadi ada. Dari yang betul-betul nggak ada sejarahnya, tidak ada titik awalnya, tidak ada signifikansinya menjadi ada. Inilah penciptaan dari Allah kita. Allah menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada.

Dan ketika Tuhan menciptakan yang dari tidak ada menjadi ada, itu berarti penting di mata Tuhan sampai Tuhan mau menciptakan segala ciptaan-Nya. Dan ketika Tuhan menciptakan manusia, Bapak, Ibu, Saudara sekalian, Allah Tritunggal berkata, “Baiklah kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa kita supaya mereka berkuasa atas makhluk ciptaan yang lain.” Di sini ada komunikasi antara Pribadi Allah. Tiga Pribadi Allah berkomunikasi dan setuju mengatakan bahwa baiklah Kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Kita. Gambar dan rupa tiga Pribadi yang dinyatakan di dalam Firman Tuhan. Kita ini mirip Bapa. Kita ini mirip Yesus Kristus, kita ini mirip Roh kudus. Kita ini bersumber dari Allah sendiri. Ini berarti apa? Kita berbeda dengan hewan, kita berbeda dengan tumbuhan. Hewan, tumbuhan, benda-benda mati, benda-benda penerang, planet-planet, bintang-bintang, itu tidak diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Meskipun Allah menciptakan mereka semua, tetapi mereka semua tidak serupa dan segambar dengan Allah sendiri. Maka manusia adalah manusia ciptaan Tuhan yang berbeda bukan saja dari Firman Tuhan tetapi ada pekerjaan Allah yang khusus yang Tuhan nyatakan di dalam penciptaan.

Kita diciptakan dengan dua unsur dari Tuhan sendiri, yaitu ketika Adam diciptakan dari debu dan tanah, ada unsur yang sudah Tuhan ciptakan, materi. Kemudian debu dan tanah itu dibentuk oleh Tuhan kemudian di hembuskan nafas hidup oleh Tuhan. Tuhan memberikan roh kehidupan kepada debu dan tanah yang sudah dibentuk oleh Allah. Sehingga itulah manusia. Manusia terdiri dari dua aspek saja, jasmani, rohani, materi, non materi, tubuh, dan roh. Inilah manusia. Sedangkan yang lain bagaimana? Hewan maupun tumbuhan bagaimana? Alkitab tidak mengatakan bahwa Allah menghembuskan nafas-Nya kepada hewan maupun tumbuhan meskipun mereka sendiri tetap ada unsur yang tidak terlihat baik hewan maupun tumbuhan. Tapi itu bukan seperti manusia. Kalau kita mau gambarkan ada rohnya nggak? Kita bisa katakan ada rohnya tetapi bukan seperti roh manusia dan bukan seperti Roh Allah sendiri. Itu roh yang jauh lebih rendah daripada manusia. Karena mereka juga adalah makhluk hidup. Nah, manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling unik dan ciptaan Tuhan yang paling berharga di mata Tuhan.

Maka Bapak, Ibu, Saudara sekalian, kita tidak boleh menghina manusia, kita tidak boleh merendahkan sesama dan kita boleh menegur manusia dalam arti karena dia menghina Tuhan. Karena keberdosaannya kita boleh, tegur, kita boleh nasihati. Kita bahkan boleh kurang lebih ya, menghina mereka karena dosa-dosa mereka. Sudah dibaikin Tuhan, sudah diciptakan Tuhan dengan begitu mulia, kenapa berdosa? Begitu jahat begitu rendah. Tetapi pada dasarnya semua jiwa semua  manusia itu berharga di mata Tuhan. Dan itulah tugas orang Kristen untuk menyatakan cinta kasih Tuhan dan keberhargaan dari manusia itu sendiri.

Nah Bapak, Ibu, sekalian, ketika kita merenungkan berita-berita hari ini, begitu banyak kejadian yang mengerikan menakutkan karena itu terjadi pada manusia. Bagaimana ada banjir bandang, di Sumatera. Bagaimana ada kebakaran di Hongkong. Kalau itu terjadi pada hewan dan tumbuhan kita rasa nggak masalah lah. Ya mungkin kita akan takut kalau mengancam jiwa manusia. Tetapi ini terjadi pada manusia, manusia yang tenggelam, manusia yang terbakar. Kita menjadi gundah gulana. Nah ini adalah tanda-tanda dari akhir zaman. Dan bagaimana manusia, sekalipun manusia begitu berharga, sekalipun kita begitu menjaga kehidupan, tetap pada akhirnya kita ini adalah manusia yang lemah, terbatas, dan bisa mati. Tanpa Tuhan kita tidak bisa hidup. Nah karena Tuhan juga mengizinkan seseorang meninggal dunia, maka terjadilah hal-hal yang demikian.

Kalau kita lihat, Bapak, Ibu, Saudara sekalian ya, di daerah-daerah miskin, daerah-daerah kumuh, atau di Jakarta sendiri, ada berita bahwa masih ada orang yang tinggal di bawah kolong jembatan. Ada sepasang suami istri, bukan tinggal di rumah, bukan tinggal di tempat yang ada tempat berteduh teras yang baik, jadi ini di kolong jembatan yang kotor bersama dengan orang lain, ya ada lansia, satu orang lainnya, tinggal di kolong jembatan. Karena apa? Karena kesulitan ekonomi, kesulitan relasi, tidak ada yang menolong mereka. Kemudian kalau kita ingat ya, di Kalkuta India, itu juga merupakan suatu kota yang begitu miskin begitu kumuh, orang mencuci pakaiannya di selokan yang banyak sampahnya, yang begitu bau begitu kotor, begitu banyak penyakit dan ada juga satu keluarga yang tinggalnya di pinggir jalan, yang ada temboknya. Barang-barang mereka juga di situ semua. Tidur di situ, dan mereka nggak punya apa-apa.

Sebenarnya apa sih manusia itu? Bagaimana kehidupan manusia bahkan mungkin bisa dikalahkan oleh binatang peliharaan yang menghabiskan budget sebulan paling 5 juta. Binatang peliharaan, anjing, kucing, hidupnya jauh lebih enak daripada manusia yang begitu miskin dan menderita. Bapak, Ibu, Saudara sekalian, bagaimana kita melihat dunia yang penuh dengan bencana, sengsara, kemiskinan dan kelaparan? Di situ kita bisa tahu bahwa ini adalah efek dari dosa yang begitu besar. Dosa membawa kepada sengsara, dosa membawa kepada penderitaan. Dari situ kita bisa belajar, kita sebagai seseorang yang jauh lebih cukup dibandingkan orang-orang yang hidupnya menderita,  seperti binatang lebih rendah daripada binatang, kita harus sadar bahwa kita pun punya tugas untuk mendoakan dan mengasihi mereka. Berbuat baik kepada mereka.

Kita bersyukur bahwa di dalam doa syafaat barusan kita boleh mendoakan pemerintah. Karena pemerintah itu memang menyandang pedang, memiliki kuasa otoritas untuk mengatur masyarakat dan lewat pemerintah yang adalah wakil Tuhan, tapi juga pemerintah yang punya hati yang takut akan Tuhan, setidaknya bisa memberikan kelegaan, kenyamanan, kepada orang-orang yang begitu terjebak ke dalam efek dosa, kemiskinan ataupun kesalahan-kesalahan mereka sendiri dan penderitaan dari orang lain.

Orang-orang yang begitu mengalami kesulitan, homeless, menjadi orang yang miskin, tidak serta-merta karena kebodohan mereka. Itu karena situasi dan kondisi yang demikian, dan mereka pun ada kesulitannya sendiri. Maka sangat penting ya Bapak, Ibu, Saudara, di momen Natal ini kita melihat silsilah Yesus Kristus. Silsilah Yesus Kristus itu hanya berasal dari orang yang kaya saja, orang yang saleh, orang yang benar saja, tidak kan. Kita baca, ada pembunuh, baca, ada pezinah, kita baca ada orang sundal, kita baca ada orang yang sombong, kita baca ada orang saleh, baca ada orang yang benar dan baik, itu silsilah Yesus Kristus. Pencatatan oleh Rasul Matius, inilah realita manusia, inilah kehidupan manusia. Sejarah akan terus berlangsung. Kita akan terus memiliki keturunan. Keturunan itu akan jadi besar. Kita akan mati meninggalkan apa? Manusia harus meninggalkan apa ketika meninggalkan dunia? Itu yang harus kita pikirkan. Sebagai manusia kita harus berani menjalani kehidupan, tetapi juga harus berani menghadapi kematian. Kita menghabiskan dengan apa? Ketika kita melihat sejarah, Tuhan baru mengatakan, realitas manusia itu seperti ini. Ada realitas yang begitu berdosa, tetapi ada realitas yang berkenan di hati Tuhan.

Ketika kita melihat Alkitab, ternyata Alkitab mencatat begitu banyak hal penting mengenai manusia. Yaitu setidaknya, ketika kita melihat keunikan penciptaan manusia, kita sudah pelajari ya, kalau kita bergereja di Gereja Reformed, kita tahu bahwa penciptaan manusia itu, yang dilakukan oleh Tuhan bukan hanya ada satu bentuk penciptaan saja, penciptaan manusia, tetapi setidaknya penciptaan manusia yang Tuhan katakan di dalam sejarah kehidupan manusia di dalam bumi ini, ada empat bentuk penciptaan manusia. Yang pertama tadi Adam, debu dan tanah dan nafas hidup dari Tuhan, tanpa pria, tanpa wanita. Tapi dari dunia yang sudah Tuhan ciptakan tanah dan juga dari nafas Tuhan sendiri. Itu penciptaan manusia yang pertama. Penciptaan manusia bentuk kedua adalah bagaimana Tuhan menidurkan Adam, membedah tubuh Adam, mengambil tulang rusuk Adam, satu tulang rusuk. Kemudian Tuhan membentuk Hawa, wanita ya, dengan pria tanpa wanita. Adam tanpa pria tanpa wanita, Hawa itu dengan pria dengan unsur yang ada di dalam diri pria itu wanita ya. Terus kemudian tanpa wanita itu diciptakanlah Hawa. Lalu proses penciptaan bentuk ketiga adalah bagaimana pada akhirnya Tuhan menambah jumlah umat manusia, menambah roh manusia dari yang tidak ada jadi ada lewat proses kelahiran.

Ya kita ini semua dilahirkan, tidak ada yang seperti Adam dan Hawa kan saat ini ya. Semua dilahirkan oleh orang tua kita lewat sel pria maupun sel wanita. Nah ini adalah penciptaan bentuk ketiga, bagaimana Tuhan memakai laki-laki dan perempuan akhirnya bisa menghasilkan keturunan. Semua ini dicatat oleh Tuhan, penting – penting supaya kita sadar kita ini dari mana, manusia itu apa. Lalu yang keempat yang menjadi sebuah kita bayangkan ya, sebuah seperti meriset atau membenarkan seluruh kehidupan manusia yang berdosa yaitu adalah bagaimana Tuhan menjadi manusia. Mengapa Allah jadi manusia? Manusia itu apa sih? Manusia ciptaan kan? Mengapa Allah mau menjadi ciptaan? Mengapa Pencipta mau menjadi ciptaan? Bagaimana Allah menjadi manusia? Yaitu ketika Allah bukan menjadi manusia lalu meninggalkan sifat Allahnya, tetapi Allah mengambil natur manusia untuk hidup-Nya sendiri, itulah Yesus Kristus ya. Natal, Yesus dikandung oleh Roh Kudus tapi lahir dari anak dara Maria. Kelahiran Yesus Kristus tanpa pria tetapi dengan wanita.

Nah inilah empat bentuk jenis penciptaan manusia yang diceritakan oleh Alkitab. Alkitab mencatat berarti ini sangat penting, kita perlu memahami hal ini. Awal mula laki-laki ada itu bagaimana? Dia duluan ada dibandingkan perempuan. Lalu perempuan itu asalnya dari mana? Ternyata dari laki-laki. Ada satu unsur saling mengasihi, saling mendampingi satu dengan yang lainnya di dalam relasi suami istri. Dan kemudian bagaimana proses kelahiran itu muncul bertambah banyak manusia. Itu pun penopangan Tuhan yang begitu besar. Dan akhirnya ketika manusia sudah jatuh dalam dosa, Tuhan mengulang kembali kehidupan manusia. Karena Adam sudah gagal, jatuh dalam dosa, Tuhan ulang dengan cara yang supranatural, ajaib dan natural juga Tuhan menjadi manusia di dalam Yesus Kristus. Untuk apa? Untuk membereskan dosa Adam yang gagal. Yesus hidup sebagai manusia dan dia taat sepenuhnya kepada Bapa dan Dia mengorbankan hidup-Nya supaya manusia boleh selamat. Inilah empat jenis bentuk penciptaan manusia. Ini bukanlah hal yang sederhana, bukan yang kompleks ya. bukanlah hal yang mudah dimengerti. Ada unsur yang supranatural, ada unsur yang natural.

Maka hanya orang bodoh yang mengatakan semuanya tuh natural. Kalau para scientist mengatakan “Manusia ya manusia begini ya. Semua tuh prosesnya logika dari kelahiran.” Kita pun tidak tahu bagaimana sel laki-laki dan sel perempuan bertemu, bisa jadi anak itu seperti apa ya. Kita pun tahu bahwa hidup kita itu bukan dari natural-natural melulu, bukan dari unsur yang ada di dalam dunia ini. Kita ini dari Tuhan, maka kita harus percaya juga supranatural. Nah inilah kelemahan kekristenan yang liberal, kekristenan yang pakai rasio saja. Mereka melupakan semua hal supranatural yang Tuhan kerjakan di dalam dunia ini. Dan akhirnya pikir yang natural semua, pikir yang berdasarkan logika saja. Kalau masuk akal baru dipercaya, kalau nggak masuk otak nggak usah dipercaya. Tapi ketika kita mengenal diri kita sebagai manusia, ada tangan Tuhan bekerja di dalam kehidupan kita. Ada empat cara bagaimana Tuhan menunjukkan diri-Nya itu adalah Pencipta yang begitu agung dan begitu besar, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ini menunjukkan bahwa manusia itu berharga, manusia memiliki peran yang begitu penting di dalam kehidupan ciptaan ini. Dan hanya manusia yang diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan, yaitu perbedaannya adalah memiliki akal budi. Manusia punya akal budi, manusia mengingat sesuatu, kemudian mengenal sesuatu dan mencatat sesuatu ciptaan dari Tuhan sendiri. Ya Tuhan mewahyukan Diri-Nya kepada manusia, manusia belajar mencatat. Maka pada akhirnya kita bisa lihat bahwa manusia sampai kapan pun adalah manusia yang hidup dalam sejarah di dalam dunia ini, itu manusia yang mencatat ya. Manusia yang belajar  mengingat sesuatu, belajar sesuatu di dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia, inilah sejarah.

Nah Bapak, Ibu sekalian, di dalam menuliskan silsilah dari hidup manusia, setidaknya ada dua manfaat besar kenapa penting kita melihat bagaimana Rasul Matius mencatat silsilah Yesus Kristus. Yang pertama adalah kita bisa mengingat identitas manusia, ketika kita lihat silsilah manusia. Siapakah manusia itu? Asal mulanya dari mana ya? Kita ini misalkan suku, suku apa? Kita ini lahir di zaman kapan, di tahun berapa? Nenek moyang kita siapa? Maka orang-orang yang mulai mempelajari ilmu pengetahuan, mulai menghargai budaya manusia setidaknya hafal hari kelahirannya. Dan dia akan mencatat hari kelahiran anaknya kapan. Pasti. Karena dengan mengingat tahun-tahun kehidupannya, dia sadar tahun hidupnya sudah berapa lama di dunia ini. Meskipun saya pernah ketemu orang juga, beberapa orang itu tidak tahu lahirnya kapan. Umurnya berapa saja tidak tahu, kira-kira saja, ya. Mungkin 70, gitu, ya, 75. Karena apa?  Karena tidak terlalu melihat signifikansi dari sebuah hari kelahiran. Bagaimana dia ada di dalam dunia ini. Itu hal penting sekali, ya. Hal yang sangat penting.

Maka ketika budaya semakin maju, semakin menghargai manusia, hari kelahiran menjadi suatu hari yang begitu penting yang dirayakan, di mana ketika bayi itu lahir, orang-orang ingin lihat, orang-orang ingin bersukacita dan akhirnya memberikan hadiah. Unik, ya? Saya juga mengalami hal tersebut, ya. Beberapa bulan yang lalu ketika anak saya lahir, orang dengan otomatis –jemaat, ya– mengasihi, memperhatikan, memberikan banyak barang, ya. Itu jauh lebih banyak daripada kado ulang tahun yang orang dewasa gitu, ya. Orang dewasa saja tidak sebanyak itu kadonya, sebanyak itu perhatiannya. Itu bayi, loh. Hanya bayi, ya. Berhasil dilahirkan saja itu suatu ucapan syukur dan berkat Tuhan yang begitu besar. Maka kita perlu menghargai sesama kita. Jangan bedakan kelas-kelas, ya. “Karena kamu bukan suku saya, saya pandang hina kamu. Saya tidak mau bergaul dengan kamu.” Lalu kita tidak mau berelasi dengan sesama kita padahal kita harus menghargai manusia karena manusia itu identitasnya dari Tuhan sendiri. Tuhan yang menetapkan manusia itu ada di dalam dunia ini. Tuhan yang menciptakan seluruh manusia.

Dan yang kedua, kita bisa mempelajari tentang silsilah manusia, yaitu kita bisa melihat pekerjaan Allah itu sendiri, ya. Bagaimana Tuhan menyertai umat-Nya. Bagaimana Tuhan menyertai komunitas manusia. Bayangkan kalau Tuhan tidak menopang dan memelihara manusia, maka semua manusia akan saling membunuh satu dengan yang lainnya. Tidak ada hukum yang menjaga keteraturan dari manusia. Maka manusia berdosa bukan semakin banyak –beranak cucu dan bertambah banyak– tetapi justru akan semakin sedikit, semakin punah. Kalau apa? Kalau tidak ada hukum Tuhan. Tidak ada perintah dari Tuhan: “Beranak cucu bertambah banyak!” Orang malas punya anak. Zaman sekarang saja, ya, negara-negara tertentu itu tidak mau orang-orangnya memiliki anak sehingga semakin menurun jumlah penduduknya.

Nah, di sini kita bisa lihat bahwa ketika kita melihat sejarah manusia, kita bukan hanya mengenal siapa manusia tetapi juga kita bisa mengenal siapa Allah itu di dalam diri manusia. Karena ketika adanya kelahiran manusia, ketikanya ada manusia, di situ ada gambar dan rupa Allah. Hanya saja gambar dan rupa Allah bagi manusia yang berdosa itu sudah rusak. Jadi, kalau kita lihat lukisan –Bapak, Ibu, Saudara sekalian, ya– lukisan yang begitu baik, begitu indah tentang manusia. Anggap lukisan itu manusia: laki-laki dan perempuan. Maka waktu kita lihat lukisan, kita tahu ini laki-laki, kita tahu ini perempuan. Tapi, lukisan itu sudah rusak. Kita tahu ini laki-laki dan perempuan dan laki-laki dan perempuan ini ada sifat Allahnya secara samar-samar. Maka demikian ketika kita bertemu dengan manusia, sebenarnya kita tahu ada Tuhan. Waktu kita lihat manusia, ada Tuhan, ada sifat Tuhan, cuma rusak karena dosa.

Tetapi, uniknya di dalam Yesus Kristus, kita bisa melihat Tuhan lebih jelas di dalam diri pribadi orang Kristen. Nah, itulah hak istimewa kita sebagai orang Kristen. Kita semakin mirip Tuhan, orang bisa lihat kita itu seperti Tuhan. Karena memang kita keturunan Tuhan, kok. Kita memang anak-anak Allah. Nah, itulah yang diharapkan Tuhan ketika kita bisa berelasi dengan sesama, orang tuh bisa melihat ada kebaikan manusia, ada kasih Tuhan. Bahkan kalau kita bisa kabarkan Injil, maka itu adalah hal yang baik sekali. Di sinilah Rasul Matius menuliskan silsilah Yesus Kristus di dalam bukunya bagi orang Yahudi, yaitu Rasul Matius ingin agar pembaca –orang-orang Yahudi ini– tahu siapakah Yesus.

Di dalam PA Pemuda kemarin ada pertanyaan, ya, dari seorang pemuda mengatakan, “Apakah salah kalau orang Yahudi itu menanti raja politik, raja fisik bagi mereka yang sedang dalam penjajahan Romawi? Bukankah itu dinubuatkan di dalam Alkitab, ya? Seorang Anak telah lahir untuk kita, seorang Putra telah diberikan untuk kita. Namanya disebut orang Raja Damai. Raja. Mesias. Apakah salah orang Yahudi berpikir bahwa Mesias itu adalah Raja yang memimpin secara wilayah politik? Akan mengalahkan kerajaan-kerajaan lain?”

Nah, di sini orang Yahudi terjebak pada misinterpretasi tentang Mesias. Siapa Yesus? Bagi orang Yahudi: manusia biasa, kan, ya? Bukan Anak Allah, bukan Mesias. Bagi orang Yahudi, Yesus ya Yesus, keturunannya begini. Di sini Rasul Matius mau menyambungkan dalam konteks orang-orang Yahudi bahwa betul Yesus tuh adalah keturunan dari Daud, Yehuda. Tetapi ini semua menggenapkan nubuatan dari Perjanjian Lama, ya. Yesus –Mesias itu– harus lahir di Betlehem, tanah Yudea. Lahir dari seorang perempuan perawan. Laki-laki. Ini semua digenapi di dalam Yesus Kristus. Yesus Kristus lahir di Betlehem, di kota Daud. Dia keturunan Daud. Dia keturunan Yehuda. Dia Raja, kok. Dia adalah orang atau Mesias yang dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama. Kenapa orang Yahudi tidak mau percaya? Karena mereka tertutup dalam konsep tadi. Raja itu harusnya memimpin Israel secara fisik. “Oh, Yesus siapa, sih? Dia manusia biasa. Dia tukang kayu, ya.” Mereka nggak percaya Yesus itu adalah Mesias yang dijanjikan. Karena apa? Mereka lupa Kejadian 3:15. Kej.3:15 adalah nubuatan pertama tentang Mesias. Yaitu apa? Dia akan lahir dari keturunan perempuan. Kalau kita mau kaitkan, kenapa bukan keturunan laki-laki? Kenapa disebutnya keturunan perempuan, Yesus Kristus? Karena memang hanya lahir dari Maria. Kristus itu hanya keturunan perempuan. Dikandung oleh Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. “Keturunanmu, keturunan perempuan, akan meremukkan kepala ular.”

Di sinilah maksud dari nubuatan tentang Mesias atau Raja, yaitu bukan soal raja fisik, tetapi bicara soal rohani. Yesus adalah Raja yang akan mengalahkan kuasa setan. Di dalam Yesus Kristus, kita memiliki kemenangan itu dan Yesus bukan hanya Raja politik wilayah tertentu saja, tetapi sebenarnya, Yesus adalah Raja di atas segala raja. Maka, interpretasi orang Yahudi itu tidak klop dengan apa yang dimaksudkan di dalam Perjanjian Lama. Maksudnya Perjanjian Lama, kedatangan Mesias adalah Mesias itu akan memimpin umat-Nya untuk mengenal Allah yang sejati dan hidup di dalam kerajaan Allah, menang mengalahkan kuasa setan. Dan bagi orang Yahudi, sampai sekarang pun, mereka menantikan Mesias yang datang pertama kali. Yang mana? Kita sudah mengakui kedatangan Yesus yang pertama. Ini adalah Mesias yang sejati. Di dalam Kristus, ada keselamatan dan di dalam Yesus Kristus, ada kemenangan melawan kuasa dari dosa. Yesus adalah Raja orang Yahudi, tetapi sebenarnya, Dia adalah Raja di atas segala raja. Raja bagi umat pilihan-Nya.

Silsilah Yesus menunjukkan kemanusiaan Yesus Kristus dan sebagai orang Kristen, kita pun mengakui dwinatur Yesus Kristus. Silsilah dari Rasul Matius ini menjelaskan, Yesus ini adalah manusia. Betul, tetapi Dia manusia yang berbeda. Dia juga-penjelasan Matius selanjutnya-adalah Anak Allah. 100% Allah, 100% manusia. Dan di sinilah, kita melihat keagungan Tuhan dan misteri Tuhan kembali. Bagaimana Tuhan menyatakan jalan keselamatan lewat Yesus Kristus.

Tahu dari mana, Yesus Allah? Tahu dari mana, Yesus manusia? Dari mana kita bisa sungguh-sungguh sadar dan percaya dan mengakui Yesus itu Allah, Yesus juga adalah manusia? Kita tidak bisa percaya perkataan orang. Perkataan orang bisa saja mengatakan Muhammad itu Allah. Muhammad itu Allah, Muhammad juga adalah manusia. Manusia bisa berkata demikian. Apa bedanya, Yesus adalah Allah, Yesus juga adalah manusia? Apa yang membedakan kalimat tersebut menjadi kebenaran, sedangkan kalimat yang salah itu adalah kesalahan? Jawabannya adalah dari firman Tuhan sendiri. (1.13.32)Bukan kita yang mengatakan Yesus Tuhan, maka Dia jadi Tuhan. Bukan kita yang mengatakan Yesus manusia, maka Dia manusia, tetapi dari firman Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Malaikat Tuhan mengatakannya. Allah sendiri mengatakannya.

Lalu, dari mana kita tahu Yesus itu adalah manusia? Dari perkataan orang-orang di sekitar Yesus dan Yesus betul-betul manusia. Tidak ada bedanya dengan laki-laki seperti kita. Yang membedakan adalah Yesus tidak berdosa. Dalam Alkitab, Yesus disebut “Anak Allah” itu sekitar 40 kali, firman Tuhan mengatakan. Dan di dalam Alkitab juga, Yesus disebut Anak Manusia itu sekitar 80 kali. Yesus sangat mengasihi manusia. Dia mengidentifikasi diri-Nya, ”Aku ini manusia.“ Perbandingan jumlah ini menyatakan bahwa  Yesus ini ingin lebih dikenal sebagai manusia. Dalam arti apa? Karena Dia Juruselamat. Yang dimaksudkan Juruselamat itu sebenarnya bukan mengacu kepada sifat Allah Yesus. Kalau Allah, sudah pasti Juruselamat. Tetapi, ada 1 Manusia yang dapat menjadi Juruselamat yang membawa manusia lain untuk datang kepada Allah dan dibebaskan dari segala hukuman dosa, yaitu adalah Yesus Kristus. Jadi, Yesus Kristus adalah Anak Allah. Dia adalah Juruselamat manusia.

Nah, kita sudah membaca silsilah Yesus, Bapak, Ibu sekalian, barusan. Saya ingin kita merenungkan beberapa nama di dalam silsilah Yesus Kristus ini. 5 laki-laki dan juga 5 perempuan. Di situ, disebutkan Abraham. Abraham itu siapa sih?  Nah, orang Yahudi ketika membaca silsilah Yesus yang ditulis oleh Rasul Matius, “Oh, Yesus ini Anak Daud, Anak Abraham.” Mereka ingat Abraham. Nenek moyang Yesus Kristus adalah Abraham. Siapakah Abraham? Dia sebenarnya bukan orang yang beriman pada mulanya. Dia orang kafir, tetapi dipakai Tuhan menjadi pendiri dari ras atau agama Yahudi, umat pilihan Tuhan. Bangsa Yahudi itu didirikan oleh Abraham. Abraham sebagai pendiri dari orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi yang menyatakan bahwa mereka ini adalah keturunan Abraham itu mengatakan bahwa mereka itu sungguh-sungguh umat pilihan, bangsa yang berharga karena dipilih oleh Tuhan sendiri. Tetapi, ketika kita tahu melihat kehidupan Abraham, Abraham yang disebut sebagai “Bapa orang beriman” pun melakukan dosa-dosa yang dilakukan oleh iblis. Iblis  paling suka itu berbohong. Iblis paling suka itu berdusta. Bapa orang beriman sekalipun itu berbohong tentang istrinya sendiri. Ia katakan kepada Firaun, kepada Abimelekh bahwa ini itu bukan istri dia, tetapi saudaranya. Abraham dan Sara menyelesaikan masalah itu dengan berbohong. Lalu, ketika Tuhan sudah janjikan anak di dalam kehidupan Abraham dan Sara, mereka menyelesaikan masalah juga dengan tidak menunggu waktu Tuhan, tidak sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan. Akhirnya, Sara memberikan budaknya kepada Abraham dan Abraham pun tidur dengan Hagar. Dan Abraham berhubungan dengan perempuan yang bukan istrinya.

Nah, di satu sisi kita bisa lihat Abraham orang beriman. Tapi apakah orang beriman itu sempurna? Nggak ada yang sempurna. Maka Bapak, Ibu salah ya kalau datang ke gereja pengen cari orang yang sempurna, pendeta yang sempurna, jemaat yang baik, semuanya takut akan Tuhan. Di dalam gereja ada, ada anak-anak setan kok ya. Di gereja ini bukan semua anak-anak Tuhan ya. Ini ada beberapa segelintir anak setan. Dan anak dan setan ingin agar gereja itu lebih banyak dipenuhi anak-anak setan bukan anak-anak Allah. Maka waktu kita pilih gereja, datang ke gereja, hati kita mau cari siapa sih? Cari manusia kecewa ya. Tapi kalau kita sungguh-sungguh cari Tuhan, cari firman Tuhan, cari khotbah yang baik, maka kita akan bisa bertumbuh dan memilih dengan tepat di mana kita harus bergereja. Kalau pilih tempat restoran saja harus milih kok. Nanti kita akan bergumul ya selesai ibadah mau ke restoran mana. Kita pilihkan sekolah buat anak kita harus pilih bergumul sekolah terbaik di mana. Terus ke gereja nggak ada pergumulan, sangat bodoh. Maka harus bergumul, saya harus di gereja mana, Tuhan? Tuhan tempatkan saya gereja di mana? Beribadah di mana? Bertumbuh di mana? Melayani di mana? Tapi di gereja gitu banyak orang berdosa.

Tapi kalau panggilan Tuhan bagaimana ya? Bagaimana kalau memang panggilan Tuhan kita harus bergereja di gereja yang bobrok ya? Bagaimana kita meresponi panggilan Tuhan yang begitu berat? Ya, tentu kita inginnya adalah gereja yang terbaik, gereja yang banyak orang takut akan Tuhan. Tapi ada orang-orang tertentu yang khusus ya, ini bukan berarti umum ya, Yusuf itu Yusuf dalam Perjanjian Lama ya dipanggil Tuhan ke Mesir kan dia hidup dalam komunitas orang menyembah berhala. Dia umat Israel, dia keturunan Yakub, keturunan Abraham tapi harus dibuang ke Mesir. Ini kan panggilan khusus, ya. Ada panggilan khusus. Tapi panggilan umum adalah kita jangan pikir kita kuat, kita ini lemah. Maka kita butuh komunitas yang mendukung kerohanian kita supaya boleh bertumbuh, pilih gereja yang baik ini.

Nah, kedua siapa? Yakub. Yakub juga adalah orang yang dipilih dan dikasih Tuhan. Alkitab bahkan mengatakan suatu kalimat yang sangat kontroversial, “Aku membenci Esau tapi mengasihi Yakub” Bukan berarti Tuhan itu benci ciptaan-Nya dan jahat sama ciptaan-Nya, bukan. Kata benci di dalam tradisi Yahudi adalah kasihnya tuh lebih sedikit. Membenci berarti tidak lebih mengasihi dibandingkan yang dikasihi. Maka ketika Alkitab mengatakan, “Aku mengasihi Yakub, aku mengasihi Esau, tetapi kasihku lebih sedikit dibandingkankepada Yakub.”

Yakub orang yang betul-betul dikasihi oleh Tuhan, tetapi dia juga adalah orang yang poligami. Dia sabar, ya. Dia sabar dalam mendapatkan Rahel yang dia cintai, selama 14 tahun, Yakub bekerja pada Laban, ya. Demi mendapatkan seorang perempuan dia kerja 14 tahun. Dia pekerja keras, dia sabar, tetapi dia juga adalah penipu. Ya, menipu keluarganya, menipu ayahnya sendiri, dia poligami, dia tidak bisa mendidik anak-anaknya dengan baik. Yakub favoritisme sama Yusuf. kasih jubah yang maha indah, mengagung-agungkan Yusuf gitu ya. Menghina atau membuat orang lain iri kepada Yusuf. Ini Yakub.

Yehuda salah satu dari anak Yakub ya, seorang pemimpin yang berani dan bertanggung jawab. Karena orang-orang Yehuda ini adalah keturunan para pemimpin. Tetapi Yehuda juga adalah orang yang betul-betul berdosa. Ya, keturunan Yehuda dinubuatkan akan menjadi garis keturunan para raja. Tapi suku Yehuda dan Yehuda sendiri akhirnya

membenci Yusuf dan juga berdosa kepada Tamar, menantunya sendiri. Memang Tamar itu menipu Yehuda. Tapi Yehuda sudah sebagai seorang bapak, seorang kakek gitu ya. Ketika ada pelacur lewat di sebelahnya, di depannya, dia ingin tidur dengan pelacur tersebut. Tetapi ternyata itu adalah Tamar. menantunya sendiri dan akhirnya melahirkan anak kembar yaitu Peres dan Zerah. Ini Yehuda, ya, Yehuda meniduri menantunya sendiri. Oh, ini dosa yang sangat besar. Di zaman sekarang pun itu hal yang memalukan sekali. Menantunya hamil dari mertuanya dan hamilnya kembar namanya Peres dan Zerah dan akhirnya salah satu anak kembar itu yaitu Peres menjadi nenek moyang Yesus Kristus.

Bayangkan ya, ternyata kelahiran Yesus Kristus itu ya nenek moyangnya itu dari hubungan seperti ini hubungan yang tidak ideal menurut orang zaman sekarang. Masa sih mertua meniduri menantunya terus lahirlah anak kembar. Nah, salah satu anak kembar ini menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ya, bagaimana ya? Daud juga ya dan Salomo ya. Dua raja Israel yang begitu terkenal, dua raja orang Israel yang begitu mengasihi Tuhan, memiliki hikmat dari Tuhan, tapi Daud pun pernah jatuh ke dalam dosa pembunuhan, perzinahan, perampokan. Tidak sadar kurang lebih setahun sampai ditegur oleh Nabi Natan, barulah Daud sadar dan bertobat. Tetapi dia sungguh-sungguh mencari Tuhan dalam kehidupannya setelah bertobat, ya. Salomo memulai karirnya dengan baik, dia nggak minta kekayaan, nggak minta apa-apa, dia minta hikmat Tuhan untuk menjalankan tugasnya sebagai raja Israel. Hanya itu. Tuhan kasih kekayaan, damai sejahtera, luar biasa kepada Salomo. Tetapi di masa-masa terakhir hidupnya sayang sekali ya, tinggal mati kok. Salomo itu tinggal sedikit lagi mati, tapi sebelum dia mati, dia jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Dia cinta istrinya, istrinya menyembah dewa-dewa. Dia jatuh dalam dosa tersebut. Ya, padahal dia punya hikmat Tuhan yang begitu besar. Sayang sekali kan di masa tuanya, malah berdosa.

Tapi bukan berarti ini menentukan keselamatan Salomo, ya. Saya percaya bahwa Salomo tetap selamat, kok, karena dia jatuh, kok, jatuh dalam dosa penyembahan berhala, bukan sungguh-sungguh menyembah berhala, bukan. Dia jatuh. Kalau yang jatuh, dia bangkit, kan, bisa bertobat, tapi sayang jatuhnya itu di masa terakhir, ya, masa tuanya. Inilah lima laki-laki yang kita bisa renungkan, ya, di dalam silsilah Yesus Kristus. Ada Abraham, ada Yakub, ada Yehuda, ada Daud, ada Salomo. Ini lima nama besar dari sejarah Yahudi, ya. Orang-orang Yahudi sangat menghargai tulisan dari Rasul Matius ini, ya, karena ini benar secara silsilah.

Lalu kita lihat lagi lima nama perempuan yang disebut dalam silsilah Yesus ini. Pertama Tamar. Tadi, ya, sudah ada ceritanya. Tamar ini mau mengerjai Yehuda. Bagaimana ada menantu ingin mendapatkan anak dari mertuanya karena balas dendam, karena mertuanya jahat, gitu, ya. Terus kemudian Rahab. Rahab juga disebutkan di dalam silsilah Yesus Kristus, adalah seorang wanita dari Yerikho yang dikenal sebagai pelacur, tetapi ia menunjukkan iman kepada Allah yang sejati. Dia menolong dua pengintai yang dikirim oleh Yosua. Ini istri saya sempat ikut PA online dari Ibu Inawaty Teddy, ya, menjelaskan tentang Rahab dan dua pengintai ini. Ini adalah hal yang unik. Rahab siapa, sih? Rahab. Rahab ini adalah orang Kanaan, orang Yerikho, bukan orang Yahudi, bukan orang Israel. Dia tuh penyembah berhala, tetapi ketika mendengar kabar yang begitu mengerikan, kabar yang jauh bahwa ada bangsa Israel dua juta orang melewati padang gurun dan berhasil dan mau memasuki kota Yerikho, Rahab mulai percaya kepada Allah Israel. Nah, dua pengintai ini sudah mengintai kota Yerikho, mereka dikejar-kejar, mereka sembunyi di rumah bordil atau rumah pelacur, sembunyi di rumah Rahab. Berarti, posisinya adalah dua pengintai ini tuh orang Kristen, lah. Ya, orang Israel, orang umat Tuhan, orang Kristen. Orang Kristen bertemu dengan pelacur, ya, Rahab namanya. Rahab ini bukan orang Kristen, maka harusnya yang mengabarkan Injil siapa? Harusnya yang mengabarkan Injil itu adalah dua pengintai itu kabarkan, “Eh, Rahab, ini kamu harus percaya kepada Allah Israel, ya? Percaya kepada Allah Israel bahwa Israel akan menghancurkan kota Yerikho dan kamu harus diselamatkan atau berbalik arah.” Tetapi malah di dalam pertemuan itu, Rahab-lah yang mengabarkan Injil kepada dua pengintai itu sendiri. “Sudah, saya sembunyikan kalian, ya, saya mengakui Allah Israel adalah Allah yang berdaulat, Allah yang akan mengalahkan kota Yerikho, maka saya bantu kalian.” Ini adalah hal yang unik, ya. Rahab tuh pelacur, ya. Rahab itu orang mana, sih? Penyembah berhala, bukan orang Kristen, ya, tetapi ketika dengar Injil, dia percaya, dia bertobat dan dia akan berusaha melepaskan kehidupan pelacurnya itu.

Ya, itulah kisah hidup selanjutnya Rahab. Dia tidak mau menjadi seorang pelacur lagi karena dia sudah percaya kepada Allah Israel. Kemudian ada perempuan namanya Rut, ya. Rut ini juga adalah orang Moab, tapi dia dipakai menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Nenek moyang Yesus Kristus itu banyak orang yang, yang perempuannya, ya, banyak orang yang bukan orang Israel, kok. Tapi ketika menikah dengan orang Israel, perempuan yang bukan orang Israel ini menjadi orang Israel. Ya, ini unsur patriarkal, ya. Rut ini nenek buyut dari Raja Daud dan ia dikenal kesetiaannya kepada Naomi dan Allah Israel. Ya, seorang yang tidak Israel, Rut. Batsyeba, ya Batsyeba juga tidak disebut langsung dalam Matius 1:6, tapi disebut sebagai “istri Uria”. Tadi, ya, di dalam silsilah Yesus Kristus, Batsyeba ini adalah ibu dari Raja Salomo. Dan hubungannya dengan Daud bermula dalam keadaan yang penuh dengan dosa, dan akhirnya muncul seorang wanita sederhana, wanita yang miskin. Dia keturunan Yehuda, namanya adalah Maria. Dan Maria dipilih Tuhan untuk melahirkan Yesus Kristus. Maria dipakai rahimnya oleh Roh Kudus untuk pada akhirnya bisa hamil Yesus Kristus.

Nah, kenapa lima perempuan ini disebut juga di dalam silsilah Yesus Kristus? Bukankah ini adalah background yang memalukan? Ternyata ada orang yang bukan Israel, ternyata ada orang yang pelacur background hidupnya. Nah, ini adalah kasih karunia Tuhan, bagaimana Tuhan menyetarakan antara laki-laki dan perempuan. Ya, laki-laki dan perempuan bukan berarti perempuan lebih rendah, lebih marjinal, tetapi laki-laki dan perempuan itu sama martabatnya, sama-sama manusia ciptaan Tuhan, gambar dan rupa Allah, hanya berbeda perannya sehingga Tuhan pakai laki-laki, pakai perempuan untuk menyatakan cinta kasih Tuhan di dalam pekerjaan keselamatan yang dilakukan di dalam Yesus Kristus, ya. Tuhan mengasihi terlepas dari status, ya, latar belakang keluarga, suku, bahasa, dan itulah Injil.

Bapak, Ibu, Saudara sekalian, gereja bukanlah gereja yang harus satu suku, bukanlah gereja yang harus satu bahasa, ya, bukanlah gereja yang harus satu latar belakang. Ya, ada gereja-gereja tertentu satu kategori saja. “Oh, kita adalah orang-orang yang mantan narapidana. Yuk, buat gereja sendiri!” Itu salah. “Oh, kita orang-orang yang mungkin waria atau gay, udah kita kumpul, yuk, terus bikin gereja sendiri!” Itu salah juga. Ya, gereja itu adalah berisi Injil, Injil yang utama, dan Injil ini menarik semua suku, bahasa, keluarga, laki-laki, perempuan, seluruh kalangan untuk datang kepada Yesus Kristus, dan akhirnya diubahkan serupa dengan Yesus Kristus. Kita yang sudah diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, sudah rusak karena dosa, tetapi di dalam Yesus kita sudah dipulihkan dan sekarang kita mau menjalani kehidupan yang serupa dengan Yesus Kristus, mau taat kepada Tuhan.

Bapak, Ibu, sekalian, nenek moyang Yesus Kristus terdiri dari bermacam-macam orang, dari orang baik sampai orang jahat, tetapi hidup orang yang jahat itu perlahan dipulihkan untuk serupa dengan Yesus Kristus. Jadi, kita bisa melihat bahwa Tuhan dapat memakai setiap orang untuk bisa melayani Dia. Ya, jangan malu, jangan minder. Kita punya background yang khusus, tetapi buruk, gitu, ya. Tapi kita, kuncinya adalah melayani Tuhan adalah kita bertobat. Tentu, ya, dosa-dosa kita tidak boleh kita pelihara, kita tidak boleh sembunyikan, kita harus semua serahkan kepada Tuhan, kita harus lepaskan, dan di situlah Tuhan akan memakai kita menjadi alat kemuliaan-Nya. Tuhan akan terus percayakan pelayanan demi pelayanan, demi pelayanan, sekali pun kita rasa tidak layak. Saya ini narapidana, kok. Sudah narkoba, sudah berzina, sudah pergaulan bebas, saya bisa melayani, apa sih? Nggak lah, saya nggak usah melayani. Kalau memang belum bertobat, ya, jangan berani-berani untuk melayani di depan umum, bahkan di depan, di mana pun, ya. Kita belum bertobat, masih sembunyikan dosa, oh, rajin melayani, rajin melayani. Suatu saat Tuhan pun akan menyatakan murka-Nya, ya, keadilan-Nya, bahwa Tuhan itu mau memakai orang-orang yang sudah bertobat. Tuhan tidak mau memakai orang-orang yang belum bertobat. Maka, kita harus evaluasi diri kita, ya. Di masa-masa memperingati hari Natal ini, Bapak, Ibu, Saudara, sekalian, kita bisa melihat bagaimana kehidupan kita saat ini di hadapan Tuhan. Siapakan Tuhan yang sejati dan siapakan manusia di hadapan Tuhan. Kalau kita mau bertobat sungguh-sungguh menyadari dosa, Tuhan bisa memakai kita. Itu bisa kita pelajari dari silsilah Yesus Kristus. Orang-orang yang mau cari Tuhan sungguh-sungguh, dapat dipakai Tuhan, ya. Kita juga jangan lupakan orang-orang yang sedang mengalami penderitaan di dalam dunia ini, orang-orang yang berbeda kalangan, orang-orang yang dalam kemiskinan, kesulitan, itu juga menjadi sebuah hal yang kita bisa pikirkan bagaimana kita mengasihi mereka. Karena perintah Yesus yang terutama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, tetapi juga mengasihi sesama manusia. Sesama manusia ini adalah semua manusia, bukan hanya anggota keluarga kita saja. Yang kita harus kasihi adalah semua orang, ya. Tetapi, kita terlebih utama adalah mengasihi Allah.

Siapa sesama manusia? Dia adalah musuh kita. Yesus memberikan challenge yang begitu besar, ya. Kasihilah musuhmu. Berdoalah bagi yang menganiaya kamu. Kalau kita bisa mengasihi yang paling sulit, manusia, ya. Kasihilah musuhmu, orang-orang yang sudah melukai engkau dan juga orang-orang yang sudah menyakiti hatimu, apalagi yang belum atau tidak melukai kita, yang bukan musuh kita. Kasihilah musuhmu ini adalah dalam konteks sesama manusia. Kita kadang sering kali bertentangan, ya dengan orang lain, berbeda pandangan, berbeda sikap, karakter, bahkan juga ada pertengkaran, tetapi Firman Tuhan ini tetap ada, yaitu, bagaimana kita mengasihi Allah segenap hati, mengasihi sesama manusia, mengasihi musuh. Yang kita tidak boleh kasihi adalah Iblis atau setan dan roh-roh jahat. Itu kita harus musuhi, ya. Jangan kasihi, tetapi kalau sesama manusia kita harus saling mengasihi satu dengan yang lain, ya. Ya, kiranya di masa-masa menjelang mengingat kelahiran Yesus Kristus ini, kita bisa lihat evaluasi siapa kita. Nggak salah loh kita tahu suku kita apa, ya. Jangan kita pikir, wah kita nasionalis, pokoknya Indonesia semua, trus kita lupa suku kita apa, ya? Nggak tau suku saya apa. Boleh, itu adalah sejarah, kok. Kita hargai suku budaya kita sebagai manusia saling menghargai satu dengan yang lain. Justru saling menghargai dan saling mengasihi adalah diuji ketika kita berbeda satu dengan yang lainnya, bukan sama. Ya, kita bisa belajar mengenal siapakah diri kita di hadapan Tuhan dan bukan saja itu, kita mau dipakai Tuhan menjadi alat kemuliaan Tuhan. Kita nggak sempurna, kita ini tetap manusia berdosa, sekali pun kita sudah dibenarkan oleh darah Kristus. Maka, bersedialah untuk dipakai Tuhan. Bertobatlah dari segala dosa-dosa kita. Ya, jangan menyia-nyiakan waktu hidup yang sementara di bumi ini. Bisa jadi tahun depan kita sudah tidak bisa melewatinya, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, trus hidup kita mau jadi kita habiskan dengan apa, ya? Maka, Firman Tuhan-lah yang menuntun kehidupan kita. Mari kita sama-sama berdoa.

Ya, Bapa kami yang di surga, kami sungguh bersyukur pada pagi hari ini, kami boleh merenungkan kembali tentang sejarah manusia, bagaimana Engkau menciptakan manusia, bagaimana Engkau juga sudah memelihara kehidupan manusia sampai hari ini. Jikalau kami boleh ada sampai hari ini, itu karena Tuhan yang sudah merancangkan dan memelihara kehidupan kami semua. Tuhan, kami mau lebih mengenal Engkau, Tuhan dalam kehidupan kami. Kami mau lebih mengasihi Engkau lagi, karena Engkau sudah menyatakan cinta kasih yang begitu besar di dalam Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dan Juruselamat kami. Kami juga mau, ya, Tuhan, menjauhi segala perbuatan dosa, kami mau mengasihi sesama kami manusia dari setiap kalangan, dari setiap umur, dari setiap suku, bahasa, mau pun juga latar belakang. Kami mau belajar mengasihi sesama manusia dan di situ pun kami mau memuliakan Tuhan. Terima kasih untuk Firman Tuhan pada pagi hari ini, kiranya Firman Tuhan boleh tertanam dalam hati kami dan itu pun boleh bertumbuh dalam kehidupan kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami yang hidup, kami sudah berdoa dan mengucap syukur. Amin.