Sesungguhnya, 10 November 2024

Sesungguhnya

Pdt. Dawis Waiman, M. Div

Bapak, Ibu, pada waktu kita berbicara mengenai perkataan Yesus, “verily, verily” atau “truly, truly” atau “sesungguh-sungguhnya,” maka Bapak, Ibu bisa bandingkan perkataan Yesus ini di dalam Injil Yohanes, Injil Matius, Markus, dan Lukas. Di dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas, ada kata “sesungguhnya” yang juga digunakan seperti yang ada di dalam Injil Yohanes tetapi ada perbedaan yang ada di antara ke-4 Injil ini. Di dalam perbedaan itu, ada hal yang saya kira menunjukkan penekanan yang jauh lebih penting ketika kita membaca di dalam Injil Yohanes. Dan bedanya dalam hal apa? Pertama, jumlah kata yang digunakan dan yang kedua adalah pengulangan kata yang digunakan. Kalau bicara mengenai jumlah, maka Matius menggunakan kata ini sebanyak 31 kali. Lalu, kemudian Markus 13 kali, Lukas 6 kali, Yohanes 25 kali. Tetapi kalau bicara mengenai satu penekanan, di dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas, kata yang digunakan itu hanya 1 kali. Kalau kita baca LAI, di sini hanya dikatakan “sesungguhnya.” Kita nggak bisa melihat ada  penekanan itu, tetapi kalau kita lihat di dalam bahasa Inggris, di dalam Matius, Markus, dan Lukas, kata “sesungguhnya” itu hanya ditulis “truly” atau “verily” satu kali itu. Kalau kita baca Injil Yohanes, maka kita akan menemukan kata yang digunakan itu diulang 2 kali, yaitu “sesungguh-sungguhnya.” Seharusnya seperti itu atau dalam bahasa Inggris, “truly, truly” atau “verily, verily”.

Dan artinya apa ketika Yesus berbicara mengenai “truly, truly” atau “sesungguhnya” itu? Arti yang paling sederhana adalah atau yang kita sering kali ucapkan, yaitu “Amin”. Jadi, pada waktu Yesus berkata “sesungguh-sungguhnya” maka sebenarnya Yesus mau berkata “Amin”, “sungguh-sungguh”, seperti yang kita ucapkan setiap kali kita mengakhiri doa kita. Atau dengan istilah lain adalah Yesus sedang mau mengkonfirmasi bahwa apa yang Dia katakan itu adalah satu kebenaran yang kita dapat percayai dan sungguh-sungguh merupakan kebenaran yang kita bisa lihat sebagai kebenaran atau kita hidupi sebagai satu kebenaran di dalam kehidupan kita. Itu artinya “verily, verily” atau “sesungguh-sungguhnya” atau “truly, truly” tersebut.

Nah, Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, pada waktu kita membaca Injil Yohanes yang memiliki 25 kali pengulangan kata “sesungguhnya” ini, kita akan melihat bagian yang pertama, yaitu dari Yoh. 1:51. Tapi kita tidak akan hanya baca ayat yang ke-51, kita akan baca mulai dari ayat yang ke-35, ya. Apa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus Kristus ketika berbicara mengenai “truly, truly” yang pertama ini? Yoh. 1:35, kita akan membacanya. “Murid-murid Yesus yang pertama. Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel! Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu. Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.””

Satu bagian yang kita boleh baca juga adalah dari Kej. 28. Kejadian 28, kita baca dari ayat yang ke-10 sampai dengan ayat yang ke-18, ke-19 aja ya. Ayat 10 “Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu. Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. Ia menamai tempat itu Betel dahulu nama kota itu Lus.”

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, apa yang dimaksud oleh Yesus Kristus ketika Dia berkata “Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada anak manusia”? Apakah ini berarti bahwa Yesus Kristus itu sedang mengutip apa yang terjadi pada Kejadian 28, di mana ketika Yakub melarikan diri dari saudara-saudaranya, maka dia kemudian melihat langit terbuka, tangga turun dari langit, malaikat Allah turun naik dan dari Surga ke tempat di mana ia membaringkan kepalanya tersebut? Saya percaya ini bukan hanya sekedar kutipan yang dilakukan oleh Yesus Kristus tapi Yesus ingin menyampaikan satu kebenaran yang dia ingin kita mengerti. Tetapi pada waktu kita berkata “bahwa sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada anak manusia”, apa maksudnya? Maka ada satu hal yang kita tidak boleh lepaskan daripada pemahaman akan Injil Yohanes sendiri. Tujuan dari Injil Yohanes dituliskan dan disampaikan bagi diri kita dan bicara mengenai konteks dekat juga daripada Injil Yohanes ini.

Ada 2 hal pertama yang saya ingin Bapak, Ibu lihat sebelumnya. Pada waktu kita bicara mengenai tujuan dari Injil Yohanes tulis untuk apa? Maka ada satu bagian dari Injil Yohanes yang mengatakan kebenaran ini bagi kita, yaitu di dalam Yohanes pasal 20 kalau Bapak, Ibu buka maka di situ Yohanes memberitahu kita tujuannya untuk apa dia menulis Injil ini. Yoh. 20:30-31, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” Jadi, maksudnya adalah pada waktu Bapak, Ibu membaca mulai dari Yoh. 1 sampai dengan Yoh. 21, di dalam pemikiran kita, kita harus menaruh pengertian dari Yoh. 20:30-31. Yaitu apa? Setiap kali kita membaca ayat demi ayat, perikop demi perikop, pasal demi pasal dari Injil Yohanes, kita harus mengerti Yohanes sedang ingin menyampaikan kepada kita mengenai Yesus, Yohanes ingin menyampaikan kepada kita bahwa tanda-tanda yang dilakukan oleh Yesus Kristus ketika Dia hidup dan melayani dalam dunia ini bukan hanya berbicara mengenai orang-orang yang disembuhkan, bukan hanya berbicara mengenai kepentingan dari diri kita sendiri. “Oh saya demam, saya ingin sembuh, dokter nggak bisa menyembuhkan, lalu saya datang kepada Yesus, saya disembuhkan. Puji Tuhan, saya sekarang sudah sembuh.”, “Saya dulu lumpuh, sekarang  saya sudah bisa berdiri”, “Saya dulu buta, sekarang saya sudah bisa melihat”. Maka itu adalah sesuatu yang menjadi berkat Tuhan bagi diri saya. Lalu apa? Nggak ada yang lain, yang penting adalah saya beribadah kepada Tuhan yang bisa memberikan keuntungan bagi diri saya.

Alkitab berkata, kalau kita punya konsep seperti itu, kita belum mengenal Allah yang sejati dalam hidup kita. Kalau kita mengenal, hanya memiliki konsep seperti itu ketika kita datang beribadah kepada Tuhan, mungkin allah yang Saudara sembah adalah berhala-berhala dalam hidupmu. Karena kita hanya datang menghampiri Tuhan untuk kepentingan dari diri kita sendiri. Allah yang sejati tidak seperti itu. Dan tujuan Tuhan melakukan mujizat, melakukan keajaiban ketika manusia hidup di dalam dunia ini, ketika Dia inkarnasi ke dalam dunia ini tujuannya bukan sekedar untuk memuaskan kepentingan diri kita, memenuhi apa yang menjadi kebutuhan kita, tetapi tujuannya adalah untuk menjadi satu tanda. Tanda apa? Tanda untuk membawa kita melihat siapa sesungguhnya Pribadi yang pernah inkarnasi dalam dunia ini, yang mengatakan bahwa namanya adalah Yesus Kristus itu. Dan tanda itu berbicara mengenai apa mengenai Yesus? Yaitu supaya kita percaya kepada Yesus Kristus dan kita percaya kalau dia adalah Mesias. Istilah Mesias adalah Bahasa Ibrani, istilah Yunani adalah Kristus, dan istilah dalam Bahasa Indonesia berarti “Yang Diurapi”.

Kita melihat bahwa Yesus adalah yang diurapi oleh Allah, Yesus adalah Pribadi yang dijanjikan oleh Allah, Dia adalah anak Allah. Tapi nanti kita akan lihat maksud anak Allah ini apa. Apakah itu sama dengan Israel? Sama dengan kita yang menyebut diri kita adalah anak-anak Allah? Tapi di sini saya mau mengatakan, Yohanes mengatakan Dia bukan sekedar anak Allah seperti diri kita mengatakan kita adalah anak Allah. Tapi dia adalah anak Allah yang satu itu, satu-satunya itu. Untuk apa? Supaya ketika kita melihat Dia, kita percaya kepada Dia, maka melalui iman kita itu kita memperoleh hidup yang kekal atau hidup di dalam nama-Nya. Itu tujuan Yohanes menulis Injil Yohanes.

Itu sebabnya pada waktu Bapak, Ibu membaca kata “sesungguh-sungguhnya” di dalam pasal yang pertama, kita harus melihat itu dari konteks ini, atau dari kacamata ini. Yohanes sedang ingin membawa kita melihat bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Mesias, Anak Allah yang hidup. Nah melalui iman kita kepada Mesias ini, maka di situ kita memperoleh hidup dalam Yesus Kristus.

Nah, hal yang kedua yang kita bisa lihat adalah dari konteks dekat. Siapa yang berbicara ini? Nah di sini berarti Bapak, Ibu harus melihat dari 50 ayat sebelum ayat yang ke-51 ini, berkaitan dengan Pribadi yang namanya Yesus Kristus. Menarik sekali, pada waktu kita membaca Yoh. 1:1, ada perbedaan yang besar dengan ketika kita membaca Injil Matius, Markus, dan Lukas. Perbedaannya di mana? Kalau Bapak, Ibu baca Injil Matius, di situ kita bisa menemukan silsilah daripada Yesus Kristus dan kita bisa menemukan bahwa Yesus Kristus lahir dari seorang perawan. Dan kita bisa membaca juga peristiwa di mana ada orang-orang Majus yang datang untuk menyembah Yesus Kristus. Dan kalau kita membaca Injil Lukas, kita juga bisa mendapatkan cerita mengenai Yesus Kristus lahir karena ada pemberitaan dari malaikat kepada Maria. Malaikat datang kepada Maria, yaitu malaikat Gabriel, yang kemudian memberitahukan kepada Maria kalau dia akan hamil, dan kehamilan itu bukan karena persetubuhan antar seorang laki-laki dengan perempuan, tetapi karena Roh Kudus datang dan menaungi Maria. Dan dia terlahir di dalam dunia yang disebut sebagai Anak Allah itu, Imanuel.

Lalu kalau kita baca Injil Markus, ada cerita yang berbeda lagi. Injil Markus dimulai dengan suatu peristiwa yang tidak mencatat sama sekali mengenai kelahiran dari Yesus Kristus. Tetapi, Injil Markus memulai dengan peristiwa Yesus langsung dibaptis dan Yesus melayani di dalam kehidupannya di tengah-tengah dunia ini. Dan mengapa ada perbedaan-perbedaan ini? Tentunya, kalau secara singkat, kita bisa katakan karena Matius ingin menekankan Yesus adalah seorang Raja, maka silsilah dari Yesus Kristus itu menjadi sangat penting sekali, walaupun pada waktu itu orang-orang nggak melihat Yusuf sebagai seorang yang penting dalam hidupnya. Siapa Yusuf? Yusuf bukan siapa-siapa, dia hanya seorang tukang kayu. Bukan orang yang penting di dalam konteks kota di mana dia hidup, apalagi di Yerusalem, apalagi berkaitan dengan orang Israel. Dia hanya orang biasa.

Dan Yesus Kristus dikatakan dilahirkan dari Maria yang merupakan tunangan dari Yusuf, nggak ada hubungannya dengan Yusuf secara darah. Tapi dia adalah seorang yang lahir dari Maria yang adalah keturunan Daud, Yusuf yang adalah keturunan Daud juga. Mereka kemudian menikah, tapi ketika mereka menikah, kenapa Yusuf diangkat namanya? Karena yang memiliki hak waris sebagai seorang raja itu adalah Yusuf dan bukan Maria. Makanya, ketika Yesus Kristus lahir di dalam budaya orang Yahudi, ada satu budaya: seorang bapak bisa mewariskan takhtanya kepada anaknya yang walaupun bukan anak kandungnya, dan Yesus Kristus adalah anak angkat dari Yusuf ini yang merupakan pewaris dari takhta.

Tapi kalau kita mau bicara darah daging, apakah nubuat bahwa Yesus adalah keturunan Daud itu adalah sesuatu yang merupakan kebohongan? Kita bisa bantah, “tidak” karena apa? Yesus sendiri, dari keturunan Maria, adalah sungguh-sungguh dari keturunan Raja Daud. Jadi, pada waktu kita bicara kenapa silsilah itu penting sekali? Karena Matius ingin menekankan Yesus adalah Raja itu. Dia memiliki hak untuk memerintah sebagai Raja atas umat-Nya, karena itu silsilah dimasukkan di situ. Dan inilah yang menjadi dasar Injil Matius.

Tapi kalau kita bicara mengenai Lukas, Lukas kenapa dimulai dari kelahiran bayi Yesus Kristus? Dan ada domba-domba atau gembala-gembala yang datang, nggak ada orang majus ya, datang kepada Yesus untuk menyembah dia. Karena di sinimau mengatakan Yesus adalah manusia. Manusia punya hari lahir. Dan bahkan Dia adalah manusia yang rendah, yang bisa dikatakan hina seperti para gembala domba itu, karena Dia sendiri lahir di tempat yang begitu hina sekali.

Bagaimana dengan Markus? Markus mencatat bahwa Yesus Kristus tidak memiliki asal, tidak memiliki silsilah. Kita tidak tahu siapa yang menjadi orang tua-Nya, yang ada adalah Dia datang untuk melayani. Mau menekankan apa? Yesus adalah hamba. Hamba yang melayani. Penting tidak diketahui siapa orang tua-Nya? Silsilahnya dari mana? Nggak penting. Yang penting adalah Dia melayani. Makanya Markus mengatakan, “Tidak ada orang tua, tidak ada tanggal lahir, tidak tahu siapa papa mamanya, yang ada adalah Dia melayani.”

Injil Yohanes bagaimana? Dalam Injil Yohanes, ada hal yang lebih berbeda lagi. Yohanes mungkin mirip sedikit dengan Markus, yang nggak membicarakan mengenai Yesus Kristus yang dilahirkan dari seorang ayah dan dari seorang wanita, seperti itu. Tetapi Injil Yohanes memiliki perbedaan yang besar sekali, dengan Injil Markus, karena di dalam Injil Yohanes, ketika berkata mengenai asal mula dari Yesus Kristus, Yohanes memberi tahu asal mulanya. Dan asal mula ini adalah hal yang sangat menggemparkan dan mengagetkan sekali. Karena apa? Ternyata, asal mula Yesus bukan ada pada waktu Maria melahirkan Yesus Kristus. Asal mula Yesus Kristus bukan ada ketika Maria mengandung Yesus Kristus. tetapi asal mula Yesus Kristus ada sejak dari langit dan bumi belum diciptakan. Maksudnya bagaimana? Maksudnya adalah Dia ada dari dulu kala. Tetapi ketika dikatakan “dari dulu kala” itu, dari sejak kapan? Maka Yohanes 1:1 berkata bahwa “Dia ada sejak Allah ada”. Ini kalimat yang nggak terlalu tepat, tetapi yang saya mau katakan adalah karena Allah tidak pernah tidak ada, Allah yang mengakibatkan segala sesuatu ada, Allah yang membuat adanya langit dan bumi dan segala isinya termasuk manusia, maka Yesus sudah ada bersama-sama dengan Allah, dan Dia adalah Allah itu sendiri.

Jadi pada waktu kita bicara mengenai Yesus Kristus, waktu kita berbicara mengenai Dia adalah anak Allah, maka Bapak Ibu, Yohanes ingin mengajak kita melihat “Ini bukan Anak Allah biasa”. Bukan Anak Allah sebagai orang Israel yang menyebut dirinya adalah anak Allah. Bukan seperti kita, yang ketika percaya di dalam Tuhan, berkata bahwa saya adalah anak-anak Allah. Tetapi Yohanes mau mengatakan Dia adalah anak Allah yang berbeda. Bedanya dari mana? Kita semua punya asal-usul, kita semua punya ayah dan ibu, kita punya waktu lahir, kita punya waktu di mana kita mulai disebut dengan anak Allah dalam kehidupan kita, yaitu kelahiran baru yang kita akan lihat nanti di dalam Yohanes pasal 3, ketika kita membahas mengenai sesungguhnya yang kedua.

Tetapi pada waktu kita berbicara mengenai Yesus Kristus, Yohanes mengatakan “Tahu tidak? Kelahiran-Nya di dalam dunia bukan merupakan permulaan keberadaan Yesus Kristus, tetapi Dia sudah ada sejak di dalam kekekalan, karena Dia adalah Allah itu sendiri.” Jadi dengan begini kita mau mengatakan Yesus ada di atas manusia, bahkan Yesus punya kedudukan yang lebih tinggi dari para dewa, kalau para dewa itu ada di dalam dunia ini. Dan karena apa? Dia adalah sumber dari segala sesuatu. Kalau mau pakai istilah yang seringkali dikatakan dalam kondisi, mungkin kemajemukan, banyaknya kepercayaan mengenai Tuhan dalam dunia ini, maka mungkin, izinkan saya pakai istilah “Yesus adalah Tuhan tertinggi”. Nggak ada tuhan lain selain daripada diri Dia, dan tidak ada tuhan lain yang bisa dikomparasikan dengan diri Dia.

Lalu kenapa Dia ada di dalam dunia ini? Karena inkarnasi. Kenapa Dia mau inkarnasi? Karena Dia ingin menebus dosa manusia. Tapi pada waktu Dia datang ke dalam dunia, ada orang yang mengenal Dia tidak? Yohanes berkata “tidak”. Maka itu sebabnya butuh Yohanes Pembaptis untuk mengintroduksi Yesus Kristus terlebih dahulu. Makanya kalau Bapak Ibu baca Injil, di situ dikatakan “Ada suara di padang gurun yang berteriak-teriak mengatakan “Luruskanlah jalan bagi Tuhan. Bertobatlah! Jangan engkau binasa, karena Kerajaan Allah sudah dekat.”” Itu tujuan dari Yohanes Pembaptis datang. Untuk memberitakan tentang siapa? Allah. Siapa yang menjadi Allah yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis? Kalau Bapak Ibu melihat di dalam ayat 29 dan seterusnya, di situ Yohanes berkata Yesus adalah Allah itu. Dia adalah Anak Domba itu, yang datang ke dalam dunia untuk menghapus dosa dunia ini, atau dosa manusia. Dan ketika murid-muridnya ada bersama-sama dengan Yohanes Pembaptis dan ketika Yohanes melihat Yesus lewat, Dia berbicara kepada muridnya berkenaan tentang itu, muridnya kemudian mengikut Yesus dan tinggal bersama dengan Yesus Kristus. Dan hari itu mereka menjadi murid Yesus Kristus.

Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan, jadi dari sini kita bisa melihat Yohanes menjadi pembuka jalan. Yohanes menjadi satu tanda penunjuk kalau orang yang datang sesudah diri dia, bukan sekedar manusia biasa, tapi Dia sungguh-sungguh adalah Anak Allah untuk menebus dosa manusia. Dan murid-muridnya sendiri, itu melihat dan mengamini apa yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis, yang menjadi guru mereka. Saya lihat, ini bukan hanya peran dari Yohanes saja, tetapi ini adalah peran dari setiap orang Kristen yang sudah mengenal Yesus Kristus dalam hidup mereka atau dalam kehidupan kita, yaitu menjadi pembuka jalan. Menjadi satu penunjuk bagi orang akan siapa Yesus Kristus. Kita tidak bisa berkata kepada orang-orang dalam dunia, “Kalian ingin tahu siapa Yesus? Baca dong Alkitab.” Tetapi kehidupan kita nggak mencerminkan ada Kristus yang hidup dalam diri kita. Tidak ada kasih, tidak ada pengampunan seperti itu dalam kehidupan kita. Nggak mungkin kita bisa lakukan itu. Tapi kalau orang melihat kehidupan kita, ada Kristus hidup dalam diri kita, seperti yang Paulus katakan, “Bukan lagi aku hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam diriku.” Maka saya percaya, kehidupan kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Tetapi bukan dari sisi kasih saja, bukan dari sisi perbuatan baik yang kita lakukan saja, tapi dari sisi kita berkata, “Tahu tidak rahasianya adalah karena Kristus hidup di dalam diriku, bukan karena kekuatanku tetapi karena Kristus yang memberi kekuatan untuk saya hidup di dalam kondisi seperti ini.” Jadi kalau engkau ingin diberkati oleh Tuhan, kalau engkau ingin punya damai sejahtera yang sejati di dalam hidupmu, kalau engkau ingin betul-betul diperdamaikan dengan Allah yang suci dari dosa-dosamu, datanglah kepada Yesus Kristus. Karena hanya di dalam Yesus Kristus kita bisa mendapatkan kebenaran ini, karena hanya di dalam Yesus Kristus kita bisa mendapatkan kebenaran ini, mendapatkan kepastian ini, mendapatkan kehidupan dalam hidup kita atau kehidupan yang kekal itu.

Nah dari pengertian ini, saya mau ajak Bapak Ibu masuk ke dalam Yohanes 1:51, apa yang dimaksudkan Yesus Kristus ketika Ia berkata “Aku berkata kepadamu sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah akan turun naik kepada Anak Manusia.” Bapak, Ibu boleh kembali bandingkan dengan Kejadian pasal 28. Di sini dikatakan Yakub bermimpi ketika dia pergi dari Kakaknya yang berusaha membunuh diri dia. Lalu ketika dia bermimpi itu dia melihat ada tangga yang menghubungkan dari bumi ke surga lalu malaikat naik dan turun kepada tempat itu, dari surga ke bumi ini. Nah kemudian di situ ada janji Tuhan, Bapak Ibu bisa baca dari ayat yang ke 13, “Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkauakan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”

Nah Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, di sini ada hubungan antara apa yang dikatakan oleh Yesus dan yang terjadi dengan Yakub; yaitu berkaitan dengan satu hal yang sangat penting, di mana Yesus mau mengatakan bahwa di diri Dia lah yang menjadi penghubung antara manusia dengan Allah dan diri dia lah yang menjadi janji Tuhan boleh digenapi di dalam kehidupan manusia. Jadi, kalau saya katakan ada beberapa hal yang Bapak, Ibu bisa lihat di bagian ini. Pada waktu Yesus Kristus berkata bahwa “engkau akan melihat kepada hal-hal besar yang terjadi di sini”, maka Yesus mau mengatakan tahu tidak, kalau Yakub adalah seseorang yang begitu besar yang ada di antara engkau, Abraham, Ishak dan Yakub. Yakub mendapatkan mimpi yang begitu luar biasa sekali, melihat Malaikat Allah turun dan naik di dalam hidup dia. Aku akan menyatakan hal yang lebih besar lagi kepada Engkau. Hal yang lebih besar itu apa? Pertama adalah, pada waktu murid-murid mengikut Yesus bahkan sebelum murid-murid mengenal Yesus, maka Alkitab mencatat ada begitu banyak malaikat yang  naik-turun dari surga ke bumi untuk memberitahukan siapa Yesus Kristus.

Nah pada waktu murid-murid sudah mengikut Yesus Kristus, maka di situ Yesus, mungkin kita bisa katakan, mau mengatakan bahwa “Kuasa yang Aku lakukan itu bukan kuasa yang bersumber dari diri-Ku”, tetapi bersumber dari Tuhan Allah sendiri yang diberikan kepada diri-Nya untuk melakukan begitu banyak tanda. Dan kalau kita mau bandingkan, –mungkin dengan Galatia– maka di situ Yesus juga, ketika mendapatkan pengertian sebagai Manusia yang sejati, Dia mendapatkan pengertian dari malaikat yang menyatakan wahyu kepada diri Dia, walaupun kita mengerti bahwa Dia adalah sumber dari wahyu itu sendiri. Karena di dalam Alkitab ada bicara tentang malaikat juga menjadi pemberita wahyu dari Tuhan.

Nah, dari mana? Mungkin kalau Bapak, Ibu mau baca, dari peristiwa transfigurasi. Di dalam peristiwa transfigurasi, memang bukan malaikat yang muncul di situ, tetapi yang muncul di situ adalah Elia dan Musa. Dan Yesus ada di situ bersama dengan Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Lalu apa yang terjadi? Pakaian Yesus berubah dengan begitu terang sekali, lalu mereka berbicara. Apa yang mereka bicarakan? Mereka berbicara satu hal yaitu berkaitan dengan peristiwa kematian dari Yesus Kristus di atas kayu salib. Banyak penafsir yang baik mengatakan Yesus datang untuk menebus dosa manusia. Dan kapan Yesus mulai membicarakan hal itu? Setelah Musa dan Elia bertemu dengan Yesus Kristus dan membicarakan hal ini, yang dikonfirmasi oleh Tuhan Allah sendiri bahwa, “Ini adalah Anakku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia!

Jadi pada waktu kita bicara mengenai malaikat yang naik turun, mungkin malaikat bukan hanya berbicara mengenai kuasa yang bersumber dari Tuhan di dalam pelayanan Yesus Kristus, tapi malaikat juga mau menyatakan bahwa Firman yang disampaikan oleh Yesus bersumber dari Tuhan sendiri. Tetapi hal yang lebih penting lagi adalah bukan hanya Firman itu bersumber dari Tuhan, bukan hanya kuasa itu bersumber dari Tuhan, bukan hanya bahwa Yesus Kristus adalah yang menjadi –mungkin kalau tipologi dari Yakub di dalam Perjanjian Lama– yang mendapatkan janji Tuhan itu. Yang lebih penting adalah Yesus adalah “Penghubung” itu sendiri. Dia adalah “Tangga” itu sendiri. Kalau orang ingin datang kepada Bapa, kalau orang ingin memiliki hidup yang kekal, nggak ada jalan lain di mana kita bisa mendapatkannya kecuali hanya di dalam Yesus Kristus. Dan Bapak, Ibu bisa melihat itu ketika kita satu per satu mulai membaca dari Injil Yohanes mengenai kata “sesungguh-sungguhnya” itu, kita akan makin dibuka untuk melihat lebih jelas lagi apa yang dikerjakan oleh Yesus dan kuasa yang dimiliki oleh Yesus dan tanda yang dilakukan oleh Yesus adalah sesuatu yang memang bersumber dari Tuhan karena Dia adalah Tuhan itu sendiri.

Lalu, selain itu ada kata yang penting di sini: “Anak Manusia”. Anak Manusia ini mau berbicara mengenai apa? Ini adalah satu istilah yang secara khusus merujuk kepada Yesus Kristus di mana Yesus mengutip dari kitab Daniel, pasal yang ke-7. Dan Daniel berkata, “Aku melihat Anak Manusia yang datang di atas awan-awan.” Dan Yesus berkata Dia adalah Anak Manusia itu. Jadi pada waktu Yesus bicara saat ini, maksudnya adalah Yesus mau mengatakan bahwa Dia adalah penggenapan nubuat di dalam Perjanjian Lama mengenai siapa Dia itu. Tetapi di sisi lain, kita juga bisa mengerti: kalau Bapak, Ibu ingin mengetahui bagaimana manusia sesungguhnya hidup, bagaimana manusia sesungguhnya berperan dalam hidup dia, lihatlah kepada Yesus Kristus. Karena Dia bukan sekadar manusia seperti manusia umumnya tapi Dia adalah “Manusia yang satu itu”, di mana semua manusia harus merujuk kepada diri Dia.

Jadi itu sebabnya pada waktu kita baca misalnya di dalam Roma 8:29. 28 ayat yang terkenal di mana di dalam ayat 28 dikatakan bahwa, “Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia”. Tapi di dalam ayat 29 dikatakan supaya apa? “Kita menjadi seperti yang sulung itu, Anak Allah, yaitu Yesus Kristus.” Jadi, Yesus menjadi rujukan di dalam hidup kita. Bapak, Ibu selalu berpikir kan untuk hidup kudus? Bapak, Ibu pernah berpikir nggak, “Bagaimana saya ingin menjadi seperti Allah? Bagaimana saya hidup di dalam pengudusan?” Caranya adalah: lihatlah kepada diri Yesus Kristus, hiduplah seperti Yesus hidup, lakukanlah apa yang Yesus ajarkan. Itulah artinya menjadi orang yang seperti Allah atau seperti Kristus dalam hidup kita, karena Dia adalah “Manusia itu” yang boleh menjadi teladan bagi kita.

Tapi hal yang lain juga Bapak, Ibu boleh lihat, bukan cuma bagaimana saya kudus, tetapi Bapak, Ibu harus melihat apa yang dilakukan oleh Yesus ketika Dia ada di dalam dunia. Tadi saya kutip sedikit mengenai Yohanes Pembaptis, saya akan tutup dengan bagian ini; ketika Yesus datang ke dalam dunia, Yesus mencari manusia. Ini adalah sesuatu kebenaran yang menyatakan bahwa orang kalau mau datang kepada Allah, tanpa Allah mencari manusia, nggak mungkin ada satu orang yang bisa datang kepada Allah. Ini prinsip ya. Hanya Allah yang bekerja dalam hati orang yang membuat orang bisa meresponi Allah. Makanya kalau kita baca dalam Injil Yoh. 1 tadi sebelumnya, apa yang Yesus lakukan? Yesus datang mencari Filipus, Yesus datang mencari Andreas dan salah satu teman itu ditafsirkan Yohanes sendiri. Walaupun Yohanes pembaptis berkata “inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”, lalu kedua murid ini mengikuti Diri Dia tetapi kenapa Yohanes bisa menunjuk Yesus Kristus Anak Domba Allah jikalau ada Yohanes dengan Andreas bersama dengan diri Dia? Karena Yesus lewat depan dia untuk memanggil Andreas dan Yohanes itu. Lalu Yesus memanggil Filipus. Dan Yesus kemudian, melalui panggilan itu, memanggil Petrus dan memanggil Nathanael.

Saya mau berkata seperti ini, pada waktu kita ingin menjadi seperti Kristus dalam hidup kita, maka hal yang kita perlu pentingkan pertama adalah kita harus mengerti, semua kesempatan kita untuk bisa memenangkan jiwa itu bukan bersumber dari kita, tetapi dari Tuhan Allah sendiri. Tetapi kita yang sudah menerima anugerah penebusan dari Yesus Kristus, kita nggak mungkin bisa diam seperti Andreas yang tidak mungkin bisa diam, seperti Filipus yang tidak mungkin bisa diam. Ketika Andreas tahu Yesus betul-betul Mesias, dia langsung pergi cari Petrus, bawa Petrus kepada Yesus Kristus. Ketika Filipus melihat dan tahu bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dia langsung pergi cari Nathanael dan membawa Nathanael kepada Yesus Kristus.

Nah Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, sudahkah kita mengenal Kristus? Sudahkah kita memiliki Yesus? Sudahkah kita mendapatkan penebusan di dalam Kristus? Sudahkah kita mengenal Allah yang sejati dalam hidup kita? Sudahkah kita melihat bahwa tanda itu merujuk kepada Yesus Kristus dan Dia adalah satu-satunya jalan yang mempertemukan dunia yang berdosa dengan Allah yang suci ini. Kalau kita sudah melihat itu semua, saya berdoa dan mendorong Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, belajarlah seperti Andreas, belajarlah seperti Filipus dan belajarlah seperti Yesus Kristus yang ketika Dia dalam dunia ini, Dia pergi mencari orang datang kepada Dia. Dan murid-murid melakukan hal ini dalam hidupnya. Kiranya Tuhan boleh memberkati kita ya melalui firman Tuhan pada hari ini. Mari kita masuk dalam doa, lalu kita mempersiapkan diri kita untuk menerima perjamuan kudus pada pagi hari ini.

Bapa di Surga, kami sungguh bersyukur ada Tuhan yang boleh menyatakan diri bagi kami. Ada Tuhan yang bukan hanya menyatakan diri kalau diri-Nya adalah Tuhan, tapi Tuhan yang boleh menyatakan diri kalau diri-Nya adalah Juruselamat, diri-Nya adalah Penebus, diri-Nya adalah satu-satunya jalan. Dan melalui jalan itu kami boleh diperdamaikan dengan Allah yang suci dari dosa-dosa kami. Kiranya Engkau boleh tolong kami ya Tuhan untuk terus menguduskan kehidupan kami. Tapi kami tidak hanya berhenti dengan diri kami sendiri, tapi kami boleh menjadi seperti Kristus yang datang untuk mencari jiwa yang terhilang, kami boleh menjadi seperti Andreas dan Filipus yang mencari jiwa yang terhilang dan membawa kepada Yesus Kristus sehingga hidup kami boleh menjadi berkat. Bukan hanya berkat bagi diri kami saja, bukan hanya menjadi berkat untuk menolong dan membantu orang di dalam hal materi saja tapi kami boleh menjadi berkat dengan membawa orang mengenal kepada Kristus dan hidup diperdamaikan dengan Allah yang suci. Tolong sertai ya Tuhan setiap kami. Dan biarlah kami boleh mengamini bahwa memang Yesus Kristus sungguh-sungguh adalah Pribadi itu yang dijanjikan oleh Tuhan, yang telah melakukan hal-hal yang besar bagi kami karena Engkaulah satu-satunya jalan yang membuat manusia berdosa dimungkinkan untuk terhubung dengan Allah yang suci. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (HS)