Nenek Moyang Yesus Kristus, 22 Desember 2024

Nenek Moyang Yesus Kristus

Mat. 1:1-17

Bapak, Ibu, Saudara sekalian, sebagai manusia, kehidupan kita itu begitu unik, begitu berharga dan kita patut mensyukuri kehidupan kita sebagai manusia di dunia ini. Meskipun banyak alasan yang diberikan oleh dunia yang berdosa ini untuk pada akhirnya kita bersedih, untuk pada akhirnya kita membenci kehidupan ini atau menyesali segala perbuatan kita atau tidak suka di dalam dunia ini, tetapi pada dasarnya, Allah yang sudah menciptakan kita sebagai manusia, kita boleh ada di dalam dunia ini, kita patut bersyukur karena anugerah Tuhan itu begitu melimpah. Meskipun kita bisa melihat bahwa dosa begitu melimpah dalam dunia ini, tetapi anugerah Tuhan jauh lebih melimpah di dalam dunia ciptaan-Nya.

Alkitab menjelaskan bahwa dunia ini pun diciptakan dengan kuasa Tuhan yang begitu besar, yaitu dengan Firman Tuhan. Ketika Tuhan mengatakan jadilah terang, maka terang itu jadi dengan kuasa firman-Nya. Ketika Tuhan menyatakan jadilah cakrawala, maka cakrawala itu pun jadi. Ketika Tuhan menciptakan dunia ini, kemudian Tuhan memerintahkan kepada tanah, “hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, biji-bijian, segala jenis pohon buah-buahan!” dan terjadilah demikian dengan kuasa Firman Tuhan. Juga Allah memerintahkan kepada air, “Hendaklah dalam air itu berkeriapan makhluk hidup!” maka jadilah ikan-ikan; burung beterbangan melintasi cakrawala dan juga “hendaklah bumi mengeluarkan segala makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar!” maka semua itu nurut sama Tuhan. Semua itu Tuhan ciptakan dengan Firman Tuhan yang begitu berkuasa.

Tapi ketika Tuhan menciptakan manusia, Bapak, Ibu, Saudara sekalian, bukan saja Tuhan menciptakan dengan kuasa firman Tuhan tetapi Tuhan sebelumnya mau menciptakan manusia itu berbicara dengan Pribadi lainnya di dalam diri Allah Tri Tunggal. Allah itu satu, tetapi Alkitab menyatakan Allah yang sejati itu ada tiga Pribadi yang berbeda dan itu sudah dinyatakan di kitab Kejadian, kitab pertama dari Alkitab. Dan waktu mau menciptakan manusia, Tuhan berbicara kepada diri-Nya sendiri “Baiklah Kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Kita”, laki-laki dan perempuan diciptakan mereka untuk apa? Untuk berkuasa atas makhluk ciptaan yang di bawah bumi ini.

Manusia diciptakan secara berbeda karena apa? Karena bukan saja dari Firman Tuhan yang begitu berkuasa, tetapi dari pekerjaan Allah Tri Tunggal yang sangat khusus yang Tuhan nyatakan. Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling unik dan manusia dikatakan oleh Tuhan juga supaya dia berkuasa. Maka yang berkuasa itu dilambangkan sebagai mahkota, maka disebut juga manusia sebagai mahkota ciptaan tuhan, karena apa? Karena paling tinggi di antara seluruh ciptaan Tuhan lainnya baik itu planet-planet, bintang- bintang, gunung, lautan, hewan maupun tumbuhan tidak ada yang lebih berharga dibandingkan dengan manusia. Meskipun gunung-gunung itu begitu besar, begitu agung, begitu indah. Planet-planet itu begitu indah, begitu ajaib, begitu tak terbayangkan oleh kita, tetapi tidak ada yang bisa mengalahkan keberhargaan manusia yang Tuhan ciptakan.

Maka dari itu Bapak, Ibu, Saudara, kita tidak boleh menghina sesama manusia, selain apa? Selain ketika kita melihat manusia itu berdosa di hadapan Tuhan. Tuhan tidak pernah menghina manusia dengan segala keberadaannya, tetapi karena apa? Karena dosanya. Tuhan menghina dosa seseorang, Tuhan juga menentang dosa seseorang, dan Tuhan juga menentang orang-orang yang terus berbuat kejahatan, menghina kejahatan yang dilakukan oleh manusia. Tetapi dasar dari manusia itu diciptakan oleh Tuhan, gambar dan rupa Allah, meskipun juga akhirnya sudah rusak, Tuhan tetap mengasihi manusia yang Tuhan sudah ciptakan dan sudah jatuh ke dalam dosa. Tuhan mau membentuk manusia itu untuk bisa bertumbuh dan hidup lebih baik lagi di tengah dunia yang berdosa ini. Semua jiwa berharga dimata Tuhan dan itulah tugas kita sebagai orang Kristen untuk mengasihi sesama manusia layaknya Tuhan mengasihi seluruh umat manusia.

Nah baru-baru ini Bapak, Ibu, Saudara sekalian ada berita di Jakarta ada empat orang tunawisma. Jarang sekali ya cerita-cerita yang menyoroti orang-orang yang tunawisma atau tidak punya rumah atau homeless. Kemudian diwawancara mereka, ada seorang lansia, ada sepasang suami istri dan satu orang yang lain. Dan ketika mereka diwawancarai, itu mereka hidup di bawah kolong jembatan ya, jembatan ruas TB Simatupang di Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka tinggal di sana karena apa? Tidak punya tempat tinggal. Mereka tinggal di sana karena apa? Karena bagi mereka ini cocok untuk bisa berlindung, bisa tidur di sana dan hidup di sana. Ini merupakan realita yang sebenarnya menjadi realita yang cukup membuat kita dapat bersedih hati karena di tengah-tengah dunia yang berdosa ini dunia betul banyak masalah dan juga banyak manusia yang hidupnya itu menderita bahkan lebih terpuruk dari banyak orang lainnya.

Dan dengan realita seperti ini, kita sebagai seseorang yang Tuhan panggil untuk mengasihi sesama, setidaknya kita memikirkan solusi yang lebih baik untuk mereka yang tertindas atau mengalami kesulitan yang besar. Kita ingin agar manusia itu menjadi manusia yang lebih baik lah, jangan sampai manusia itu berada di bawah ciptaan Tuhan yang lainnya. Manusia harusnya hidup layak dan baik tetapi manusia yang kehidupannya buruk dan malang akibat dosa, setidaknya kita mau terus menolong dan memperbaiki.

Nah kemudian empat tunawisma ini kenapa bisa masuk berita Bapak, Ibu, Saudara sekalian? Karena ada seseorang melaporkan, ketika dia melihat di kolong jembatan tersebut kok ada tempat tinggal atau barang-barang manusia di sana, terus ada orang tinggal di sana, dia laporkanlah kepada pemerintah. Terus pemerintah kecamatan dan dinas sosial, panti sosial, berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut karena bagaimanapun orang itu tidak layak hidup di bawah kolong jembatan. Bagaimanapun ada solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menolong atau memperbaiki kehidupan seseorang yang begitu terpuruk.

Memang banyak kisah-kisah yang kita tahu juga selain orang yang tunawisma. Banyak juga orang yang begitu miskin, begitu terpuruk ya. Ada orang-orang yang sampai tinggalnya itu di pasar, Bapak Ibu sesuatu sekalian, ya. Tidur di pasar yang satu, tidur di pasar yang lain. Atau ketika malam hari ada ruko-ruko yang tutup, ya, kemudian ada terasnya, mereka tidur di sana, ya, untuk bisa melanjutkan kehidupan. Banyak sekali di dalam dunia yang Tuhan ciptakan ini karena keberdosaan manusia, karena ulah manusia sendiri, ada penderitaan, kemudian ada sakit dan maupun kematian.

Ketika empat tunawisma ini, Bapak Ibu sekalian, ya, diwawancarai kenapa bisa tinggal di situ selama beberapa lama waktunya, dan mereka katakan bahwa ini adalah dampak dari COVID-19. COVID-19 mereka kehilangan pekerjaan, mereka juga harus mencari pekerjaan yang di mana penghasilannya sangat minim sekali. Mereka butuh pertolongan dari sesama manusia. Dan sebenarnya kita bisa lihat juga di sekitar kita, Bapak Ibu sekalian, kita bisa sebut bahwa ada orang-orang yang “kurang beruntung”, ya. Secara jasmani, secara fisik itu kurang beruntung dibanding kita. Meskipun kita tahu juga, kita bisa melihat ada yang secara jasmani maupun secara rohani.

Kita bisa lihat demikian, tetapi kita pun punya panggilan bahwa kita diminta atau diperintahkan Tuhan untuk mengasihi sesama manusia, siapa pun mereka. Terutama untuk orang-orang yang tertindas, ya. Maka sebagai orang Kristen hidup kita tidak mudah. Kita bukan hidup hanya beribadah di gereja saja, tetapi kita hidup juga bermasyarakat, dan menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar kita. Maka dari itu, gereja pun atau diri kita secara personal, kita pun bisa melakukan pelayanan diakonia. Atau di dalam GRI Pusat pun ada yang namanya Tim Aksi Kasih. Aksi kasih di dalam arti bukan memberikan segala sesuatu kepada mereka yang cukup, atau sudah tidak membutuhkan, tetapi ketika ada yang betul-betul butuh, kita memberikan kasih kepada mereka, pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.

Maka kita juga perlu berdoa agar gereja Tuhan itu betul-betul menjadi terang dan garam di tengah dunia yang penuh dengan kegelapan, keterpurukan, kemiskinan, ataupun hal-hal yang buruk di dalam dunia yang berdosa ini. Kita juga perlu mendoakan bangsa dan negara, Bapak, Ibu sekalian, agar negara juga boleh sejahtera, boleh menolong orang-orang yang berkekurangan, orang-orang yang tidak punya tempat tinggal, orang-orang yang terpinggirkan, orang-orang yang dianggap rendah, sehingga mereka pun setidaknya mendapatkan anugerah umum dari Tuhan yang lebih limpah. Nah, ini adalah tugas kita sebagai orang Kristen, ya.

Mengingat momen Natal ini juga kita diingatkan, Bapak Ibu sekalian, supaya kita bisa memikirkan orang-orang di sekitar kita. Jangan pikirin diri terus. Jangan pikirkan kepentingan diri terus. Momen Natal mengingatkan kita kepada dua doktrin yang utama yang boleh kita ingat sebagai orang Kristen, ya, yaitu tentang pribadi Yesus Kristus. Pikirin Allah. Pikirkan kepentingan Allah. Itu yang pertama, lalu yang kedua adalah pikirkan kepentingan manusia. Doktrin Kristus dan doktrin manusia adalah pesan dari Natal. Kita pikirkan Pribadi Allah yang menjadi manusia. Kita pikirkan kepentingan Allah, kita juga pikirkan kepentingan manusia yang lainnya. Jangan pikirkan diri sendiri, egois. Jangan, ya!

Kita bisa melihat bahwa di lingkungan sekitar kita ada orang-orang yang betul-betul tidak mampu. Bukan menipu seolah-olah dia tidak mampu. Betul-betul tidak mampu hidupnya. Begitu miskin, begitu sederhana. Ada orang-orang juga yang terjebak dalam dosa. Orang-orang yang di penjara. Kita pikir apakah ketika mereka masuk penjara, Bapak, Ibu, Saudara, mereka tidak jadi orang? Mereka tetap jiwa yang berharga di mata Tuhan. Tetap satu jiwa, kok. Bukannya ketika masuk ke penjara itu mereka jadi setengah jiwanya. Kalau kita melihat rumah sakit. Rumah sakit juga ada rumah sakit umum, ada rumah sakit yang spesialis-spesialis bagian tubuh manusia, tetapi ada juga rumah sakit-rumah sakit jiwa. Ada orang-orang yang terpuruk karena sakit mental. Apakah itu bukan jiwa? Apakah itu bukan manusia, kalau mereka itu sakit atau orang dalam gangguan jiwa? Kita pun perlu mengasihi setiap orang di mana Tuhan kasih kesempatan.

Ya, saya pernah juga, ya, kalau di Solo, di Yogyakarta juga ada pelayanan ke Rutan, Puji Tuhan. Kita sebagai gereja Tuhan, secara institusi, kita melayani pemberitaan Firman Tuhan kepada orang-orang di penjara. Kemudian juga, saya pernah melayani juga orang-orang yang sakit gangguan jiwa ketika di Jakarta. Ketika di Jakarta, waktu masih sekolah Alkitab, kunjungi orang-orang yang dalam gangguan jiwa. Agak seram? Agak seram, ya, tapi dia manusia. Malah manusia itu, ya, maksudnya orang yang dalam gangguan jiwa itu, bisa juga ngobrol dan juga bisa memberikan doa berkat. Tiba-tiba saya dikasih doa berkat sama orang tersebut. Tapi intinya adalah kita mengasihi sesama manusia, bukan yang cocok sama kita saja, bukan yang anggota keluarga kita saja tetapi semua orang karena kasih Tuhan, karena berita Natal itu malaikat katakan inilah kesukaan besar bagi semua bangsa. Bagi yang menolak Yesus Kristus, berita Natal adalah kesukaan juga. Bukan hanya bagi kita yang merayakan Natal, mencintai Kristus, mempercayai kelahiran Yesus yang adalah Allah jadi manusia, adalah sukacita yang besar, itu konsep khusus, anugerah khusus, tetapi kasih Tuhan juga dinyatakan secara universal. Dimana Tuhan mau mengasihi manusia secara lebih dekat lagi.

Ketika kita merenungkan manusia juga, Bapak, Ibu, Saudara sekalian, supaya kita bisa melihat bahwa manusia itu begitu berharga, begitu unik ketika Tuhan ciptakan, Alkitab menjelaskan bahwa penciptaan manusia ini bukan saja unik ketika Allah Tritunggal berbicara satu dengan yang lainnya. Bapa memimpin, ya, di dalam rapat, di dalam kekekalan antara Bapa, Anak dan Roh Kudus, “Baiklah kita menciptakan manusia.” Tetapi Tuhan juga, ketika menciptakan manusia ini, penciptaan manusia juga ada berbagai jenisnya. Ada empat jenis yang kita tahu. Mungkin kita sudah pernah dengarkan juga, ya Bapak Ibu sekalian. Pertama adalah kita ketika melihat Adam, Adam diciptakan dari debu dan tanah materi yang sudah Tuhan ciptakan terlebih dahulu. Diambil debu tanah, kemudian diberikan nafas hidup, roh yang dari Tuhan sendiri. Roh Allah menciptakan roh manusia. Kemudian roh manusia ini digabung dengan unsur debu dan tanah, materi. Sehingga kita manusia itu terdiri dari jasmani maupun roh. Dari Tuhan, Rohani. Rohani dan jasmani. Ini penciptaan pertama kali tidak terulang karena tidak perlu berulang. Yaitu apa? Tanpa pria, tanpa wanita, yaitu dengan debu tanah oleh Allah sendiri.

Terus kemudian Adam mengerjakan tugasnya di taman Eden, memberi nama kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Dia berotoritas atas hewan dan tumbuhan. Ada kalanya dia menjadi kesepian dan mencari yang mirip seperti dia itu yang mana. Kemudian Tuhan menciptakan lagi pasangan yang akan menjadi istri dari Adam yaitu Hawa, dengan cara membuat Adam tertidur, ya. Tertidur pulas, kemudian Tuhan mengambil dari tulang rusuk Adam. Kemudian dari tulang rusuk tersebut dibentuklah Hawa. Sama. Dari materi kemudian dihembuskan nafas Allah. Ya. Dengan pria, tanpa wanita, ini penciptaan kedua. Penciptaan yang tidak terulang caranya. Yaitu Adam dan Hawa.

Lalu yang ketiga adalah kelahiran. Kita tahu ya, dengan selnya laki-laki dan selnya perempuan yang sudah Tuhan ciptakan, organ tubuh manusia, kemudian bisa menghasilkan sel yang baru. Ada regenerasi sel, dan juga kemudian menghasilkan sel yang akhirnya Tuhan pakai untuk memperbanyak umat manusia. Yaitu dengan apa? Sel pria dan wanita. Nah ini gabungan ya, pria dan wanita. Inilah yang berulang. Tetapi apakah berarti waktu kita sudah mempelajari tentang SPIK ya, Seminar Pembinaan Iman Kristen dari manusia dan dosa, kita sudah merenungkan tentang penciptaan. Ketika sel manusia laki-laki dan perempuan itu bergabung, Tuhan kemudian mencipta ulang seperti Tuhan ciptakan di Kejadian dari yang tidak ada menjadi ada? Nggak. Tuhan itu melakukan penciptaan satu kali saja, tidak mengulangi penciptaan. Lalu apa yang terjadi ketika sel manusia laki-laki dan perempuan bertemu, kemudian menjadi manusia ya, manusia yang ada kembali? Itu bukan penciptaan berulang, penciptaan terus menerus yang Tuhan lakukan, tetapi itu adalah pemeliharaan Tuhan tentang ciptaan-Nya. Jadi ini adalah cara ketiga tentang bagaimana Tuhan menghadirkan manusia ya, menciptakan manusia. Cara yang Tuhan pakai pria dan wanita.

Dan kemudian yang terakhir, yang di dalam natal ini ya, ini cara yang sangat berbeda dengan cara-cara yang diakui oleh orang-orang sepanjang zaman. Orang banyak percaya penciptaan Adam dengan cara demikian, penciptaan Hawa dengan cara demikian, meskipun ada orang-orang Kristen juga; Kristen liberal, yang tidak mau mengakui keajaiban atau hal-hal supranatural di dalam Alkitab mengatakan, itu bukan cerita sungguhan, kisah Adam dan Hawa itu bukan kisah yang betul-betul terjadi, itu cuma gambaran saja, itu cuma puisi dari Musa. Tapi kita percaya itu betul-betul secara historis. Ya kebenaran Alkitab itu. Dan kemudian sejarah begitu banyak orang mempercayai kelahiran. Padahal itu pun supranatural. Karena apa? Karena dia bisa lihat kok, betul-betul dari manusia. Dari manusia kemudian datang lagi manusia yang lain. Tuhan tidak mencipta, itu memang natural ya. Dan mereka bisa mempercayai hal tersebut.

Tetapi ketika sudah banyak terjadi kelahiran dalam dunia ini, Tuhan sengaja lagi menciptakan manusia dengan cara yang ajaib, yaitu ketika Yesus Kristus hadir di kandungan Maria. Anak dara Maria dikandung dari Roh Kudus. Jadi bagaimana Yesus Kristus lahir? Dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, maka ini adalah penciptaan metode yang ke-empat, yaitu tanpa pria tapi dengan wanita. Tanpa pria tetapi dengan wanita. Ini bertentangan atau kontras seperti penciptaan Hawa ya. Hawa itu dengan pria tanpa wanita. Tetapi Yesus Kristus, tanpa pria tetapi dengan wanita. Wah bagaimana ya kita mau percaya hal ini? Nggak percaya lah cuman tulisan doang, kalau kita mau ibaratkan diri kita sebagai orang awam, orang ateis, orang yang tidak percaya segala hal yang natural, bagaimana kita bisa mempercayai natal? Ya, bagaimana Allah menjadi manusia dikandung dari Roh Kudus lahir dari anak dara Maria?

Nah kenapa Tuhan memberikan empat jenis penciptaan ini dengan cara yang berbeda? Kenapa sih rumit-rumit? Karena memang 4 jenis penciptaan manusia ini ada tujuan atau kebenaran yang Tuhan bagi kita semua. Ada pesan masing-masing dari surga bahwa manusia itu betul-betul kompleks, tidak sederhana, dan begitu indah. Ada tujuan yang Tuhan berikan kepada diri manusia. Ini menunjukkan bahwa hikmat Tuhan begitu agung begitu besar tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dan juga di mata Tuhan itu semua manusia itu begitu penting dan berharga.

Nah Bapak, Ibu sekalian, di antara semua makhluk hidup kita tahu hanya manusia yang diciptakan dari tubuh dan roh. Allah itu Roh, Allah pun tidak punya tubuh sebelum Yesus jadi manusia. Manusia punya tubuh sekaligus roh. Kita punya akal budi, kita punya pikiran dari Allah karena apa? Karena hanya manusia yang diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan. Dan dengan akal budi ini, kemudian kita bisa berpikir tentang sesuatu, mengenal sesuatu, merencanakan sesuatu dan juga kita ingin dengan akal budi ini bahkan kita diberikan anugerah untuk bisa mengenal Tuhan itu sendiri bagaimana. Ya kita sebagai manusia ketika kita mensyukuri hidup kita sebagai manusia, kita ingin mengejar tujuan yang Tuhan ciptakan bagi kita sebagai manusia. Kita diberikan anugerah untuk mengenal Tuhan juga padahal kita manusia. Nah ini adalah anugerah Tuhan juga.

Dan di dalam kehidupan kita sebagai manusia yang kita tahu secara umum, di dalam pelajaran-pelajaran sekolah maupun realita hidup kita, bahwa manusia itu tidak hidup selamanya di bumi ini; hanya 70, 80 tahun kalau kuat bisa 90 tahun, bisa 100 tahun. Berbeda dengan zaman-zaman dulu. Tapi kalau kita mengetahui “wah hidup saya ini terbatas, hidup saya ini tidak selamanya di bumi ini”, maka manusia pada akhirnya dengan akal budinya mulai membuat sesuatu pencatatan, pendataan. Khususnya apa? Khususnya hal-hal yang penting dan juga peristiwa-peristiwa penting maupun hal-hal yang sering kali manusia bisa lupakan. Karena manusia bisa lupa, akhirnya manusia membuat catatan-catatan dari ilmu pengetahuan alam, pengetahuan sosial, dan terus kemudian tentang sejarah-sejarah penting juga. Supaya apa? Supaya manusia mengerti tentang makna hidup manusia di dalam tataran kehidupan manusia ini.

Maka dari itu ada pencatatan, ada silsilah manusia. Dan di sinilah kita bisa lihat ada silsilah dari Yesus Kristus yang ditulis oleh Rasul Matius yang memiliki background pemungut cukai – orang yang dipinggirkan oleh orang-orang Yahudi karena dianggap pengkhianat; orang yang dianggap cinta akan uang; orang yang dianggap pengkhianat– tapi Tuhan angkat dia sebagai Rasul. Dan akhirnya dia melakukan penginjilan kepada orang-orang Yahudi dengan metode apa? Metode silsilah di tulisan Injil-nya ini, Injil Matius. Kenapa? Karena waktu kita belajar soal silsilah Bapak, Ibu, Saudara sekalian, ya setidaknya ada dua manfaat yang kita bisa terima ketika kita belajar silsilah kehidupan kita atau kehidupan manusia, selain silsilah kehidupan Yesus Kristus.

Ya, minimal kita bisa mengingat atau mengenal identitas kita sebagai manusia itu dari mana, ya. Kita tuh ada asalnya, ada start-nya, ada pertamanya, ya, dari mana: orang tua kita siapa? Kita memiliki suku apa? Apakah orang barat atau orang timur? Itu juga mempengaruhi di dalam sedikit banyak, ya, soal bagian tubuh manusia. Kita lahir di zaman apa? Kakek nenek kita siapa? Dan lewat silsilah hidup manusia kita dapat mengenal identitas kita dalam tataran secara fisiologis, secara fisik, ya. Kita bisa tahu tentang diri kita, latar belakang kita, maupun keluarga kita itu background-nya seperti apa. Itu fakta.

Dan seluruh kebenaran adalah kebenaran Tuhan. Apa salahnya mengakui kebenaran kita sendiri? Secara personal lah, “Oh, saya bersuku Jawa”; “Bersuku Batak”; “Bersuku Tionghoa”. Nggak ada salahnya, kan? Apakah itu berarti kita lebih rendah daripada yang lain? Nggak! Cuma kita bisa mengakui manusia itu bermacam-macam, berbeda latar belakang. “Oh, saya betul-betul, ya, mungkin dalam kondisi latar belakang keluarga yang baik” misalkan. Atau “Keluarga saya broken”. Itu pun kita harus akui, “Memang keluarga saya broken, kok”. Tetapi apakah keluarga, latar belakang itu mempengaruhi kehidupan kita? Itu tanggung jawab kita di hadapan Tuhan, ya. Tidak boleh menyalahkan: “Latar belakang saya sudah broken, hidup saya broken!”, ya. Karena keluarga broken pun, itu pasti awalnya pun, dari keluarga yang bisa tidak broken, kan? Adam dan Hawa, ya, itu keluarga yang broken nggak? Ya broken, ya, jatuh dalam dosa. Tapi mereka punya anak, terus berusaha untuk membuat keluarga mereka pun lebih baik, ya. Itu manfaat yang pertama: setidaknya kita bisa mengenal siapakah manusia.

Nah, yang kedua adalah kita bisa mengenal dari atas, ketika mempelajari silsilah manusia, kita bisa mengenal siapakah Allah kita. Karena Allah bekerja di dalam sejarah dan tidak ada sejarah yang lepas dari kedaulatan Tuhan, maka ketika kita lihat ada seseorang saja, di situ ada pekerjaan Tuhan yang Tuhan nyatakan kepada orang tersebut. Mulai dari dia hidup di mana, ya, lahir di mana, suku apa, namanya siapa pun, itu sudah di dalam kedaulatan Tuhan. Waktu kita melihat silsilah manusia, kita bisa juga mengenal Allah yang berdaulat atas kehidupan manusia tersebut. Kita dapat mengetahui bagaimana Allah memimpin sejarah lewat orang-orang tersebut.

Maka waktu kita membaca silsilah Matius, Bapak, Ibu, Saudara sekalian, ya, yang ditulis oleh Matius tentang Yesus Kristus ini, bagi kita itu nama-nama yang mungkin kita tahu sedikit atau tahu banyak, tetapi bagi orang-orang Yahudi, sebagai pembaca utama dari Injil Matius, ketika melihat bahwa Yesus itu anak Daud, keturunan Daud, Yesus itu anak Abraham, keturunan Abraham. Oh, ini adalah nama-nama yang mereka pelajari sejak mereka kecil tentang bagaimana Allah memimpin orang-orang tersebut. Ini adalah nama-nama yang sangat familiar. “Ini bacaan yang saya tahu. Bacaan yang sangat menarik buat saya sebagai orang Yahudi.” Di situlah kenapa Rasul Matius menuliskan silsilah Yesus Kristus dalam bukunya ini, yaitu dia mau mengabarkan Injil kepada orang Yahudi bahwa, “Yesus ini keturunan kamu! Yesus adalah Mesias yang kamu tunggu-tunggu sejak ribuan tahun yang lalu! Dan Mesias itu lahir dari keturunan Raja dan dia adalah Raja Segala Raja!” Inilah yang Matius ingin perkenalkan kepada pembacanya yaitu tentang siapakah Yesus: Dia adalah manusia tetapi Dia juga adalah Allah. Yesus adalah Allah 100% dan Dia juga adalah manusia 100%.

Rasul Matius, ya, melepaskan segala tradisi, budaya dia, untuk pada akhirnya mencatat orang-orang yang dia ingin orang itu baca bahwa, “Ini tuh betul-betul nenek moyang Yesus Kristus.” Rasul Matius nggak harus tulis nama-nama perempuan begitu banyak. Di dalam silsilah Yesus Kristus ini hanya lima nama perempuan yang disebutkan. Dan kalau mau menunjukkan bahwa Yesus itu lahir, betul-betul dari keturunan orang-orang Yahudi, orang-orang Israel, ya, dan keturunan Yehuda, tidak perlu sebanyak itu menyebutkan nama perempuan. Satu saja, yang terakhir, yaitu Maria dan lahirlah Yesus Kristus. Kenapa sebut nama-nama yang lain? Nah, Matius sedang melewati segala latar belakang ataupun budaya Yahudi yang patriakal. Dan Yesus Kristus mau diperkenalkan oleh Rasul Matius dengan secara jelas bahwa Dia ini sudah datang: Mesias ini sudah datang.

Silsilah Yesus Kristus juga Bapak, Ibu, sekalian, ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah betul-betul manusia bagi kita, ya. Secara umum kita membaca tulisan ini, “Oh, berarti Yesus betul-betul manusia.” Sebagai orang Kristen, kita mengakui bahwa Yesus itu adalah manusia karena Allah yang menyatakannya kepada kita bagaimana Allah itu menjadi manusia. Nah, ini adalah iman yang perlu kita miliki untuk bisa kita mengenal Tuhan yang sejati dan diselamatkan dari segala hukuman dosa kita, yaitu bagaimana? Percaya bahwa Allah jadi manusia. Dan ketika Allah jadi manusia, bukan berarti ke-Allahan-Nya itu dikurangi atau hilang atau rusak atau tidak ada sebagian. Tetapi ketika Yesus – yang adalah Allah; yang adalah Roh – kemudian di dalam sejarah Dia menjadi manusia, mengambil natur manusia, Yesus tetap Allah 100% dan Yesus juga adalah manusia 100%. Betul-betul manusia seperti kita. Dia pernah di dalam rahim seorang perempuan. Dia pernah hidup sebagaimana layaknya, baik sebagaimana layaknya kita hidup. Dan Dia punya darah dan daging. Dia itu betul-betul manusia. Yesus menjadi manusia, Dia bukan pakai kostum manusia. Bukan seperti manusia. Yesus itu betul-betul manusia 100%, tetapi di satu sisi Dia juga Allah 100%.

Untuk memahami iman Kristen seperti ini, apakah bisa menggunakan akal budi kita? Apakah bisa menggunakan hikmat manusia? Tidak bisa. Kalau kita masukkan natal ke dalam konsep pikiran kita, hikmat kita, kita akan menolak natal. Tetapi natal ini, ya, kita bisa terima hanya karena anugerah pertolongan Tuhan sehingga hati kita pun mau percaya atas apa yang Tuhan nyatakan, mau percaya atas apa yang Tuhan berikan kepada manusia dan mau percaya bagaimana Tuhan menyatakan jalan keselamatan bagi orang yang berdosa. Di sini lah kita bisa mengenal dwinatur Yesus Kristus. Yesus Allah 100%, Yesus manusia 100%.

Kalau mau lebih rumit lagi Bapak, Ibu, Saudara sekalian, bagaimana Pencipta kemudian mengambil natur ciptaan? Yesus pencipta alam semesta. Dia mau jadi ciptaan sekaligus Pencipta. Ya, Dia pencipta. Dia Allah. Manusia itu ciptaan. Dia mau mengambil natur itu. Itu adalah suatu hal yang tidak mungkin kita bisa masuk di dalam pikiran maupun logika kita. Tetapi Alkitab menyatakan semua itu. Yesus disebut orang atau menyatakan diri secara tidak langsung, “Aku adalah anak Allah. Aku adalah Allah.” Para malaikat menyebut Yesus itu sebagai Anak Allah yang MahaTinggi. Yang kudus dari Allah. Dia adalah Immanuel, Allah beserta kita. Yesus adalah Juruselamat. Dia adalah Tuan segala tuan dan juga banyak orang mengakui Yesus adalah Anak Allah. Pengakuan Petrus menjadi dasar pengakuan dari seluruh orang Kristen. Ya, Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.

Tetapi juga kita bisa melihat bahwa Yesus waktu hidup di dalam dunia ini disebut juga Anak Manusia. Anak Manusia. Dia manusia. Anak Allah. Dia Allah. Dan waktu orang-orang, para teolog menghitung berapa kali sih Yesus disebut sebagai Anak Allah? Berapa kali Yesus disebut Anak Manusia? Hal yang mengagetkan adalah Yesus disebut sebagai Anak Allah kurang lebih 40 kali di dalam Alkitab. Tetapi sebagai Anak Manusia Yesus disebut 40 kali 2. Ya, 80 kali kurang lebih Yesus disebut sebagai Anak Manusia dan menyatakan diri sebagai Anak manusia. Menunjukkan manusia Yesus Kristus ini betul-betul mengasihi manusia yang lainnya. Tuhan Yesus sangat mengasihi manusia sampai Dia rela jadi manusia. Itu adalah makna natal yang begitu indah yaitu mencerminkan kasih Tuhan yang begitu besar.

Bapak, Ibu sekalian, sekarang kita coba renungkan 10 tokoh dari silsilah Yesus Kristus ini secara singkat saja, ya. Waktu kita membacanya kita bisa lihat ada 5 orang laki-laki atau 5 orang wanita yang akan kita renungkan pada hari ini. Yang pertama adalah nenek moyang Yesus Kristus adalah Abraham. Siapakah Abraham? Orang yang beriman yang diagung-agungkan oleh orang Yahudi. Dan bisa disebut juga sebagai orang yang beriman dan menjadi pendiri dari ras atau suku Yahudi. Ini Abraham. Dan Abraham sendiri bukan dari orang yang percaya atau takut akan Tuhan, ya. Tetapi orang dari Ur Kasdim yang di luar umat pilihan Tuhan.

Nah, orang-orang Yahudi menyatakan bahwa mereka itu keturunan Abraham, “Kami ini anak-anak Abraham, kami ini orang-orang yang beriman,” maksudnya, ya. Dan kita pun tahu bahwa Abraham punya iman yang besar ketika dia akhirnya menaati Firman Tuhan, yaitu mengorbankan anaknya yang tunggal yaitu Ishak untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Ini adalah iman yang sangat-sangat besar. Bahkan ditafsirkan juga Abraham memiliki iman kebangkitan. Kalau Tuhan bisa menciptakan manusia dari yang tidak ada jadi ada, ketika manusia itu sudah mati, Tuhan pun bisa membangkitkan manusia itu jadi hidup kembali. Dari tidak ada jadi ada saja bisa, apalagi dari yang sudah mati kemudian hidup kembali. Wah, ada yang menafsirkan demikian ya. Iman Abraham begitu besar.

Tapi kita bisa lihat juga Abraham adalah orang-orang yang berdosa juga, ya. Dia pernah berbohong kepada Firaun. Ketika datang kepada Firaun, terus Firaun tertarik dengan istrinya, Sara dan ketika ditanya siapakah dia, Abraham katakan, “Dia itu saudaraku. Bukan istriku.” Dan akhirnya menipu Firaun dan menjadi sebuah hal yang memalukan juga. Dan kemudian mereka pun, Abraham dan Sara juga pernah menyelesaikan masalah karena dia tidak punya anak, ya, dia selesaikan masalah dengan kekuatan sendiri. Sehingga Sara memberikan Hagar kepada Abraham. Dan Abraham berhubungan dengan perempuan yang bukan istrinya. Berzinah, ya. Abraham orang yang agung tetapi orang berdosa juga.

Kemudian kita lihat tokoh kedua ya, Yakub. Orang yang dipilih dan dikasihi Tuhan dibandingkan saudara kembarnya. Alkitab bahkan menyatakan bahwa Allah mengasihi Yakub tetapi membenci Esau. Atau membenci di bagian ini adalah bicara soal tidak mengasihi Yakub seperti dia mengasihi Esau. Kasihnya kepada Esau itu lebih sedikit, ya, dibandingkan dengan Yakub. Yakub punya hasrat yang kuat terhadap berkat Allah. Dia pekerja keras, dia rajin, dia bahkan sabar menunggu supaya dia bisa memiliki Rahel. Dia tunggu dan bekerja selama 14 tahun kepada Laban. Dan kita bisa lihat meskipun ada sisi positif, tetapi Yakub pun ada sisi negatifnya di mana Yakub pun berdosa di hadapan Tuhan. Dia menipu dan memanipulasi keluarganya untuk kepentingan dirinya sendiri. Dia memanfaatkan keluarganya. Terus kemudian juga Yakub itu bukan saja tidak mengasihi keluarganya atau menipu keluarganya. Dia pun juga poligami. Dia punya banyak istri, dia punya banyak budak perempuan juga dan dia tidak bisa mendidik anaknya dengan baik karena dia favoritisme kepada Yusuf. Itu Yakub. Ya, meskipun kita sebut bahwa, wah, sisilah Yesus Kristus itu dari Abraham, Yakub yang hebat-hebat orangnya, ya, tetapi ada kelemahan juga.

Yehuda, ini juga suatu tokoh yang unik ya Bapak, Ibu, Saudara sekalian, Yehuda adalah salah satu dari anak Yakub. Dan dia adalah seorang pemimpin yang bertanggung jawab ketika saudara-saudaranya dan dia pun membenci Yusuf, adiknya. Saudara-saudaranya ingin membunuh Yusuf, tetapi Yehuda yang melarang saudara-saudaranya untuk membunuh; “Jangan bunuh. Kita kesal, kita benci dia nggak apa-apa tapi jangan sampai kita membunuh adik kita sendiri dan menimbulkan masalah bagi diri mereka sendiri.” Yehuda punya sifat kepemimpinan dan Yehuda juga menjadi suatu garis keturunan para raja. Yehuda dinubuatkan, dikasih berkat bahwa dari keturunan Yehuda lah raja-raja akan muncul, para pemimpin akan muncul yang memimpin bangsa Israel.

Tetapi juga Bapak, Ibu, Saudara sekalian, Yehuda pun orang berdosa. Dia membenci Yusuf, dia juga berdosa kepada Tamar yang adalah menantunya sendiri. Meskipun dosanya ini adalah karena dia ditipu oleh Tamar. Tetapi dosanya adalah dia menginginkan pelacur. Dia ingin tidur dengan pelacur tetapi ternyata pelacur tersebut adalah Tamar, menantunya yang sedang menyamar. Supaya apa? Supaya Tamar itu bisa melanjutkan keturunan dari Yehuda, garis keturunan dari Yehuda dengan cara yang salah. Tamar menipu Yehuda, dan Yehuda pun mau tidur dengan pelacur tersebut sampai Tamar itu hamil dan juga melahirkan anak kembar dari relasi yang tidak benar; antara menantu dan mertua. Mertua dan menantu, kemudian si Tamar melahirkan orang kembar, Peres dan Zerah. Dan nenek moyang Yesus Kristus, Allah sendiri memilih bahwa “Aku pilih dari keturunan mereka”; hubungan yang tidak jelas, hubungan yang berdosa, bukan pernikahan yang baik antara laki-laki dan perempuan yang belum pernah berzinah, tetapi dari mertua dan menantu. Menantu itu hamil, anak kembar, dan Tuhan pilih dari 2 anak kembar ini, yang lahir, yang satu ini, yaitu Peres. Peres dijadikan nenek moyang Yesus Kristus. Ini adalah nenek moyang Yesus Kristus, terdiri dari orang-orang yang betul-betul manusia yang berdosa.

Kemudian Daud ya. Daud juga disebut sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan, the man after God’s own heart, di mana hatinya itu terus mau menyenangkan Tuhan. Hatinya mau dekat dengan Tuhan, mau melihat rencana Tuhan di surga itu apa untuk hidup saya. Kita juga tahu bahwa dia pun pernah gagal, dia meniduri Batsyeba, dia membunuh suami dari Batsyeba, melakukan dosa yang begitu mengerikan dan kejam. Dan dia pun tidak sadar dosanya selama 1 tahun, sampai Nabi Nathan menegur dia dengan perumpamaan. Ini adalah Daud ya.

Kemudian Salomo juga raja yang paling bijaksana di dunia ini. Dia pintar dalam menjalin relasi dengan orang-orang yang bukan seiman, dia pintar hubungan internasional, dia juga pintar organisasi. Talenta berelasi dengan orang yang tidak seiman, talenta merencanakan segala sesuatu, talenta manajemen, ini dimiliki oleh Salomo. Itu hikmat Tuhan yang dimiliki Salomo. Tetapi pada akhirnya pun Salomo poligami, sempat jatuh dalam penyembahan berhala. Salomo pun pernah mengalami ketersesatan di dalam penyembahan berhala itu. Dan ini adalah orang-orang yang ditulis di dalam silsilah Yesus Kristus. Mereka orang-orang besar, tetapi orang-orang berdosa juga. Dan Tuhan pakai orang-orang untuk menggenapkan kehendak Tuhan atau rencana keselamatan di dalam Yesus Kristus. Ini adalah manusia ya.

Lalu kita lihat, yang terakhir ya Bapak, Ibu sekalian ya, 5 nama perempuan yang disebut dalam silsilah ini adalah pertama Tamar, tadi sudah kita bahas ya. Tamar menjadi nenek moyang Yesus Kristus, yaitu seorang menantu yang tega, mau membiarkan dirinya ditiduri oleh mertuanya. Dia menyamar menjadi pelacur, melanjutkan garis keturunan dari Yehuda. Lalu Rahab, seorang wanita Yeriko yang dikenal sebagai pelacur juga. Itu nenek moyang Yesus Kristus. Rahab bukan orang Israel, dia orang Kanaan. Tetapi dia menunjukkan imannya kepada Allah Israel dengan menyelamatkan 2 pengintai. Rahab Tuhan pakai sebagai nenek moyang Yesus Kristus juga.

Lalu Rut ya, Rut juga tapi dia bukan pelacur, melainkan dia wanita Moba – wanita bukan Israel – menjadi nenek buyut dari raja Daud. Tetapi dia bukan orang Israel juga, tetapi dia mau setia kepada Naomi dan Allah-nya Naomi. Dan Naomi adalah orang Israel. Itu pun Tuhan pakai dia menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Banyak orang yang tidak percaya di atas Yesus Kristus sebelumnya ya. Lalu Batsyeba tidak disebut langsung dalam tulisan Matius, tapi disebut sebagai istri Uria. Batsyeba kita tahu, dia pun ibu dari Raja Salomo, yang hubungannya itu dengan Daud adalah hubungan yang berdosa ya, selingkuh. Batsyeba mau diselingkuhi seorang raja, padahal dia punya kuasa untuk menolak untuk berhubungan dengan laki-laki lain. Karena dia punya suami kok, dia tinggal menolak lalu mengemukakan masalah tersebut kepada Uria ya. Tetapi dia pada akhirnya mau tidur dengan Daud.

Tetapi juga kita lihat tokoh Maria ya, ini wanita ke-5 dalam silsilah Yesus. Ibu Yesus, seorang perempuan yang melahirkan Yesus melalui kuasa dari Roh Kudus. Dan Maria tidak disebutkan ya di dalam Alkitab mengenai kelemahannya, meskipun manusia itu tetap berdosa ya. Maria tetap manusia, dia pun berdosa di hadapan Tuhan. Dan ketika Maria menyanyikan pujian Maria, menyanyikan pujian kepada Tuhan di dalam konteks dia mengandung Yesus Kristus, “Jiwaku bersukacita kepada Tuhan karena Allah adalah Juruselamatku.” Berarti Maria pun sadar bahwa saya butuh Juruselamat, dia pun berdosa.

Di sini kita bisa lihat Bapak, Ibu sekalian, 5 tokoh pria, 5 tokoh wanita yang muncul ini, semua itu adalah keberadaan manusia. Manusia itu ada sisi positif, ada sisi negatif. Ada anugerah Tuhan, ada juga dosa manusia di dalam kehidupan dia. Di sini lah kita belajar memandang manusia itu berdasarkan bagaimana Tuhan memandang manusia. Tuntutan Tuhan kepada manusia itu begitu tinggi, “haruslah sempurna seperti Bapamu yang di surga sempurna.” Tetapi Tuhan juga tahu bahwa manusia sudah jatuh dalam dosa, lemah, maka butuh anugerah Tuhan yang menopang kehidupannya dan supaya mereka pun bisa hidup lebih baik di dalam dunia yang berdosa ini.

Kita memandang orang, Bapak, Ibu, Saudara sekalian, ya, jangan terus fokus kepada hal positif sampai kita memuja dia, sampai kita mendewakan orang tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada hal negatif di dalam kehidupan orang tersebut. Tetapi juga kita bukan jadi orang yang terus memandang orang itu hal yang negatif saja, sampai seolah-olah tidak ada positifnya di dalam kehidupan orang tersebut. Kita pandang negatif, negatif, negatif. Kita menjadi orang Farisi yang sombong yang menghakimi orang lain, terus tidak ada kebaikan di dalam diri orang tersebut. Yang layak bagi orang tersebut adalah dibuang. Kita nggak bisa demikian.

Waktu kita berelasi dengan seseorang, ingat, dia itu ada anugerah Tuhan, tetapi dia juga ada dosa yang begitu mengerikan. Ada kelemahan, ada kelebihan. Dan kita belajar menempatkan diri bahwa kalau dia memiliki kekuatan atau kelebihan, kita puji, kita doakan. Kita berdoa supaya Tuhan boleh memakainya lebih lagi. Tetapi, dengan memandang mereka ada kelemahan, justru Alkitab mengatakan kita yang kuat menanggung mereka yang lemah. Kita doakan. Kita tegur. Ada kelemahan ditegur, didoakan supaya mereka bertobat kembali kepada Tuhan dan mengalami perubahan dari Tuhan sendiri.

Nah, ini adalah silsilah dari Yesus Kristus, terdiri dari orang-orang yang Tuhan pakai dan juga orang-orang yang berdosa juga. Nah, Matius mau menunjukkan bahwa Tuhan itu dapat memakai orang-orang yang rasanya tidak mungkin dipakai oleh Tuhan untuk menggenapkan rencana-Nya. Dan di sini lah, ya, salah satu perspektif pesan Natal bahwa kita berdoa agar orang-orang yang lemah, orang-orang yang marginal, orang-orang yang terpinggirkan, orang-orang yang tidak mampu, orang-orang yang cacat fisik maupun cacat mental, mereka pun bisa dipakai Tuhan untuk menggenapkan rencana-Nya. Kita mau mengasihi semua orang di dalam kelebihan maupun kekurangannya. Nah, ini adalah kasih karunia yang Tuhan berikan kepada orang-orang yang marginal, yang dianggap rendah dan khususnya kepada perempuan, Bapak, Ibu sekalian, ya. Pada waktu itu, di konteks penulisan Matius juga, perempuan dianggap kelas 2; tidak perlu dianggap, tidak perlu dihormati sebegitu rupa, tetapi Rasul Matius menuliskan nama-nama perempuan di dalam silsilah Yesus Kristus.

Jadi, kita bisa lihat bahwa silsilah Yesus Kristus tidak terjebak di dalam suku bangsa tertentu atau status sosial atau latar belakang kehidupan orang tertentu. Kalau itu memang fakta, ya, fakta ditulis oleh Matius. Nenek moyang Yesus Kristus terdiri dari bermacam-macam orang. Dan di sini kita bisa belajar bahwa anugerah Allah itu begitu besar kepada orang yang berdosa, sekalipun dosa itu sangat besar. Anugerah Allah boleh nyata kepada seorang pembunuh, seorang pezinah, seorang yang menolak Tuhan. Dan kasih karunia Allah dapat Tuhan nyatakan kepada semua orang yang Tuhan pilih untuk menjadi bagian dalam rencana kekal Allah. Ini adalah kasih karunia Allah yang begitu besar kepada manusia.

Hal yang bisa kita pelajari juga, orang-orang yang Tuhan pilih sebagai nenek moyang Yesus Kristus ini, Bapak, Ibu sekalian adalah mereka yang dipilih untuk menggenapkan rencana keselamatan. Meskipun banyak kelemahan, tetapi Tuhan sendiri akan menuntut, menegur mereka untuk bisa hidup lebih kudus di hadapan Tuhan. Tuhan tidak akan membiarkan orang-orang yang mau dipakai-Nya tenggelam dalam dosa atau terjebak dalam dosa. Tuhan mau memakai kita dan terus menguduskan kita.

Maka, salah satu poin atau manfaat dari pelayanan, Bapak, Ibu, Saudara sekalian adalah pengudusan hidup. Bagaimana kita dibentuk untuk bisa lebih dekat dengan Tuhan dan juga mengikuti pimpinan Tuhan, menaati firman Tuhan, yaitu dengan pelayanan. Pelayanan kepada Tuhan, baik di gereja khususnya, maupun di tempat-tempat lain, kita dibentuk untuk semakin hidup kudus untuk bisa melayani Tuhan, terlepas dari kelemahan kita. Kita ada kelemahan, akui kelemahan itu, barulah kita bisa bertumbuh atau memperbaiki kelemahan-kelemahan kita.

Mari, Bapak, Ibu, Saudara sekalian, ya, di dalam merenungkan Natal ini, hari kelahiran Yesus Kristus ini, kita lebih banyak merenungkan tentang kasih Tuhan Yesus Kristus, kasih Tuhan itu sendiri. Karena semakin banyak kita merenungkan tentang kasih Tuhan, pasti kita juga semakin banyak mengasihi Tuhan maupun sesama. Kita harus bertobat. Jangan menjadi orang yang egois, memikirkan diri sendiri terus. Jangan menjadi orang yang sombong, yang menganggap diri lebih hebat daripada orang lain terus-menerus. Kita jangan jadi orang yang keras kepala juga yang tidak mau berubah, yang merasa cukup dengan kehidupan kita sekarang. Yang harus kita miliki sebagai orang Kristen adalah kehidupan yang bertobat setiap hari. Karena apa? Karena kasih karunia dari Tuhan sendiri. Tuhan sudah memberikan kasih-Nya yang begitu besar.

Mari, kita mengasihi sesama manusia. Jangan berbuat jahat kepada sesama, tetapi mengasihi sesama manusia. Hargai setiap orang. Orang tua, dihargai, dihormati. Tetapi, jangan lupa cintai juga anak-anak, cintai juga bayi-bayi, cintai juga para remaja, para pemuda, orang-orang dewasa, kakek, nenek. Semua itu, ya, kita kasihi. Karena apa? Karena Tuhan pun mengasihi mereka. Latar belakang apa pun. Orang itu punya kebiasaan, dalam arti ya, masih bergumul dalam hal merokok, masih bergumul dalam hal mungkin banyak dosa-dosa yang lain, berbohong, menipu, cinta akan uang, kita dituntut Tuhan untuk mengasihi seperti Tuhan mengasihi. Dan Tuhan mengasihi itu adalah mengasihi manusia yang berdosa juga, bukan mengasihi manusia yang sempurna, tanpa cacat cela. Injil mengatakan bahwa Yesus mati buat dosa-dosa kita, menanggung dosa kita, menebus kita dari segala hukuman dosa adalah ketika kita masih berdosa. Demikian juga kita ya, kita pun mau belajar mengasihi sesama itu ketika dia berdosa. Bukankah itu kasih yang lebih tulus, lebih murni daripada saya akan kasihi kamu kalau kamu baik sama saya, baru saya akan mengasihi.

Tapi kita mau supaya mengasihi manusia yang berdosa juga, tapi bukan berarti kita memanjakan dia, membiarkan dia, mengampuni dia tanpa ada pendidikan ya. Tetapi waktu kita belajar mengasihi dengan sungguh-sungguh seperti Allah mengasihi, itu adalah kasih yang adil atau keadilan yang penuh kasih. Kasih yang mendisiplin. Disiplin yang penuh kasih juga. Ini adalah suatu hal yang sulit kita lakukan. Ya, ketika kita belajar mengasihi dengan kebenaran, menyatakan yang benar dengan kasih ya, dan kita juga perlu ya, belajar mengasihi orang yang menjadi musuh kita. Perintah Yesus ya, ketika Yesus mengatakan bahwa inilah hukum yang terutama, kasihilah Allah dan kasihilah sesamamu manusia, Yesus juga menjelaskan suatu perintah yang begitu mendalam, begitu radikal, begitu di luar pikiran manusia, yaitu Yesus mengatakan, “Kamu telah mendengar perkataan kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Yesus berkata, kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Kasihi musuh. Wah, wah ini susah ya. Perintah yang sangat susah, tapi di satu sisi ini berarti kita bisa melihat bahwa relasi kita itu ada musuhnya. Ya, memangnya hamba Tuhan ini tidak ada musuh Bapak, Ibu sekalian ya? Semua teman gitu ya? Kalau nggak, nggak bisa menjalankan perintah ini dong kalau nggak ada musuh ya. Berarti ada musuh yang berarti apa? Yang berlawanan dengan kita, yang bertentangan dengan kita. Tidak harus dalam konteks kebencian tapi dalam konteks perbedaan pendapat. Ya mungkin kita tidak mengerti pendapat tertentu, ide tertentu dan berseberangan dengan orang yang punya ide yang mungkin lebih baik, dan itu jadi musuh karena ada miskomunikasi. Dan di sini perintah Yesus mengatakan “Kasihilah musuhmu.” Berarti kalau mengasihi harus berelasi dengan dia, kalau mengasihi harus memikirkan dia, kalau mengasihi harus mendoakan dia. Betapa susahnya jadi pengikut Yesus Kristus. Harus mengasihi musuh.

Nah, di dalam renungan, perenungan di dalam khotbah ini, kita memikirkan yang tidak jauh lebih sulit dibandingkan mengasihi musuh ya. Ya, saya inginkan kita semua Bapak, Ibu sekalian mengasihi orang-orang yang terpinggirkan, orang-orang yang dianggap sebelah mata saja. Kalau kita bisa melakukan perintah mengasihi musuh, apa susahnya mengasihi orang yang tertindas, yang nggak punya apa-apa, yang betul-betul terjebak dalam dosa, kita doakan, kita berikan yang bisa kita berikan ya. Kita kasihi orang-orang yang dianggap tidak layak, dianggap berbeda dengan intelektual saya, lebih rendah itu. Berbeda gender. Ya, saya lebih nyaman mengasihi sesama gender gitu ya. Kalau beda gender sudah dicuekin aja. Oh gitu ya? Tetapi kita belajar untuk betul-betul mengasihi orang-orang yang terabaikan, terpinggirkan. Ada orang-orang lansia yang di panti jompo. Ada anak- anak remaja, anak- anak yang masih SD di panti asuhan. Ya, kita bisa mendoakan, kita bisa berkunjung, tidak harus ya menunggu gereja secara organisasi. Karena gereja itu punya dua sifat ya Bapak, Ibu sekalian, satu gereja itu institusional, yang kedua gereja itu organik, ya dinamis. Ya kita bisa bergerak juga sebagai gereja, sebagai pengikut Kristus untuk melakukan perintah Tuhan.

Ya inilah tugas gereja yaitu kita belajar mengasihi semua orang. Orang yang kita kasihi secara umum, baik keluarga kita, orang yang menjadi teman-teman kita, orang yang  menjadi orang-orang yang terpinggirkan ya. Orang-orang yang mungkin bagi kita nggak usah lah dipedulikan. Ya, pengamen yang lewat di lalu lintas, kita jangan lihat “ah ini cuman mengganggu kita saja”, nggak! Itu jiwa, itu manusia. Kalau menolak juga dengan hormat, kalau memberikan uang ke tukang parkir juga berikan dengan tulus. Ya, kalau mau mengabarkan Injil sekalian berikan traktat gitu ya. Itu bentuk kita hal yang kecil, sederhana mengasihi orang itu adalah melihat orang tersebut tuh betul-betul orang yang Tuhan ciptakan. Itu bukan orang yang tidak penting. Orang yang sudah ada di dalam dunia ini semua Tuhan anggap penting. Tetapi kita tahu mereka juga orang yang berdosa, yang sudah melawan Tuhan, yang sudah menjadi musuh Tuhan. Kita pun perlu ya, mendoakan dan juga menegur segala dosa-dosa atau kesalahan mereka juga.

Kiranya sebagai orang Kristen, sebagai pengikut Kristus kita boleh meneladani Yesus Kristus yang bahkan rela menjadi manusia untuk memberikan teladan bagi kita bagaimana seharusnya hidup sebagai manusia. Amin ya. Mari kita sama-sama berdoa.

Bapa di surga, kami bersyukur, kami boleh memiliki Allah yang Maha Kasih. Terima kasih Tuhan untuk kasih yang begitu besar yang Tuhan berikan kepada setiap kami yang berdosa ini, yang lemah, yang tidak layak ini. Yang seharusnya kami dibuang atau dihukum di dalam neraka yang kekal. Terima kasih Tuhan untuk Tuhan Yesus Kristus, Yesus Kristus yang adalah Allah, Yesus Kristus yang adalah Juruselamat kami, yang mau merendahkan diri, yang mau berkorban untuk kami semua menjadi manusia. Terima kasih Tuhan untuk kelahiran Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu, yang begitu mengubahkan kehidupan kami dan konsep kami tentang Allah maupun manusia. Terima kasih Tuhan untuk anugerah Tuhan yang boleh kami terima, ajar kami Tuhan untuk bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati kami dan juga mengasihi sesama kami manusia. Entah itu adalah teman kami, entah itu adalah musuh kami, atau pun orang-orang yang terpinggirkan, orang-orang yang menurut dunia tidak layak untuk dikasihi. Kiranya Tuhan boleh pakai kami untuk menjadi saluran berkat bagi mereka semua. Terima kasih Tuhan untuk firman Tuhan pada pagi hari ini. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami yang hidup kami sudah berdoa dan bersyukur. Amin. (HS)