Jangan Mengandalkan Kekayaan, 15 Oktober 2017

Yak. 1:9-11

Pdt. Dr. Stephen Tong (VCD)

Saudara-saudara, kita sudah mulai tiga kali mentafsirkan akan Buku Yakobus. Satu Buku yang ditujukan kepada orang 12 suku, yaitu satu-satunya bangsa yang dikaruniakan dengan Taurat tetapi bukan supaya mereka melakukan secara sempurna karena itu tidak mungkin, bukan supaya mereka melanggar karena mereka sudah langgar, tetapi supaya mereka mengetahui bahwa perbuatan mereka itu tidak layak menyelamatkan mereka. Taurat diberika supaya manusia mengetahui kekurangan diri, mengetahui dosa diri, dan melalui Taurat kita melihat kesucian, keadilan, dan kebajikan Allah yang sejati itu, sehingga kita mengetahui kita tidak berdaya menyelamatkan diri dan kita menanti pertolongan dari Tuhan pemberi Taurat. Dan Taurat memimpin kita sebagai guru kindergarten untuk membawa kita menuju kepada kebenaran yang lebih, yaitu Perjanjian Baru. Saudara-saudara sekalian, mengapakah di dalam Perjanjian Baru masih ada Buku yang dituliskan kepada orang-orang 12 suku? Adalah supaya mereka mengetahui perbuatan dan iman apa hubungannya. Itu sebabnya di dalam Buku Yakobus, yang maafkan saya katakan, kurang dimengerti oleh Martin Luther, karena Martin Luther mengatakan ini adalah Buku jerami yang tidak bernilai injil karena membicarakan tentang kelakuan. Justru bagi orang Reformed inilah Buku yang penting karena iman tanpa kelakuan itu mati adanya, kelakuan tanpa iman belum pernah membawa manusia kepada Tuhan karena kelakuan yang disebut baik oleh manusia di hadapan Tuhan hanya seperti pakaian yang bercompang-camping saja, maka kita memerlukan Kristus.

Saudara-saudara sekalian, kita sudah membicarakan tentang Yakobus mengadakan tentang ujian, penganiayaan, karena itu sangat berharga bagi ujian iman orang Kristen supaya lebih diteguhkan dan dilatih menjadi orang yang benar-benar membuktikan iman yang sejati tidak akan jatuh. Minggu yang lalu, minggu ketiga, kita berbicara tentang hidup berbijaksana dan berdoa minta bijaksana dari Tuhan. Tapi jangan lupa, Solomon dengan bijaksana meminta bijaksana, dan Solomon dengan bijaksana memakai bijaksana secara menganggap diri sudah bijaksana, akhirnya dia yang sudah berbijaksana ditambah dengan bijaksana dan dia anggap diri bijaksana akhirnya kurang bijaksana, akibatnya adalah dia memakai bijaksana, yang tidak lagi dikontrol oleh Tuhan, menghancurkan bijaksana, dan hidup dan kelakuannya menjadi rusak. Saudara-saudara sekalian, ini semua pengajaran dalam Alkitab yang begitu indah, yang membawa kita masuk ke dalam tempat maha kudus melihat cahaya Tuhan, untuk memaparkan berapa najis, berapa rendah, berapa hina, berapa malu dan berapa tidak layak sebenarnya adalah kita di hadapan Dia. Sehingga kita meskipun sudah diselamatkan dengan gentar, dengan iman kepada Dia dan gentar terhadap diri, kita merendahkan diri untuk senantiasa minta pertolongan Tuhan.

Ini adalah keempat kali kita bicara tentang Yakobus, dan melalui ayat-ayat yang kita baca di sini, dengan terjemahan yang lebih jelas dikatakan “diantara kamu jikalau ada orang yang rendah menjadi tinggi, bersikacitalah. Jikalau diantara kamu ada orang yang tinggi menjadi rendah, juga bersukacitalah. Nah Saudara-saudara, ini merupakan sesuatu peringatan dan sesuatu nasehat kepada orang di dalam dunia fana yang tidak menentu. Sepanjang hidupmu, dengan mata di atas kepala kita sendiri, engkau melihat orang yang dulu miskin sekali mendadak menjadi kaya raya; dan orang yang kaya luar biasa keturunannya menjadi pengemis, apa sebabnya? Ini dunia yang tidak menentu. Karena dunia yang tidak menentu dan kita bukan milik dunia yang fana ini, kita mempunyai satu kedudukan yang sudah dijamin kekal di dalam Sorga. Itu sebabnya mata kita bukan hanya terpikat, hanya terpaku kepada dunia yang sementara ini saja. Kalau kaya, so what? Kalau miskin, so what? Kalau harus miskin nggak apa, kalau terlalu kaya juga tidak apa-apa. Saudara-saudara, inilah pengajaran di dalam dunia yang sementara, mari kita mempunyai sesuatu kepercayaan, sesuatu bijaksana yang sungguh-sungguh mengetahui perubahan dari pada materi begitu faktual, begitu riil, dan begitu sering.

Saya sudah pernah katakan beberapa kali dari mimbar ini, ayah saya salah satu jendral direktur yang terbesar di dalam dua company yang terbesar di seluruh Asia Tenggara. Dan waktu itu kedua company ini berlomba-lomba menjadi raja gula, sehingga setiap tahun kira-kira 80-100 juta dollar yang diraih, setiap tahun, oleh companycompany ini. Dan direktur jendral sebagai seorang general manager itu ayah saya, dan dia dapat 12% saham pada waktu itu, dan dia mempunyai uang yang banyak, boleh membangun rumah yang besar, berpuluh-puluh rumah yang 3 susun dengan batu-batu yang besar; saya lihat sendiri di Amoy. Tetapi beberapa puluh tahun kemudian, itu majikan diantara dua ini, satunya dia punya anak perempuan waktu tua seperti orang gila, miskin luar biasa. Kekayaan itu hanya pinjaman, kemiskinan itu hanya jembatan. Kekayaan itu adalah semacam ujian, kemiskinan itu juga semacam ujian. Tuhan memberikan uang banyak ke dalam tanganmu? Jangan senang, karena Tuhan akan melihat engkau bagaimana diuji dengan kekayaan yang dipinjamkan kepadamu. Tuhan memberikan kesulitan? Jangan susah, karena Tuhan akan melihat dengan janji-Nya engkau akan menjadi emas setelah diuji. Maka orang yang hatinya menilai segala sesuatu dengan ukuran materi, itu bukan orang bijaksana; orang bijaksana tidak akan mengukur nilai dengan harga. Harga bukan nilai, nilai bukan harga. Harga yang tinggi bukan berarti barang itu bernilai. Orang bernilai tinggi tidak tentu harganya tinggi.

Saudara-saudara sekalian, orang yang tidak mengerti nilai dan hanya mengerti harga, itulah orang yang sangat tidak bernilai karena dia hanya mengerti harga. Orang yang mengerti harga, tidak mengerti nilai, adalah orang yang buta rohaninya. Demikian kita melihat orang juga begini. Jangan kelihatan orang kaya kita goyang ekor, karena kita bukan anjing; jangan melihat orang miskin lalu kita mengejek, karena dia bukan anjing. Saudara-saudara, banyak orang miskin mempunyai iman yang kaya, banyak orang kaya mempunyai moral yang miskin. Peribahasa Tionghoa mengatakan “wéi fù bù rén, wéi rén bù fù,” kind man can not be rich, and rich man can not be kind. Saya harap kalimat ini tidak mutlak karena ada juga orang kaya yang baik, Abraham kaya dan dia baik, Daud kaya dan dia baik. Ada orang-orang kaya di dalam Alkitab yang betul-betul mempunyai kerohanian yang baik, tetapi ada banyak orang kaya yang mencapai kekayaan melalui cara tipu muslihat dan keadaan yang tidak jujur sehingga memang kaya datang dari pada ketidakbaikan. Mari kita hindarkan diri dari semua pencemaran diri hanya untuk harga dan membuang nilai. Orang-orang yang dikenal dan dikenang, yang diingat sepanjang sejarah, sedikit orang kaya. Nobel dengan hadiah nobel, dia adalah seseorang yang menemukan TNT, seorang Swedia, seorang yang mengakibatkan dunia ini lebih banyak orang mati karena TNT, karena peperangan, maka sebelum dia mati dia uangnya banyak luar biasa, dia cepat-cepat bikin hadiah nobel untuk membikin orang lupa penemuan dia adalah untuk membunuh, tetapi dia memberikan uang untuk menghadiahkan orang-orang yang bersumbangsih, baik di dalam perdamaian, baik di dalam fisika, baik di dalam sastra, dan sebagainya. Itulah cara menebus diri supaya menjadi orang yang tetap diingat. Sedikit orang yang diingat hanya karena kekayaan. Orang kaya itu kalau tidak mempunyai moral yang tinggi tidak bernilai apa-apa, hanya bernilai untuk dijilat oleh orang-orang di bawahnya. Dan orang-orang kaya yang dijilat oleh bawahannya, setelah dia mati penjilatan selesai.

Di dalam Fables of Aesop ada satu cerita pendek mengandung arti kiasan yang tinggi sekali, saya senang. Dia mengatakan ada seseorang kaya yang gendut luar biasa, kelihatan kalau jalan itu begitu berbobot karena abot. Dia datang ke satu tempat kesenian, ukiran, ukiran-ukiran, patung-patung begitu banyak, lalu dia pilih satu yang dia senang sekali, adalah seorang kaya yang mirip dia. Seperti patung Bali itu, dia sesudah beli, “Wah ini mirip saya, ini pasti luar biasa, begitu gagah, begitu gede.” Lalu dia lihat-lihat lagi, ada satu lagi, lucu juga, seorang kurus yang tua, jenggotnya panjang, kisut semua, kelihatan miskin, sedang menangkap ikan, seorang nelayan. Tangkap ikan, tua, kurus, sampai ini [menunjuk ke tulang rusuk] kelihatan seperti piano, semua kelihatan. Lalu dia datang kepada majikan toko seni, “Ini berapa ini? Ini berapa ini?” Majikan itu menjawab satu kalimat ceritanya selesai, “Kalau you berani beli nelayan itu, yang ini free,” karena nelayan itu ukirannya susah, kisut-kisutnya banyak; di muka ini ada ‘rel-rel kereta api,’ jenggotnya susah bikinnya, ini tulang-tulangnya semua kelihatan, susah bikinnya. Yang gendut gampang bikinnya. Lalu dia mengatakan, “Kalau you mau beli ini, harganya tinggi, kalau ini beli buy one get one, yang itu free.” “Kalau saya beli ini [patung yang gemuk], itu [patung yang kurus] bagaimana?” “You kalau beli ini, itu tetap bayar mahal; tapi kalau beli itu, ini free.”Dia heran sekali. Saudara-saudara, orang yang melihat sendiri begitu berbobot, begitu gemuk, begitu bergaya, ternyata di dalam toko seni itu majikannya anggap nggak ada harganya. “Kalau beli yang kurus, yang susah diukir ini, yang ini free; kalau beli ini, itu tetap bayar mahal,” dia nggakhabis mengerti. Saudara-saudara, Aesop fables merupakan salah satu sastra yang tidak pernah lenyap nilainya dari dua ribu tahun lalu sampai sekarang.

Dan Aesop fable ditulis oleh seorang apa? Seorang budak. Sebenarnya istilah ‘budak’ untuk orang di sini, Indonesia, orang rendah; padahal di dalam konsep saya tidak, karena pada waktu peperangan itu terjadi, maka orang yang kuat militernya menangkap orang yang lemah militernya lalu dijadikan budak, bahkan perempuan-perempuan budak itu ditelanjangi untuk dijual, auction, di dalam pasar, supaya orang lihat cantik tidak, boleh jadi budaknya atau tidak, yang laki-laki ditelanjangi, supaya melihat spier-nya berapa besar, bisa mengerjakan pekerjaan berapa berat. Tetapi jangan lupa, pada waktu Roma mengalahkan Macedonia, Roma mengalahkan Grika, orang-orang Grika dibawa ke rumah menjadi budak, itu banyak orang terpelajar. Sedangkan militer-militer yang kuat luar biasa, kurang ilmunya, sehingga setelah Kerajaan Romawi memperbudak orang Grika, orang Grika memperbudak pikiran orang Romawi. Dan di situ banyak budak yang pinter luar biasa, termasuk Aesop dan termasuk Epictetus, orang-orang ini adalah orang budak tapi pikirannya luar biasa, filsuf, sehingga jangan kira ini tulisan budak, ini keluarga miskin, ini anak-anak yang tidak ada, tidak ada kekuatan ekonomi sama sekali. Banyak otak yang pinter tersimpan di dalam keluarga yang miskin.

Nah Saudara-saudara, dia menulis semua cerita yang pendek-pendek tetapi mengandung kiasan yang luar biasa dalam. Sama artinya di sin, “di tengah-tengah engkau, jikalau ada orang yang rendah menjadi tinggi, bersukacitalah. Jikalau di tengah-tengah engkau ada orang kaya menjadi hina, juga bersukacita,” karena apa? Ini bijaksana. Karena kita di dalam dunia yang tidak menentu, jangan tergantung kepada yang tidak menentu. Di dalam dunia yang fana, jangan yang menjadi sasaran hidup kita adalah hal-hal yang fana, karena di dalam diri kita mempunyai sesuatu penilaian yang berlainan dengan cara penilaian dunia. Yesus Kristus berkata, orang yang dihargai, yang dihormati oleh dunia, menjadi yang dibenci oleh Allah. Hindarkan dirimu dari pada kemuliaan yang fana. Kalau engkau terima puji-pujian disenangi oleh semua orang, semua orang mengatakan engkau baik, Yesus berkata, “Celakalah engkau.”When everybody say you are good, that is a disaster. Semua orang mengatakan engkau baik, itu celaka bagimu. Karena apa? Berarti engkau sudah menyenangkan semua orang, berarti engkau sudah mengkompromikan prinsip, berarti engkau tidak pernah berani mengatakan apa yang benar, apa yang tidak benar,semua-semua setuju. Kalau Yesus mau menyenangkan semua orang, gampang. Kalau Yohanes Pembaptis mau menyenangkan semua orang, gampang. Dia mempunyai bakat fasilitas, fasih dari pada karunia berbicara, Dia bisa menggoncangkan hati manusia berpuluh-puluh ribu di dalam satu saat saja. Yohanes Pembaptis kalau mau menyenangkan orang, gampang, dia berpidato dengan teknik yang tinggi sekali, tapi dia tidak mau. Dia berkata kepada Herodes, “Kau berdosa karena isterimu itu punya saudaramu, mengapa engkau merampas?” Akhirnya kesinggung, orang yang berkedudukan tinggi tersinggung oleh nabi, akibatnya dia tangkap, dia penjarakan, dan penggal kepala dari pada Yohanes Pembaptis karena dia tidak mau menjadi seorang yang semua anggap dia baik.

Saudara-saudara, orang berbijaksana tidak menilai diri, menilai kebenaran, dengan pengertian manusia yang fana. Orang bijaksana mempunyai bijaksana tertentu, bijaksana tersendiri yang berharap kepada Tuhan dan bersasar kepada kekekalan sehingga dia tidak digoncang oleh perubahan dunia ini. Itu sebab dikatakan, di antara kamu kalau ada orang yang kaya menjadi miskin, bersukacitalah. Jikalau ada yang rendah menjadi tinggi, bersukacita. Jikalau engkau mempunyai seorang yang melihat dia sederhana tapi akhirnya mencapai keunggulan besar sekali, jangan heran, jangan iri, dan jangan menghina karena dasarnya orang miskin. Di antara yang kita kenal, Yohanes Surya adalah seorang top di dalam fisika di dalam Indonesia dan di dalam dunia internasional. Profesor Yohanes Surya justru lulus dari pada sekolah negeri, dari kecil, berarti dia tidak ada uang masuk sekolah yang tinggi, dia tidak ada uang masuk sekolah privat, dia orang biasa. Sejarah mencatat banyak orang miskin dan orang biasa yang mempunyai penilaian diri, mempunyai penilaian kebenaran, mereka tidak kompromi dan mereka bisa sukses. Sejarah juga mencatat banyak anak-anak orang kaya membeli diploma, membeli degree dengan cara tidak jujur. Sejarah mencatat banyak orang yang miskin, orang yang sederhana, diangkat oleh Tuhan menjadi orang yang tinggi. Sejarah mencatat banyak orang yang kaya, orang yang mulia di dalam pandangan Tuhan, akhirnya Tuhan menurunkan dia. Maka firman Tuhan mengatakan, di antara kamu, jikalau ada orang miskin menjadi tinggi, bersukacitalah. “Oh, pasti, miskin jadi kaya kok nggak puji Tuhan? Pasti puji Tuhan.” Tapi dibalik, kalau ada orang tinggi yang menjadi rendah, juga bersukacita. Karena apa? Itu kesempatan untuk dia mulai belajar sesuatu. Saya paling takut orang-orang yang nggak pernah gagal, nggak pernah susah, nggak pernah sakit. Orang yang nggak pernah gagal, nggak pernah susah, nggak pernah sakit belum pernah mengetahui kalau dia sangat memerlukan Tuhan, belum pernah mengetahui kalau apa saja yang ada pada dia itu anugerah Tuhan, belum pernah mengetahui dengan tuntas kalau orang lain perlu ditolong, belum pernah mengerti sesama jiwa, kesulitan-kesulitan yang dialami oleh orang lebih rendah. Itu sebab kalau orang yang tinggi menjadi rendah, bersukacitalah.

Satu kali kawan saya tulis surat kepada saya, “kita sekarang mempunyai kesempatan ini, ini, ini, dan kami mungkin meninggalkan rumah yang besar, tinggal di apartemen yang kecil, menurut anda bagaimana? Coba memberikan sedikit nasihat.” Saya langsung tulis surat, “pindah ke apartemen, karena apa?” Anak dia dua bulan yang lalu di dalam kebaktian saya menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan, tapi dari kecil terus tinggal di rumah yang gede, yang enak, yang luar biasa nikmat dan mewahnya, nggak pernah susah, bagaimana menjadi hamba Tuhan? Maka begitu ada kesempatan tanya sama saya, saya langsung mengatakan, “pindah ke apartemen yang sangat kecil itu.” Dia langsung taat, sekeluarga pindah ke situ. Terbatas luar biasa, rasa nggak enak luar biasa, tapi melalui itu, kira-kira 2 tahun, anak itu mulai belajar kesulitan-kesulitan, belajar mengadaptasi semua keterbatasan, dan mulai mengetahui banyak kesulitan-kesulitan orang yang lebih miskin, sehingga akhirnya dia menjadi hamba Tuhan yang baik karena pernah menjadi rendah. Saudara-saudara, kita perlu belajar, belajar apa namanya dibatas. Dari kaya menjadi miskin, sulit. Dari miskin menjadi kaya, enak. Saudara-saudara, kalau satu hari cuma dapat dua ribu, mendadak mulai minggu depan satu hari kasih dua juta, enak nggak? Enak banget. Tapi orang yang setiap hari pakai 2 juta, mendadak mulai minggu depan satu hari 2 ribu, enak nggak? Neraka itu.

Saudara-saudara, nah justru banyak orang hidup di dalam dunia nggak pernah mengetahui kesulitan, maka besok menuju neraka. Seperti apa yang ditulis oleh Alkitab, orang kaya itu pada waktu berada di dalam neraka, dia berkata, “Abraham, tolong aku dengan kirim Lazarus teteskan air di lidahku.” Jawaban Abraham, “di sini kurang air?” Tidak. “Nggak ada transportasi?” Tidak. “Saya tidak bisa lakukan?” Tidak. “Engkau musti ingat, engkau pernah kaya. Engkau harus ingat, engkau seumur hidup enak dan Lazarus susah.” Wah, saya takut lho. Saya membaca Alkitab itu takut karena satu-satunya profesi yang bisa dikerjakan, satu-satunya kerjaan yang bisa dilakukan di dalam neraka yaitu ingat terus dulu pernah enak. Ingat terus, dulu pernah enak. Kalau ingat dulu pernah susah sekarang enak, itu lebih enak dari ingat terus dulu pernah enak sekarang susah. The only thing can be done in hell, remember, you have been rich before; remember, you have been prosperous before. Saudara, itu sebab kita terus menekankan, bukan teologi kesuksesan, bukan teologi prosperity, bukan teologi kekayaan, bukan teologi kemakmuran, tapi teologi pikul salib, sehingga kalau kita sudah membiasakan diri memikul salib, pada satu saat Tuhan memberikan kelonggaran kepada kita, kita bersyukur.Dan orang yang di dalam kelancaran jangan lupa 2 hal, jangan lupa engkau seharusnya tidak menerima semua ini, dan jangan lupa ada orang lebih miskin dari kita. Istri saya paling tahu, kalau saya beli tiket carikan yang paling murah. Lebih murah lagi ada lagi tidak? Kalau beli makanan beli yang paling murah. Bukan yang paling murah terus akhirnya diare, yang paling murah tapi bersih maksudnya. Sampai hari ini, saya semua orang sudah tua, sudah banyak keberhasilan di dalam dunia ini, saya boleh pakai businessclass. Saya melayani Tuhan, dimana saya melayani uang sisa, ini berkat. Saya di GRII, GRII sisa uang, bisa beli tanah; saya di Singapore, Singapore juga sisa. Sekarang GRII di Singapure sudah sisa uang bermiliar-miliar, uang indonesia dan saya melayani 4 tahun, bukan untuk saya. Nah, saya tanya kalau besok saya mati, uang sisa itu untuk apa? Dipakai untuk orang sembarangan karena majelis memutuskan ini untuk uang ini, untuk uang itu; padahal itu di dalam pelayanan saya, saya kumpulkan tapi tidak untuk saya sendiri. Saya sekali lagi berkata, bahkan anak saya yang sekolah di luar negeri, nggak ada satu sen uang sekolah saya ambil dari gereja!

Saudara-saudara, kenapa waktu kita mempunyai keunggulan, kesuksesan, keberhasilan tetap ingat kita tidak layak, kita adalah orang biasa, tetap ingat masih banyak orang lebih susah dari kita? Karena belajar dari firman Tuhan engkau berbijaksana, orang miskin kalau menjadi kaya, tahu bagaimana menghadapi kekayaan yang mendadak datang. Paulus berkata, “aku mengetahui bagaimana memperlakukan diriku baik di dalam kekayaan, maupun di dalam miskin. Waktu aku kekurangan, aku tahu bagaimana mengkontrol diri. Waktu aku kaya bagaimana mengkontrol diri karena aku sudah belajar.”Setiap orang Kristen harus belajar, harus belajar bagaimana mengontrol diri, bagaimana menguasai diri, bagaimana menahan diri, membatas diri, waktu kaya jangan berfoya-foya. Minggu yang lalu, saya dengar satu kalimat, saya sangat kaget, “Pak Tong tahu tidak, orang dulu kalau nikah itu pakai uang berpuluh-puluh juta sudah katanya foya-foya, sekarang pakaian yang di-indent, yang dipesan dari Paris dan tempat-tempat di London, ada yang pakaian nikah itu miliardan,” mau apa? Saudara-saudara, jikalau kaya belajar bagaimana menahan diri, mengontrol diri, membatas diri, “tapi saya dihina sama orang lain, karena banyak orang kaya, mereka melihat kenapa saya pakai pakaian seperti ini”? Tidak apa, penghinaan mereka dihina sama Tuhan kok. Jadi, ‘babu,’ orang jawa bilang babu, nggak apa, nggak usah takut dihina. Aku tidak takut engkau melihat pakaian saya merek apa, “Oh biasa,” lalu engkau menghina?Nggak. Karena saya mempunyai pakaian mulia, pakaian kebenaran firman Tuhan, pakaian kelakuan yang indah yang tidak mungkin engkau hina. Saudara-saudara, saya lihat seorang yang luar biasa kayanya, tapi, dengar namanya saya kaget, ini orangnya yang main pelacur terus-terus. Semua pakaiannya itu merek yang terkenal, named brand, pakaian yang mahal-mahal, tapi membungkus tubuh yang menjadi sarang zinah, saya menghina. Jikalau antara orang, saudara-saudara yang miskin menjadi kaya, bersukacita, ada kesempatan Tuhan memberikan dia kelonggaran, kemakmuran, jangan sombong. Jikalau ada orang kaya mendadak menjadi miskin, bersukacitalah, karena kesempatan Tuhan untuk dia merasakan, mengalami sesuatu yang dia perlu, yang dia nggak pernah tahu.Ini ajaran, di seluruh Kitab Suci ajaran seperti ini Cuma ditempat ini, yang kaya menjadi miskin, berbijaksana, engkau bersukacita. Yang miskin menjadi kaya, bersukacita, engkau bersukacita muliakan Tuhan.

Saudara-saudara, kita memikirkan pada hari ini apa yang disebut kekayaan? datang dari mana? Saya percaya ada 7 macam jalan menjadi kaya. Ada orang menjadi kaya; pertama, karena warisan dari pada harta karun. Ini tidak salah, tidak ada salah dia mendapatkan harta karun karena memang dilahirkan dalam keluarga yang menurunkan sesuatu kepada dia, nggak salahnya dia, ini pertama, to be inheritance, menerima sesuatu yang diturunkan oleh orang yang sudah meninggal dunia dengan kekayaan-kekayaan yang besar, tidak salah. Tetapi harus pandai-pandai memakai uang yang ada padamu. Saya sudah bicara tentang Christians and money, pada langkah-langkah akan datang saya akan bicara gereja dan keuangan. Kita akan pelajari satu per satu hal yang penting, yang sudah prinsipnya semua tercantum di dalam Alkitab. Saudara-saudara, jikalau kekayaan ada ditanganmu, bagaimana menggunakan, itu yang penting dari pada kekayaan itu darimana.

Kedua, harta dan kekayaan datang kepadamu karena menghormati atau pemberian kepadamu. Kita mendapatkan uang dari pada orang yang menghormati kita, mendapatkan uang dari pada pemberikan hadiah kepada kita, ini pun tidak salah. Tidak salah, kalau dihormati. Pada waktu Winston Churcill ulang tahun ke-80, orang Inggris kirim hadiah begitu banyak memenuhi seluruh rumahnya, nggak bisa tampung, nggak ada salah. Karena dia seorang perdana menteri yang paling jujur.Pada waktu Hitler membom London, dengan air mata dia menampilkan diri di BBC,“my people, we are now in trouble, dengan jujur aku berkata kepadamu, musuh kita terlalu kuat. Saya sebagai perdana menterimu,” Churcill mengatakan, “mari kita minta kekuatan dari Tuhan, kita sulit mengatakan musuh yang besar ini.” Dia jujur, sehingga ada orang mengatakan Winston Churcill adalah salah satu perdana menteri dan politikus yang teragung di dalam sejarah abad ke-20 karena dia jujur, sungguh-sungguh bukan menipu rakyat. Sekarang, semua politikus-politikus adalah orang yang paling pintar bermain kata, paling pintar pakai money politic, paling pintar cari kuasa untuk diri. Jikalau tidak menang mulai menjadi penjahat, kalau menang pura-pura senyum sebagai orang baik. Saudara-saudara, semua politikus yang ambisinya untuk pribadi, itu penipu rakyat, itu tidak jujur dan itu tidak pernah menjadi orang agung, hanya menjadi orang kuasa saja. Penguasa berlainan dengan pemimpin, a leader is to lead, a ruler is to rule;ruler is not a leader, leader is not a ruler. Churcill pada waktu dia umur 80, karena mengingat jasanya, dari seluruh Inggris orang kirim hadiah, memberikan hadiah, memberikan hadiah yang nggakhabis-habis sampai seluruh rumah nggak bisa tampung. Kehormatan, ucapan terima kasih, pemberian yang ikhlas dari orang itu tidak salah engkau terima, ini sumber ke-2 kekayaan.

Sumber ketiga, dari rajin kerja dan menghemat uang, menabung kekayaan, ini baik sekali. Saudara-saudara, orang yang rajin kerja setengah mati dan menabung uang dengan sungguh-sungguh karena dia hemat, dia bisa menjadi kaya. Nah, ini yang dikritik oleh Max Weber. Protestanisme menjadi sumber kapitalis karena orang Protestan mempunyai artinya dari theology of stewardship, how to be faithful to God in money. Jadi, kita harus kerja berat, doing everything to be observed by God not by man, kita kerja segala sesuatu seteliti, sesetia, sebaik, sesempurna mungkin karena kita kerja untuk dilihat Tuhan bukan untuk dilihat manusia. Itu sebab negara-negara Protestan, negara-negara yang dipengaruhi oleh theologi Reformed, menghasilkan barang-barang yang paling baik, yang paling bermutu, yang paling tahan, yang paling sungguh-sungguh bertanggung jawab karena theologi Reformed mengajarkan bagaimana setia di dalam segala detail kepada Tuhan. Saudara-saudara, Genewa menjadi tempat yang paling rumit di dalam membikin alat-alat yang paling kecil. Ada arloji yang sekrupnya besarnya seperti rambut, tapi kalau dibesarkan dengan magnifying glass seluruh ukiran itu teliti, kenapa? Karena dibikin di Genewa. Kenapa Genewa? Genewa tempat Reformed, tempat Calvin. Setelah raja Perancis membakar 100.000 orang Protestan huguenot, sehingga banyak orang Calvinis, orang Reformed, tidak lagi tinggal di Paris, mereka lari ke Genewa, sejak itu sampai sekarang, selama hampir 450 tahun ini, Prancis tidak pernah memproduksi suatu barang yang bermutu terlalu tinggi, hanya fashion-fashion yang diterima tapi bukan craftmanship yang mendetail.

Jangan main-main, theologi mempengaruhi Industri, theologi mempengaruhi politik, theologi mempengaruhi psikologi, theologi mempengaruhi pendidikan, theologi mempengaruhi produksi, theologi mempengaruhi bagaimana engkau hidup sebagai manusia. Saudara-saudara sekalian, kita lihat dengan jelas. Maka, Max Weber mengatakan orang Prostestan tahunya kerja berat, tahunya setia kepada Tuhan, maka produksinya itu bernilai mahal dijual; dan orang Protestan sudah dapat uang, mereka tidak berfoya-foya, tidak judi, tidak melacur, tidak mabuk. Orang Protestan itu bagaimana bisa mengumpulkan uang banyak dengan berat, pekerjaan yang betul bertanggungjawab maka kekayaan itu pasti tumpuk pada keluarga Calvinis. Orang-orang Reformed yang rajin kerja-kerja luar biasa dan tidak pakai uang banyak-banyak, mana mungkin tidak kaya. Tapi, Saudara-saudara, setelah kaya, orang tidak memuji, orang merampas;setelah kaya, orang tidak belajar, orang iri; setelah kaya orang tidak kagum, tetapi orang mulai mengancam. Itu sebab, Nurcholish Madjid mengatakan, dia sangat kagum kepada theologi Reformed, karena orang Reformed adalah orang yang high thinking low living. Semua, pikirannya dalam dan tinggi, hidupnya bisa sederhana. Paling celaka, belum kerja sudah ada kartu kredit. Itu sistem kredit bikin manusia, belum apa-apa pakai uang dulu – Rusak, Saudara!

Cara ketiga menjadi kaya adalah engkau kerja berat, tumpuk uang dan tidak banyak memakai. Kalau tidak pakai uang, apa betul? Itu juga menjadi satu perdebatan yang saya tidak akan melanjutkan, karena teori orang Amerika sama orang Cina berbeda. Orang Cina mengatakan, “Uang yang saya pakai, menjadi milik orang lain, maka jangan pakai-pakai.” Orang Amerika mengatakan, “Uang yang saya simpan, besok mati jadi uang orang lain, lebih baik dipakai.” Jadi yang mana yang lebih baik? Uang kok nggak dipakai? Disimpan-simpan, ini punya saya, itu cuma angkanya punyamu, nanti kalau mati punya orang lain, betul kan? Jadi dipakai. The money I spend is mine – itu orang Amerika. Kalau orang Tionghoa: The money I save is mine, the money I spend become others’. Begitu ya? Masing-masing ada cengli-nya sendiri lah, tapi kalau dua-dua tidak ngerti ya bocengli.

Saudara-saudara, pakai seharusnya, satu sen pun tidak usah simpan. Tidak pakai seharusnya, satu sen pun itu adalah pemborosan. Ini sifatnya, ini bijaksana. Kalau perlu pakai, pakai! Kalau tidak perlu pakai, jangan pakai! Yang bisa simpan, disimpan, yang bisa ditabung, ditabung. Melalui kerja berat dan melalui hemat dan tabung, akhirnya ekonomi menjadi kuat. Sistem ekonomi menjadi kuat cuma 2 rahasia. Mau tau? Pertama, buka keran; kedua, tutup bocor. Nah itu. Kalau gelas ini diisi terus, kok nggak penuh-penuh, apa sebab?Bocor sih. Kalau sudah bocor, taruh di bawah air terjun pun tetap kosong, karena bocor. Kenapa gelasmu nggak penuh-penuh? Karena bocor. Lho jangan kira ini gampang, ini rahasia, ini misteri daripada ekonomi. Karena bocor, diisi bagaimanapun percuma, karena bocor. Kedua, kenapa gelas nggak penuh-penuh? Karena kerannya tidak dibuka di atas. Kalau atas buka keran, bawah tutup bocor, pasti penuh. Kalau keran tidak buka, bocor terus, pasti kering-ring. Itu saja. Jadi meskipun kerannya sedikit, asal tidak bocor, tunggu sedikit, tetap penuh. Meskipun pendapatan sedikit, tapi tidak sembarangan pakai, lama-lama menjadi cukup kaya. Perhatikan, ini rahasia. Tapi kalau engkau tidak buka keran, cuma tahunya bocor, buang-buang, tidak ada pemasukan, terus keluar, engkau menjadi orang yang hutang sini hutang sana. Ada orang yang tidak habis-habis perlu dibantu seumur hidup. Orang seperti itu jangan dibantu! Biar dia mati! Karena dia memang memilih jalan membunuh diri.Saudara-saudara, dengar kalimat ini: Orang yang terus dibantu, kalau nggak bantu, nggak bisa hidup, jangan dibantu terus! Biar dia menjadi sesuatu ajaran bagi orang lain: yang membunuh diri caranya begini. Membunuh diri tuh caranya bukan satu macam, gantung diri atau bunuh diri dengan pisau, tidak! Engkau terus minum narkoba, engkau minum rokok, itu membunuh diri. Engkau terus pinjam uang, itu membunuh diri. Ada bunuh diri cara pelan-pelan, ada bunuh diri cara tidak baik-baik mempergunakan sumber daya yang Tuhan berikan, sama prinsipnya.Saudara ini tiga.

Keempat, uang diperoleh daripada investasi mendapatkan interest. Nah ini adalah cara yang sangat penting setelah uang dijadikan komoditas di dalam perdagangan sebab abad ke -20 ini. Saudara-saudara, semenjak uang menjadi komoditas, banyak orang tidak pakai kerja, pakai uang menghasilkan uang. Menurut teori daripada Aristotle dan Plato, dari uang mendapatkan uang, itu moralnya rendah; dari keringat mendapatkan uang itu moralnya tinggi. Tetapi hal ini tidak lagi dihirau, tidak lagi digubris oleh orang abad ke-20. Asal siapa bisa dapat uang yang banyak, dan asal uang yang banyak itu boleh dinyatakan, sudah engkau membuktikan, engkau mendapatkan identitas di masyarakat. Tetapi orang Kristen tidak melihat demikian. Saya agak kesal kalau saya minta visa, saya mau khotbah ke Argentina – tunjukkan berapa uang di bank dan kurs ini kepada dollar Amerika, baru melihat engkau mungkin pergi ke sini. Jadi ini semua negara itu menerima tamu bukan lihat engkau sehat tidak, ada AIDS tidak, kalau engkau pergi ke negeraku membawa AIDS, maka negaraku dirugikan, tidak! Cuma engkau membawa uang tidak? Kalau membawa, kita terima, kalau tidak membawa, tidak terima. Kenapa negara-negara tidak periksa AIDS untuk menerima turis, kenapa periksa uang berapa di bank? Karena insecure in keuangan. Nah Saudara-saudara, AIDS sekarang sudah mempunyai anggota ratusan juta di seluruh dunia, sebenarnya sejarahnya sampai sekarang tidak lebih daripada 25 tahun. Saudara-saudara, Thailand menjadi salah satu negara yang mengekspor dan mengimporkan AIDS karena pelacuran yang begitu banyak di situ. Filipina menjadi tempat untuk melebarkan AIDS. Setelah itu Indonesia mulai ikut. Tiongkok khususnya provinsi He Nan, AIDS bukan karena perzinahan tapi karena kedokteran yang sangat-sangat tidak mutakhir, sehingga suntik itu jarumnya terus dipakai, satu untuk semua orang, AIDS terus melanda. Saudara-saudara, ini dunia yang sudah kacau balau. Dan inventasi merupakan cara keempat untuk mendapatkan uang yang banyak. Tapi perlu invenstasi dengan modal yang banyak, maka ini tidak bisa dari banyak orang.

Kelima, uang diperoleh melalui kesempatan-kesempatan yang tidak terduga. Misalnya, pada waktu peralihan paradigma daripada satu zaman menuju zaman yang lain, engkau bisa cepat mengambil kesempatan, engkau bisa merubah engkau punya usaha ke dalam satu mode yang baru, disitu keuangan masuk ke dalam kantongmu. Saat handphone menjadi populer, ketinggalan akan ketinggalan pemasukan. Saat cyber menjadi suatu hal yang tren, yang kelambatan akan kekurangan kesempatan. Saat komputer, saat hal-hal yang paling baru mulai, ada orang ambil kesempatan, dia mendapatkan uang. Ini adalah cara yang kelima.

Cara keenam, uang diperoleh melalui penipuan, melalui ketidakjujuran, nah ini saya tidak usah jelaskan. Yang paling celaka, uang diperoleh melalui pelanggaran moral, perampokan dan melalui penjualan tubuh di dalam seks. Ini yang paling rendah. Saudara-saudara, mari kita menyelidiki, kalau saya ingin menjadi kaya, menjadi kaya melalui cara apa? Kalau saya sudah kaya, selidiki kekayaanmu diperoleh melalui apa? Kalau sudah menjadi kaya, dan engkau selidiki ini di dalam perjalanan yang benar, saya bersyukur kepada Tuhan, kekayaanku itu bersih. Kalau kekayaanku tidak bersih, belajarlah Zakeus, waktu engkau bertobat, kembalikan uang itu kepada orang lain, bahkan separuh dari harta bendamu, bahkan kembalikan 4 kali lipat ganda, engkau rela karena engkau mempunyai uang yang tidak bersih. Ini ajaran Alkitab. Sehingga Alkitab mengatakan, jikalau ada orang menjadi miskin, bersukacita. Kalau ada orang rendah menjadi kaya, menjadi mulia, bersukacita. Karena apa? Karena dunia ini adalah dunia yang fana, kekayaan dunia adalah kekayaan yang sementara dan waktu matahari terbit, dengan panas teriknya, segala rumput menjadi layulah, segala sesuatu yang tidak mempunyai hidup, akan menjadi kering karena apa? Tidak tahan teriknya matahari. Dan ini adalah kutipan dari Yesaya pasal pertama, “Aku dengar suara berteriak di belakang, aku melihat, apa itu suara? Mengatakan, teriaklah, bersoraklah, berteriaklah, berkata bahwa manusia seperti rumput dan hidup dan keindahan, kecantikan seperti bunga. Bunga akan layu, ramput akan kering. Teriak. Hey Yesaya, teriak! Teriak kepada manusia, jangan bersandar kepada dunia yang fana ini. Karena segala sesuatu yang kita miliki cuma sementara, berapa puluh tahun akan layu.”

Saudara-saudara, semua anak perempuan yang paling cantik, jangan sombong, 50 tahun lagi encim-encim. Anak pria yang ganteng-ganteng, 50 tahun lagi encek-encek.Mungkin sakit kanker, mungkin sakit liver, mungkin sakit jantung. Itulah manusia. Who are we? We are supposed to die. Siapakah kita? Kita hanya rumput, kita hanya bunga, bisa layu, bisa kering dan dibuang. Kita fana. Jangan sombong! Segala kekayaan, segala kehormatan, segala kedudukan yang tinggi dalam dunia hanya sementara. Itu sebab, mari kita kembali berkata kepada Tuhan, “Ikat hatiku menghadap Engkau yang kekal. Biarlah aku mendapat nilai yang abadi bukan harga yang sementara. Pelihara imanku dan nyatakan di dalam kelakuanku sesuai kehendakMu. Amin”

[Transkrip Khotbah belum diperiksa oleh Pengkhotbah]

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *