Gereja sebagai Saksi Kristus, 30 Mei 2021

Kisah Para Rasul 5:12-42

Pdt. Dawis Waiman, M. Div.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan kalau kita membaca kitab Kisah Para Rasul, maka kitab Kisah Rasul ini adalah satu kitab yang menceritakan perkembangan dari gereja Tuhan paska daripada Yesus Kristus diangkat dan naik ke sorga. Nah pada waktu kita berbicara paska Yesus Kristus diangkat dan naik ke sorga, apakah itu berarti bahwa gereja Tuhan berjalan dengan sendirinya, dengan kekuatan dirinya sendiri untuk memberitakan firman Tuhan, tanpa ada sangkut paut dengan Yesus Kristus kembali? Maka Alkitab berkata di dalam Kisah 1:1 bahwa Yesus sebenarnya bukan meninggalkan mereka, tetapi tetap menyertai mereka di dalam pelayanan yang dikerjakan oleh para rasul dan juga gereja di dalam dunia ini.

Di dalam kalimat yang diterjemahkan LAI tidak terlalu jelas berbicara berkenaan dengan ini, hanya dikatakan bahwa, “Di dalam kitab yang aku tulis yang pertama yaitu Injil Lukas, aku telah mengabarkan atau menuliskan tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,” seolah-olah bagian yang pertama Injil Lukas itu adalah apa yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sedangkan bagian yang kedua yaitu Kisah Rasul, apa yang dikerjakan atau diajarkan atau yang diberitakan oleh gereja atau para rasul. Tetapi kalau kita lihat bahasa Inggrisnya, itu ada satu kandungan yang lebih tepat di situ atau arti yang lebih jelas, yaitu bukan yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus semata, tetapi apa yang baru mulai diajarkan dan dilakukan oleh Yesus Kristus, itu tercatat di dalam Injil Lukas.

Sehingga pada waktu kita meneruskan pembahasan tentang pekerjaan yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul, ini walaupun menuliskan tentang apa yang dikerjakan oleh rasul di dalam memberitakan Injil, dan apa yang dilakukan oleh para rasul, tetapi apa yang mereka lakukan merupakan satu perpanjangan dari yang Yesus lakukan sendiri, atau istilah lainnya adalah Yesus bekerja melalui pemberitaan yang dikerjakan oleh para rasul itu. Jadi Yesus tidak pernah meninggalkan mereka, Ia terus menyertai mereka, dan Roh Kudus juga mendampingi mereka, yang diberikan oleh Yesus Kristus dengan kuasa untuk melayani dan memberitakan Injil Yesus Kristus kepada orang-orang yang ada di zaman itu sampai kepada zaman kita saat ini.

Dan pada waktu kita kembali kepada Kisah Rasul 5, ada 1 pola yang menarik yang dinyatakan atau jelas dinyatakan oleh Kisah Para Rasul yaitu antara gereja dan dunia, gereja dan dunia. Kalau Bapak, Ibu, perhatikan di dalam Kisah Para Rasul pasal 1-2 itu berbicara bagaimana Tuhan bekerja di dalam gereja, Tuhan meminta mereka untuk menanti di Yerusalem, lalu Tuhan memberikan kepada mereka Roh Kudus-Nya dan memberikan kepada kuasa atau mereka kuasa untuk melayani, lalu kemudian Kisah 2:14-40 kita melihat mereka kemudian diutus ke dalam dunia untuk mengabarkan Injil Yesus Kristus. Lalu ketika kita kembali lagi ke pasal 2:41-47 itu kembali fokus kepada gereja lagi, lalu kemudian pasal yang ke 3:1-26 itu berbicara berkenaan dengan pelayanan yang dilakukan oleh rasul kembali atau gereja di dalam menyaksikan Injil kepada dunia, termasuk pasal yang ke 4-22. Lalu kalau Saudara kembali kepada pasal yang ke 4:23 sampai dengan pasal 4:37 termasuk ke dalam, mungkin bisa dikatakan sampai kepada pasal 5:11, kembali Lukas mengajak kita berfokus kepada gereja Tuhan. Baru setelah itu pasal 5:12-42 di situ mereka kemudian memberi kesaksian kepada orang-orang yang ada di dalam dunia ini.

Jadi ini mau berbicara ketika Tuhan memanggil gereja, ketika Tuhan kemudian menebus orang-orang untuk menjadi umat-Nya melalui kematian Kristus di atas kayu salib, gereja atau orang Kristen memiliki satu tanggung jawab tertentu di dalam hidup mereka, memiliki satu tugas tertentu yang penting sekali yang harus dijalankan, yaitu untuk menjadi saksi bagi dunia ini. Itu tugas yang paling utama yang Tuhan ingin orang Kristen untuk kerjakan di dalam kehidupan kita selama kita ada di dalam dunia ini.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, mungkin kalau kita ditanya, sejak dari kita kecil atau kita bertanya kepada orang-orang muda, ketika mereka masih dari kecil, mereka masih studi, apa yang menjadi cita-citamu? Mereka biasanya berkata, “Cita-cita saya ingin menjadi dokter, cita-cita saya ingin menjadi arsitek, cita-cita saya mungkin ingin jadi presiden, ingin jadi pilot, ingin jadi ekonom,” dan yang lainnya seperti itu, seolah-olah itu menjadi tujuan utama di dalam kehidupan mereka ketika mereka ada di dalam dunia ini. OK, itu nggak, itu tidak menjadi satu masalah karena mungkin mereka belum mengenal Kristus dan kebenaran yang Alkitab nyatakan berkenaan dengan orang percaya. Tapi pada waktu orang-orang ini datang dalam iman kepada Kristus, Tuhan membukakan kepada kita, kita boleh punya profesi segala macam itu dalam hidup kita, tetapi ada satu profesi yang penting yang harus kita miliki dan kita lakukan dalam hidup kita sepanjang umur kita, yaitu menjadi saksi Kristus di setiap bidang pekerjaan yang Tuhan tempatkan bagi diri kita.

Kita bisa lihat di dalam Yohanes 17 pada waktu Yesus Kristus berdoa kepada Bapa-Nya di Sorga, sebelum Dia kemudian ditangkap lalu kemudian disalibkan dan mati, Yesus berkata kepada Bapa-Nya di dalam satu kalimat doa yang terbuka dan bisa didengar oleh semua orang, “Aku berdoa bukan untuk meminta Engkau membawa mereka dan mengangkat mereka dari dunia ini, tetapi Aku meminta supaya mereka hidup di dalam Aku dan Aku di dalam, seperti halnya Aku di dalam Engkau ya Bapa.” Itu yang menjadi tujuan Tuhan di dalam menebus kita dan membiarkan kita di dalam dunia ini selama bertahun-tahun, atau puluhan tahun supaya kita menjadi saksi Kristus.

Itu berarti Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, hidup orang Kristen itu harus punya sesuatu pengaruh. Saya bilang harus punya satu pengaruh bukan berarti hidup orang ada yang tidak memiliki pengaruh, mungkin ada begitu, tetapi paling tidak setiap orang pasti memiliki pengaruh di dalam hidup dia. Tetapi pada waktu kita dikatakan memiliki pengaruh dalam hidup kita, pengaruh seperti apakah yang kita harus berikan atau nyatakan di dalam hidup kita kepada orang lain? Apakah itu satu pengaruh yang baik, ataukah itu suatu pengaruh yang buruk? Apakah itu suatu pengaruh yang membawa orang kepada Kristus? Atau satu pengaruh yang makin menyatakan dunia di dalam kehidupan kita? Saya percaya ini adalah kesaksian yang penting yang kita perlu pikirkan dan jalankan di dalam hidup sebagai orang-orang yang sudah ditebus oleh Yesus Kristus.

Kalau Bapak, Ibu, masih ingat di dalam beberapa khotbah sebelumnya, saya ada berbicara apa yang menjadi image yang kita ingin nyatakan kepada dunia itu menjadi unsur yang kita perlu pikirkan dalam hidup kita karena pada waktu kita ingin hidup sebagai orang Kristen, tujuannya bukan hanya sorga, yaitu tempat di mana Tuhan berada saat ini dalam bentuk roh kita pergi di sana, kita mati dari dunia ini, tetapi di dalam doa Bapa Kami ada satu kalimat yang mungkin sering kali kita abaikan yaitu supaya apa yang ada di Sorga itu terjadi di dalam dunia ini. Lalu pada waktu apa yang menjadi kehendak Allah di sorga terjadi di dalam dunia ini, pertanyaannya adalah terjadi di dalam siapa? Melalui siapa?

Banyak orang Kristen ketika dengar khotbah tertentu, dengar tentang panggilan untuk bisa melayani Tuhan, sering kali berkata itu cocok untuk orang lain, saya doakan orang lain untuk memiliki hidup yang menjalankan kehendak Tuhan, tetapi dirinya sendiri tidak memiliki keinginan itu. Saya percaya firman itu bukan untuk orang lain tetapi firman itu adalah satu kebenaran untuk diri kita masing-masing yang mendengar kebenaran Kristus dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Karena dengan begitu kita baru bisa memberikan suatu pengaruh yang baik, suatu pengaruh kebenaran bagi dunia ini, satu pengaruh Injil yang bisa membawa orang kepada Kristus dan kehidupan kekal, keselamatan, dan kemampuan untuk menjalankan dan menjadikan kehendak Tuhan terjadi di dalam dunia ini melalui kehidupan kita.

Jadi setiap orang Kristen memiliki panggilan untuk menyaksikan Injil Tuhan dan dengan Injil itu baru orang itu bisa memiliki satu kehidupan dimampukan untuk menjadikan kehendak Tuhan di dalam hidup dia. Tanpa ia datang kepada Kristus, tanpa ia mengalami pertobatan, maka tidak mungkin dia menginginkan kebenaran dan tidak mungkin ia menghendaki kehendak Tuhan jadi di dalam hidup dia. Itu sebabnya kalau Bapak, Ibu, baca di dalam Kisah Rasul, ada orang yang membedakan antara kerygma dan didache. Didache itu berbicara tentang pengajaran yang bersifat etika yang Yesus lakukan di dalam dunia ini, misalnya Bapak, Ibu, bisa baca di dalam Kisah, di dalam Matius 5, itu berbicara tentang mengenai pengajaran-pengajaran etika, moral yang Yesus lakukan kepada murid-muridnya, kepada orang-orang Israel.

Tetapi pada waktu Bapak, Ibu membaca Kisah Para Rasul, yang menarik adalah mereka tidak mengajarkan tentang didache atau etika moral, tetapi justru yang mereka beritakan adalah kerygma. Kerygma itu adalah kabar berkenaan tentang Kristus, apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus yang mati, dan dikuburkan, bangkit, lalu kemudian dimuliakan untuk menebus dosa dari manusia. Bapak, Ibu, boleh lihat di dalam Kisah 5:29 “Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.”” Jadi di dalam bagian ini Petrus berbicara berkenaan dengan Injil, lalu Injil itu mengandung apa? Yaitu berita tentang kematian Kristus, lalu kebangkitan Kristus, untuk mengampuni dosa dan menjadi pemimpin dan Juruselamat bagi orang Israel agar mereka bertobat dan menerima pengampunan dosa. Ini adalah kerygma, berita tentang apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus.

Lalu penulis ini berkata, kenapa di dalam Kisah Para Rasul murid tidak menekankan pada didache tersebut tetapi kenapa dia menekankan hanya kepada kerygma? Apakah didache bukan sesuatu yang penting untuk dikabarkan, untuk diajarkan kepada gereja, sehingga gereja boleh memiliki moral yang sembarang seperti itu, atau suka-suka sendiri? Dia jawab: tidak. Sebabnya adalah tanpa seseorang bertobat dan menerima Kristus sebagai pemimpin kepada hidup dan sumber kebenaran itu, maka orang tidak mungkin akan menerima pengajaran yang diajarkan oleh Yesus dan hidup seperti yang Yesus kehendaki. Jadi, itu sebabnya, kalau Bapak, Ibu, perhatikan di dalam Kisah Rasul maka mereka selalu memberitakan tentang apa yang Yesus kerjakan, karena dari sinilah berita Injil itu bisa membawa seseorang kepada pertobatan dan membawa seseorang untuk bisa menggenapkan apa yang menjadi kehendak dan rencana Tuhan di dalam hidup dia.

Ketika kita bicara seperti ini mungkin ada yang berkata bukankah Alkitab juga berkata orang-orang dunia menggenapi rencana Tuhan? Tentunya kalau Saudara lihat di dalam Kisah Rasul sebelumnya, maka di situ dikatakan oleh Petrus, “Dia yang kamu serahkan menurut kejahatanmu, Tuhan serahkan demi untuk menebus dosa manusia,” bukankah itu berarti apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan juga menggenapkan rencana Tuhan? Benar, mereka menggenapkan rencana Tuhan tetapi ada perbedaan yang penting antara mereka dengan orang-orang yang sudah ditebus oleh Kristus. Yang satu adalah karena kebencian mereka menyerahkan Yesus Kristus, yang satu karena kesukaan, karena kerelaan, dan karena ketaatan kepada Kristus punya kehendak, itu yang membedakan.

Makanya kalau Bapak, Ibu, perhatikan di dalam Kisah yang tadi kita baca, Kisah 5, mereka memiliki iri hati ketika mendengar berita tentang Yesus Kristus yang dikabarkan, dan keirihatian itu membuat mereka kemudian begitu emosi kepada Petrus dan Yohanes, lalu menginginkan mereka untuk dibunuh, itu yang terjadi. Tetapi, bagi Petrus dan Yohanes dikatakan ketika berita Injil itu dikabarkan, lalu ada Roh Kudus yang diberikan, di situ ada ketaatan kepada Tuhan, ini yang membedakan antara anak Tuhan dengan bukan anak Tuhan.

Nah pada waktu kita berbicara mengenai kesaksian akan Injil yang dikehendaki oleh Allah, dan anak-anak Tuhan berusaha mentaati itu di dalam kehidupan mereka, di dalam gereja, kita mulai baca dari Kisah pasal 2, masuk pasal 3, masuk pasal 4, begitu masuk pasal 5, terjadi sesuatu yang menggemparkan di dalam gereja. Kalau kita lihat dari pasal 2 terus sampai dengan pasal 4 kita bisa lihat gereja sepertinya begitu bersatu, kemudian berkumpul, bersekutu dan menjadi satu daya tarik yang besar bagi orang-orang untuk datang kepada Kristus, memiliki satu keindahan yang dibangun di dalam gereja Tuhan. Tetapi ketika kita masuk ke dalam pasal 5, terjadi sesuatu yang bertolak belakang sekali, ternyata ada 2 jemaat yang melakukan suatu dosa di tengah-tengah mereka yang mengakibatkan terjadinya kerusakan di dalam persekutuan dan ketidakpercayaan yang ada di dalam jemaat dengan tindakan mereka yangmunafik, yang berlaku seolah-olah baik, yang berlaku seolah-olah mengasihi Tuhan, yang berlaku seolah-olah mau berkorban diri demi untuk mendukung pekerjaan Tuhan di dalam dunia ini dengan cara menjual tanah mereka, lalu memberikan korban, atau uang hasil penjualan itu untuk dipersembahkan bagi pelayanan gereja.

Apa yang menjadi motivasi mereka? Alkitab berkata mungkin orang menafsirkan, mungkin karena mereka melihat Barnabas. Barnabas seorang yang begitu setia, begitu takut akan Tuhan, begitu mencintai Tuhan, ketika dia memiliki tanah, tanah yang saya percaya itu bukan sesuatu yang gampang untuk dia miliki, karena dia adalah seorang Lewi, dan menurut Perjanjian Lama orang Lewi tidak memiliki tanah, begitu mereka tinggal di antara orang-orang Israel yang lain, mereka tidak memiliki tanah warisan, sekarang di dalam Perjanjian Baru dia bisa memiliki tanah warisan, itu berarti dia adalah seorang yang pasti atau tanah itu menjadi sesuatu yang sangat berharga sekali di dalam kehidupan dia. Tapi pada waktu dia melihat pekerjaan Tuhan dan dia menjadi orang yang percaya kepada Kristus, dia relakan tanah dia itu yang mungkin merupakan satu-satunya harta yang dia miliki dan hari depan dia itu dipersembahkan seluruhnya bagi Tuhan. Sehingga nama Barnabas menjadi terkenal, nama Barnabas menjadi harum di tengah-tengah gereja, dan keberadaan dia mungkin dihormati oleh orang-orang Kristen yang lain.

Nah pada waktu Ananias dan Safira melihat ini, mereka mungkin tergerak, ingin punya kehormatan itu, pengen punya nama baik di dalam gereja, ingin diakui sebagai orang Kristen yang takut Tuhan, mungkin, dan dihargai dalam gereja, lalu kemudian berkata, “Lebih baik kita menjual seluruh tanah kita dan dipersembahkan kepada gereja supaya kita menjadi seperti Barnabas.” Tetapi pada saat mereka memutuskan itu, ada satu kejahatan timbul di dalam hati mereka, untuk tidak menyerahkan semuanya, tetapi mereka berkata semuanya. Nah ini membuat terjadinya, mungkin, terjadinya satu kecurigaan ketika hal itu terbuka, dan persekutuan atau suatu penghargaan yang terjadi yang semula atau persekutuan yang terbangun di dalam gereja semula yang baik, saling menghargai, saling mengakui satu iman ketulusan yang ada di tengah-tengah jemaat satu dengan yang lain untuk berbuat kasih di antara mereka itu kemudian menjadi rusak akibat ada orang seperti ini di dalam gereja.

Saya percaya itu adalah kalau misalnya ambil contoh kayak gini, di antara gereja kita pelayanan, andaikata saya berdusta kayak gitu kepada Bapak, Ibu, atau saya berbicara tidak sesuai dengan apa yang saya lakukan yang tidak membangun jemaat, saya percaya di antara Bapak, Ibu, pasti ada satu kecurigaan, “Ini orang kok bicara seperti ini, ini orang kok melakukan sesuatu yang tidak benar, tidak seperti kata-katanya.” Dan semua kebaikan yang saya katakan, saya yakin Bapak, Ibu, tidak terlalu mau terima itu. Nah itu terjadi di dalam jemaat mula-mula.

Nah pada waktu hal itu terjadi, pertanyaannya adalah apakah ini mengancam kesaksian atau tidak? Apakah ini merusak pelayanan yang dilakukan oleh gereja di dalam dunia atau tidak? Nah Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita baca ayat 12 dan seterusnya, Alkitab menyatakan itu tidak merusak. Kenapa tidak merusak? Karena sebelumnya gereja melakukan satu tindakan yang sangat tegas sekali, mungkin Tuhan melalui gereja bicara, melakukan tindakan yang sangat tegas sekali kepada orang yang berdosa ini dengan cara mematikan mereka di hadapan umum atau menghukum mereka di hadapan umum. Atau istilah lainnya adalah gereja menegakkan disiplinnya atau Tuhan melalui Petrus menegakkan disiplin-Nya kepada orang-orang yang berdosa di dalam gereja.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, gereja adalah kumpulan orang-orang yang sudah ditebus oleh Kristus. Tetapi seperti yang saya bahas dalam 2 minggu lalu, itu bukan berarti bahwa gereja adalah kumpulan orang yang tidak berdosa. Gereja adalah kumpulan orang yang tetap berdosa dan tetap membutuhkan pengampunan dari Kristus di dalam hidup mereka sampai Yesus Kristus datang untuk kedua kalinya. Itu berarti selama kita berada bersama orang-orang Kristen, jangan lihat mereka sebagai malaikat. Malaikat itu nanti di sorga. Jangan lihat orang-orang Kristen itu tanpa cacat cela sama sekali karena kita masih punya kekurangan dan punya cacat di dalam kehidupan kita.

Ada satu istri hamba Tuhan itu bicara kepada istri saya di dalam satu grup, mungkin bukan secara spesifik, lalu berkata seperti ini papanya bicara kepada dia kayak gini, “Yang kamu lakukan kepada anakmu itu adalah doktrinasi. Kamu sedang mengindoktrinasi anakmu untuk percaya kepada Kristus.” Papanya bukan orang Kristen. “Ya memang kan Pah, pengajaran itu adalah indoktrinasi.” “Tapi saya nggak suka kamu indoktrinasi cucu saya.” “Lho kenapa? Saya kan Kristen, anak saya Kristen, saya punya hak untuk didik di dalam iman Kristen.” “Pokoknya saya nggak suka kamu indoktrinasi cucu saya dengan kekristenan karena coba kamu lihat Kristen itu nggak ada yang baik. Coba lihat Amerika. Di mana kebaikan kekristenan di situ?”

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, pada waktu kita bicara berkenaan dengan kehidupan Kristen, saya percaya sekali yang namanya kesaksian itu menjadi unsur yang penting yang harusnya kita nyatakan dalam hidup kita. Tetapi saya waktu itu saya waktu itu istri saya menjawab seperti ini, “Amerika itu adalah bukan negara Kristen, jadi nggak bisa dijadikan satu patokan untuk memukul secara universal seluruh kehidupan orang Kristen itu tidak ada yang baik,” seperti itu. Tapi yang saya mau angkat di sini adalah pada waktu kita berbicara berkenaan dengan orang Kristen, mungkin kalimat itu walaupun salah untuk memukul rata semuanya, tetapi paling tidak juga mengandung satu kebenaran karena dia lihat ada orang-orang Kristen yang tidak baik.

Gereja punya orang-orang yang sudah ditebus di dalam Kristus tetapi bukan berarti semua orang yang ada di dalam gereja itu adalah orang yang sungguh-sungguh sudah seperti malaikat yang menjalankan seluruh kehendak Tuhan di dalam hidup mereka. Kalau kita kembali kepada Calvin punya perkataan berkenaan dengan gereja yang terlihat dan gereja yang tidak kelihatan, maka itu menambahkan kengerian lagi yang menyatakan kalau di antara orang-orang yang datang ke gereja, misalnya antara 80an orang yang datang di dalam gereja ini, saya nggak tahu berapa persen itu sebenarnya adalah lalang, bukan gandum. Karena mereka datang dan kehadiran fisik mereka hanya menyatakan mereka adalah orang Kristen secara KTP tapi belum tentu orang Kristen yang sudah dilahirbarukan. Dan itu menjadikan gereja pasti ada masalah dan pasti ada dosa yang dilakukan oleh orang-orang Kristen yang ada di dalam gereja.

Orang Kristen sendiri yang sudah dilahirbarukan masih bisa hidup di dalam satu kehidupan dosa, bisa jatuh di dalam dosa. Ditambah lagi dengan orang Kristen yang belum dilahirbarukan yang ada di dalam gereja, pasti melakukan dosa di dalam hidup mereka yang tidak mungkin bisa membuat diri mereka benar di hadapan Tuhan Allah. Saudara, itu berarti gereja terdiri dari kumpulan orang berdosa. Tetapi apa bedanya dengan orang dunia? Bedanya adalah kita mengakui kita orang berdosa dan membutuhkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka mengaku diri mereka berdosa, mungkin, tetapi masih cukup baik untuk menolak Kristus dan tidak membutuhkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup mereka.

Ada hal ini di dalam gereja, dan saya percaya kita perlu membuka pengertian kita supaya pada waktu kita datang ke dalam gereja kita tidak melihat, “Oh gereja harus sempurna,” lalu kita menjadi kecewa, tapi justru kita bersama-sama bertumbuh di dalam kebenaran Kristus dan kasih Kristus dalam gereja, itu yang jauh lebih penting dan kita tidak membiarkan dosa untuk hidup dan selalu ada di tengah-tengah gereja.

Kalau Bapak, Ibu, lihat ada orang-orang Kristen yang melakukan dosa, Bapak, Ibu, lihat, tegur dia. Bilang dia salah, dia harus bertobat. Kalau Bapak, Ibu, setelah menegur diri dia tapi dia tetap tidak mau bertobat, bawa pengurus gereja bertemu dengan diri dia, tegur dia. Kalau dia tetap tidak mau bertobat, biar pengurus gereja dan hamba Tuhan umumkan dia berdosa. Kalau dia mau pergi dari gereja, silahkan dia pergi kalau dia sakit hati akibat daripada tindakan dari dia yang berdosa.

Tapi tentunya ada levelnya, bukan semua dosa kita ungkapkan dari mimbar. Bukan semua dosa harus semua jemaat Tuhan mengetahuinya, tentunya ada hal-hal yang kita perlu lihat di dalam level itu ya. Jadi paling tidak kita sebagai orang Kristen tidak boleh tutup mata untuk melihat orang Kristen yang lain yang ada di dalam dosa. Kita sendiri punya panggilan dan tanggung jawab untuk menyaksikan kebenaran bagi mereka, untuk mereka bisa disadarkan dan bertobat dari dosa mereka, dan walaupun itu berarti relasimu harus rusak ya sudah rusak kalau dia tidak mau bertobat dari dosanya. Tetapi kalau dia kemudian disadarkan dan dimenangkan kembali kepada Tuhan, engkau telah menyelamatkan dia kembali dari pada dosa dia.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, penting nggak hal ini? Saya percaya ini adalah hal yang sangat penting sekali. Karena pada waktu berbicara mengenai dosa dan teguran terhadap dosa, maka itu membuat gereja Tuhan bertumbuh di dalam kesucian dan kekudusan. Dan pada waktu berbicara mengenai teguran ini, kita nggak perlu kuatir untuk gereja Tuhan menjadi sepi. Kadang-kadang kita lebih takut relasi rusak karena teguran terhadap dosa supaya banyak orang datang dan menghadiri gereja.

Saya seringkali mendapat pembicaraan seperti ini. Saya nggak mau sebenarnya, nggak bertujuan mau marah-marah, tapi nggak tahu kalau saya berbicara kadang-kadang dorongan itu keluar dari hati saya untuk berbicara seperti yang menegur. Dan itu mungkin bisa menimbulkan satu sakit hati, munkgin itu bisa menimbulkan satu ketidaknyamanan di tengah-tengah Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan. Bisa nggak? Bisa. Masih mau datang ke gereja tidak? Mungkin nggak mau karena isinya teguran demi teguran seperti itu.

Tetapi coba pikir ulang, kalau kita betul-betul memberitakan firman Tuhan secara ketat, apakah itu akan membuat orang menjauh atau justru mendekat? Kalau dia menjauh itu berarti sebenarnya dia menolak Tuhan, dia menolak kebenaran. Saya percaya firman yang setia yang dikabarkan itu akan menyeleksi orang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan dan sungguh-sungguh mau hidup tunduk di bawah Kristus dari orang-orang yang ingin suka-suka sendiri, ingin kebebasan tetapi masih mau pakai label dia adalah orang Kristen dan anak Tuhan. Dan Alkitab sendiri menyatakan bahwa ketika para rasul menegakkan disiplin gereja itu, maka yang terjadi adalah bukannya orang makin menjauh dari kekristenan, bukannya orang meninggalkan gereja seperti itu, tetapi justru Tuhan makin bekerja di dalam gereja atau melalui gereja, melalui para rasul dengan sangat luar biasa sekali, lalu yang kedua adalah orang menjadi begitu gentar dan menghormati gereja, orang-orang Kristen yang ada, dan ketiga, makin banyak orang yang datang dan hadir di dalam gereja Tuhan.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, saya percaya kesucian itu memang sesuatu yang tidak disukai oleh dunia. Pada waktu kita makin hidup dalam kebenaran, makin hidup di dalam kesucian yang mentaati firman Tuhan, jangan pikir orang dunia akan kemudian mengakui itu lalu kemudian bisa mengikuti dan menerima keberadaan dari orang Kristen. Jawabannya: tidak. Jawabannya adalah justru mungkin kita memprovokasi mereka untuk melawan diri kita dan melawan gereja.

Dan itu terlihat di dalam peristiwa ketika para pemimpin daripada orang yahudi melihat Petrus dan Yohanes terus mengabarkan Injil, dan bahkan banyak orang yang datang ke dalam gereja mereka bukannya terbuka untuk mau mencari tahu berkenaan dengan kabar yang diberitakan tapi yang terjadi adalah mereka berusaha menutup mulut Petrus dan Yohanes dan mereka berusaha menghilangkan pengaruh mereka di dalam gereja dan kepada orang-orang Yahudi, dan bahkan mereka menghendaki untuk membunuh mereka. Itu yang terjadi. Tetapi saya percaya juga ketika kesucian ditegakkan di dalam gereja, dosa dinyatakan dan diminta untuk bertobat dari antara orang Kristen, maka itu akan menjadi satu daya tarik untuk orang yang pilihan datang dan percaya kepada Kristus dan bergabung di dalam gereja Tuhan untuk supaya kita bisa makin jelas menyaksikan tentang Kristus bagi dunia ini.

Jadi pada waktu kita berbicara berkenaan dengan saksi, berbicara berkenaan dengan perkembangan daripada gereja Tuhan di dalam dunia ini, maka satu hal yang harus perhatikan, tadi saya ada kutip di awal sedikit berkenaan dengan apa yang dikatakan orang berkenaan dengan kekristenan, apa yang dia katakan itu benar, kalau kita tidak memiliki satu kesaksian kekudusan dalam hidup kita karena kita sudah ditebus oleh Kristus, gereja pasti memiliki kesaksian yang melempem, kesaksian yang tidak memiliki kuasa yang besar untuk memberi pengaruh pada dunia untuk membawa orang datang kepada Kristus dan menyembah kepada Kristus dan beribadah dan taat kepada Kristus.

Tapi kalau gereja sungguh-sungguh hidup dalam satu komunitas yang dikuduskan di dalam Kristus dan tidak biarkan dosa merajalela atau hidup di dalam gereja dan belajar tunduk di dalam kebenaran, saya percaya gereja itu akan menjadi alat yang sangat efektif sekali untuk bersaksi bagi dunia ini, baik itu melalui kesaksian yang bersifat pribadi yang kita lakukan ataupun kesaksian yang bersifat kolektif yang kita lakukan di dalam dunia ini. Dan saya percaya kesaksian yang bersifat kolektif itu jauh lebih besar pengaruhnya dan jauh lebih efektif untuk membawa orang-orang memuliakan Nama Tuhan Yesus di dalam dunia ini atau melalui kehidupan daripada gereja Tuhan.

Itu sebabnya Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, saya selalu bilang ibadah fisik itu penting, itu adalah sesuatu yang kita tidak pernah boleh abaikan sebagai orang Kristen. Hidup dalam kesucian, saling mengasihi di dalam satu ibadah fisik yang bersifat kolektif itu adalah hal yang penting sekali untuk jadi kesaksian bagi dunia untuk bisa menerima Kristus. Tetapi Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, pada waktu kita menjalankan suatu kehidupan yang ada di dalam kolektivitas untuk menegakkan kebenaran Kristus dan kesucian Kristus, saya percaya makin kita hidup di dalam ketaatan, makin pengaruh yang dilakukan gereja makin besar bagi dunia ini, makin tantangannya juga makin besar yang ditandai dengan satu penolakan yang dilakukan mereka kepada orang-orang Kristen.

Tetapi Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, pada waktu kita ketahui kalau akan ada tantangan dari dunia terhadap orang Kristen, sikap kita bagaimana? Saya bersyukur sudah dua kali PI, kita ada kelompok PI, sebelumnya dilakukan hari Senin kemudian kemarin akhirnya kita pindah di hari Kamis karena waktu yang saya bisa miliki untuk PI bersama dengan para pemuda ini adalah di hari Kamis, sebelumnya kita akan kumpul, sebelumnya ada briefing sedikit berkenaan dengan PI, apa itu PI dan apa yang menjadi hal-hal yang harus ditekankan dalam PI itu lalu kemudian kita pergi. Yang waktu minggu pertama itu ada di Malioboro, lalu yang kedua kita pergi ke Benteng Selatan, Alun-Alun Kidul untuk PI di sana. Bersyukur Tuhan temukan dengan beberapa orang. Dan saya lihat sangat antusias sekali, sangat senang sekali untuk memberikan satu kesaksian itu. Tetapi pada waktu kita berbicara berkenaan dengan Injil itu, saya percaya juga akan ada tantangan di situ.

Nah Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, ada orang Kristen yang berkata seperti ini, “Menjadi orang Kristen,” waktu kita beritakan Injil, “kita nggak perlu bicara tentang tantangan. Kita nggak perlu bicara tentang penolakan yang akan dialami. Kita nggak perlu bicara berkenaan dengan harga yang harus dibayar di dalam kita memberitakan Injil atau menerima Kristus dalam hidup kita.” Saya sendiri pribadi nggak setuju dengan prinisp ini, saya pribadi setuju dengan satu prinsip ketika orang mau mengenal Kristus dan percaya kepada Kristus, dia harus tahu konsekuensi dan harga yang harus dia bayar untuk percaya kepada Yesus Kristus. Termasuk harga untuk menjadi saksi bagi Kristus yang dia harus berikan di dalam hidup dia.

Tetapi pada waktu kita melihat pada penginjilan, kesaksian seperti itu, biasanya apa yang mendorong seseorang ragu untuk penginjilan? Pertama, mungkin nggak tahu caranya PI. Mungkin ada aspek itu. Lalu belajar cara PI. Waktu Bapak, Ibu, belajar cara PI, saya mau tanya, PI nggak? Kemungkinan besar nggak. Karena apa? Makin belajar, makin rasa nggak layak untuk bicara mungkin, makin takut karena takut salah berbicara. Saya biasanya ketemu dengan orang-orang seperti ini. Lalu yang kedua adalah takut. Takut untuk berbicara menyampaikan Injil Tuhan.

Saya percaya cara yang paling efektif untuk ajak orang PI ya suruh dia PI, terjunin saja kayak gitu di dalam ladang, ajak dia di dalam bertemu dengan orang untuk berbicara akan Injil Tuhan supaya dia belajar berbicara. Tetapi kalau sudah takut, mungkin ada orang yang berusaha untuk mengatasi itu sehingga dia mulai bisa PI. Tapi kalau dia terus dihantui oleh ketakutan, saya yakin seumur hidup dia nggak akan membagikan Injil Kristus. Kenapa? Karena ada satu kekuatiran ditolak, mungkin bahkan diejek, dihina, atau bahkan dianiaya. Tapi, Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, saya juga mau ngomong, kalau kita bicara dengan baik, kemungkinan itu juga nggak terlalu besar kok orang menolak kita secara langsung. Tapi kalau kita berbicara berkenaan dengan sesuatu kebenaran dan kehidupan yang berdosa dan sebagainya, tetap akan ada penolakan walaupunmungkin tidak semua menolak tetap akan ada penolakan itu.

Nah, yang saya mau bicara apa? Pada waktu kita ngerti akan ada penolakan itu, kita lakukan apa? Mundur atau maju? Pada waktu kita sudah memberitakan Injil makin atau gereja atau kehidupan kita makin berpengaruh dan penolakan itu makin besar menimpa hidup kita atau menekan hidup kita, pertanyaannya, mundur atau makin maju lagi? Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, Alkitab berkata kenapa Injil bisa diberitakan sampai ke ujung bumi? Kenapa Injil bisa sampai kepada kita yang ada di Indonesia saat ini? Karena rasul tidak mundur, gereja tidak mundur, mereka waktu mendapatkan tekanan dan ancaman dan pemenjaraan, justru pada waktu itu mereka kembali muncul dan kembali memberitakan pengajaran tentang Kristus atau pemberitaan Injil Kristus, dan bahkan ketika mereka mengalami penganiayaan, mereka dikatakan bersukacita karena mereka dianggap layak untuk menderita penghinaan oleh karena nama Yesus, itu yang terjadi kepada rasul dan juga terjadi pada gereja Tuhan. Dan ini membuat kesaksian gereja makin besar pengaruhnya di dalam dunia ini.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, kenapa kita perlu begitu ngotot sekali? Kenapa gereja harus tetap bertekun, tidak boleh kalah terhadap dunia, tidak boleh takut terhadap dunia? Itu jawabannya ada di dalam 2 bagian ya. Pertama kalau Bapak, Ibu lihat di dalam perkataan yang malaikat katakan kepada Petrus di dalam pasal 5:19 pada waktu mereka ada di dalam penjara lalu kemudian, “Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.”” Di situ ada satu kata yang penting ‘firman hidup.’ Lalu yang kedua adalah yang tadi kita baca di dalam ayat yang ke-32 tapi boleh dari 31. Ayat 31 berkata bahwa Yesus itu yang, “Telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat,” lalu ayat 32, “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu.”

Pertama adalah melalui malaikat Tuhan dikatakan kalau firman yang dikabarkan oleh para rasul itu berkenaan dengan Yesus Kristus, itu adalah firman hidup. Firman hidup artinya apa? Yaitu firman yang bisa membawa seseorang atau mengaruniakan hidup kepada manusia yang mati. Jadi kalau Saudara ingin memiliki suatu kehidupan kekal, suatu rohani yang diperbaharui dan dihidupkan di dalam relasi dengan Tuhan Allah, kuncinya cuma satu, Saudara harus beritakan Injil, kebenarannya cuma ada di dalam situ, nggak ada di dalam hal-hal yang lain. Tapi yang kedua, pada waktu berbicara mengenai firman hidup itu, Petrus juga berkata kami adalah saksi mata. Saksi mata berarti apa yang diberitakan oleh Petrus itu bukan sesuatu mitos, bukan suatu mitologi.

Di dalam bagian ini kalau Saudara lihat ketika para rasul dipakai Tuhan untuk melakukan tanda dan mujizat secara luar biasa, kita nggak tahu tanda dan mujizat apa yang dilakukan, mungkin mengusir setan, menyembuhkan orang sakit atau orang lumpuh berjalan seperti itu kalau kita lihat di dalam bagian lain dari Kitab Suci. Tetapi di sini ada kalimat kalau semua orang, “Membawa orang-orang sakit mereka ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam,” supaya apa? “Supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.”

Saya percaya kenapa mereka lakukan itu karena mereka disembuhkan melalui bayangan Petrus yang lewat tetapi ada yang mengatakan seperti ini, kemungkinan dipengaruhi oleh mitologi di mana seseorang yang memiliki pengaruh yang jahat misalnya, orang bahkan tidak berani sentuh bayangannya atau terkena bayangannya. Tapi kalau dia adalah orang yang baik mungkin orang mau tersentuh atau terkena dari bayangan dia. Dan peristiwa ini dicatat apakah karna orang-orang ini terpengaruh oleh mitologi maka dia bawa orang-orang sakitnya keluar lalu supaya bayangan Petrus untuk melewati dan menutupi atau melewati orang-orang sakit itu supaya mereka sembuh. Tetapi ketika Lukas mencatat kalau Bapak, Ibu perhatikan dalam pasal 1:1 kembali itu bukan hasil rekayasa tetapi itu dan itu bukan sesuatu mitologi tetapi Lukas mencatat berdasarkan penelitian yang detail dan teliti akan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi. Dan itu yang dia kabarkan.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, berita yang dikabarkan Petrus oleh Yohanes itu bukan berita bohong tetapi kebenaran yang mereka lihat sendiri dengan mata mereka, dengar sendiri dengan telinga mereka, dan raba dengan indera mereka tentang firman hidup. Itu yang mereka kabarkan. Makanya walaupun ada tantangan yang begitu hebat menekan mereka, walaupun nyawa menekan atau nyawa menjadi taruhan dan ancaman bagi mereka, mereka tetap begitu ngotot dan bertekun untuk mempertahankan kebenaran Injil dan memberitakan Injil.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, kesaksian berita Injil harus dilakukan oleh orang yang sudah lahir baru, baru kesaksian Injil itu menjadi suatu kesaksian yang punya kuasa yang besar. Walaupun di dalam kalau Bapak, Ibu baca di dalam Filipi ada orang-orang yang memberitakan Injil demi untuk kecelakaan dari Paulus seperti itu, motivasi yang nggak beres dan Paulus bersukacita akan hal itu, tetapi kita harus mengerti sebagai orang yang takut akan Tuhan, kesaksian yang beserta dengan suatu kehidupan yang suci dan kasih itu punya kuasa yang besar sekali. Tetapi juga kebenaran dari berita Injil yang kita kabarkan itu terlihat dari seberapa Bapak, Ibu, Saudara ngotot untuk mepertahankan kebenaran itu dan memperjuangkan kebenaran itu untuk didengar oleh semua bangsa.

Kita kalau bertemu dengan orang, kita bicara dikit tentang Injil lalu dibentak kayak gitu lalu kita mundur atau orang itu menolak lalu kita mundur kayak gitu, mungkin karena kita, orang akan lihat kita bukan orang yang yakin akan kebenaran kita. Tapi kalau Bapak, Ibu adalah orang yang bertahan terus untuk menyaksikan Injil walaupun ada tantangan dan bahaya di depan mata tetap begitu ngotot beritakan Injil dan kebenaran seperti yang Petrus lakukan, orang akan berpikir ini apa yang membuat dia begitu ngotot ya? Kalau bukan suatu kebenaran, apa? Dan bahkan dia rela untuk memberikan nyawanya demi untuk berita yang dia kabarkan itu? Itu yang terjadi bagi para rasul.

Bapak, Ibu boleh lihat saya pernah singgung sedikit tetapi Bapak, Ibu boleh lihat di dalam sejarah para rasul bahwa hanya satu yang mati secara normal, yang lain itu mati dengan begitu tragis sekali. Ada yang ditusuk pedang, ada yang dipenggal kepalanya, ada yang dijatuhkan dari tempat tinggi lalu digebukin sampai mati seperti itu. Cara-cara kematian yang begitu mengerikan dan menakutkan termasuk kalau Bapak, Ibu perhatikan di dalam ayat ke-40 “Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.”

Istilah disesah di dalam terjemahan Inggris mungkin dikatakan dipukul, tetapi kalau Bapak, Ibu kembali kepada bahasa aslinya, istilah disedah itu bisa dalam 2 pengertian. Pertama dicambuk atau dipukul seperti itu tetapi juga dikuliti. Jadi kulitnya itu dirobek supaya isinya kelihatan. Itu namanya disesah. Tapi pada waktu mereka mengalami itu, mereka bersukacita untuk hal itu. Dan itu menyatakan kalau mereka memberitakan kebenaran. Satu hal yang mungkin saya tutup, kenapa mereka tidak mati ya? Kenapa mereka hanya disesah? Ada yang berkata, ini karena faktor Gamaliel yang turun tangan di situ untuk akhirnya mempengaruhi keputusan dari Sanhedrin itu. Saya percaya ada faktor itu, tetapi saya lebih percaya juga karena Tuhan belum menghendaki para rasul ini untuk mati maka mereka tidak mati.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, kita ketika memberi suatu kesaksian dalam dunia, apa pun itulah ya, kalau spesifik itu berkenaan dengan berita Injil tetapi Bapak, Ibu boleh tarik ke dalam scope yang lebih luas lagi, apa pun itu yang terjadi dalam hidupmu, kita harus tahu bahwa kita itu harus menyatakan Kristus dan pada waktu kita menyatakan Kristus dalam kehidupan kita, maka salah satu aspeknya adalah kita menyatakan kalau kita percaya Kristus memelihara kita dan mampu untuk menjaga hidup kita. Yang soal berbicara berkenaan dengan menyatakan Kristus kemarin saya ada masukkan dalam grup, itu adalah hal yang harusnya orang lihat dari kehidupan kita, siapa yang orang lihat dalam hidup kita. Tetapi di sisi lain saya percaya juga menyatakan Kristus itu melibatkan suatu kehidupan yang bergantung kepada pemeliharaan Tuhan, memiliki suatu kehidupan yang sungguh-sungguh menyatakan kalau saya apapun yang terjadi dalam kehidupan saya, itu adalah baik di hadapan Tuhan atau baik bagi Kristus di dalam hidup saya. Dan ini dinyatakan oleh Petrus pada waktu mereka menerima penyesahan itu, mereka kemudian bersukacita karena apa? Mereka dianggap layak untuk menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus Kristus.

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, hidup mati kita itu semua sudah dikatakan kitab Suci tertulis di dalam kitab Tuhan. Sakit, sehat kita semua sudah tertulis di dalam Kitab Suci Tuhan. Kalau saya mau tarik lagi ya, siapa yang kita temui dan apa yang terjadi dalam hidup kita itu semua sudah tertulis di dalam kitabnya Tuhan. Tapi pada waktu itu semua sudah tertulis, Bapak, Ibu, mau menyatakan siapa di dalam peristiwa-peristiwa yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita? Tuhan pertemukan dalam hidup kita. Kristus kah? Atau diri kita? Nama Tuhan yang ditinggikan atau ego kita yang ditinggikan? Injil yang diberitakan atau ketakutan yang kitanyatakan untuk menyatakan kebenaran tentang Kristus?

Hidup kita itu ada di dalam peperangan. Peperangan antara Tuhan dan iblis. Bukan bicara tentang dualisme karena Alkitab berkata Tuhan selalu menang tetapi kita yang di tengah-tengah ini antara kuasa Tuhan dan kebenaran Tuhan dan kuasa Iblis dan kebenaran atau kesesatan yang iblis ingin nyatakan di dalam kehidupan melalui kehidupan orang Kristen, kita dipertemukan di dalam satu situasi untuk selalu memilih mana yang lebih utama dalam hidup kita mana yang lebih penting. Bapak, Ibu mau pilih yang mana? Saya percaya kita sebagai orang Kristen selalu akan diperhadapkan dengan situasi ini dan kita selalu diharapkan oleh Tuhan untuk memilih Tuhan dan nama Kristus yang diutamakan dan dinyatakan.

Dan untuk bisa menyatakan itu, satu hal yang penting adalah kita harus mengerti bahwa ada providensi Tuhan di dalam hidup kita. Kalau kita nggak mengerti ada providensi Tuhan, kalau kita nggak mengerti kalau Tuhan itu memimpin hidup kita, mengarahkan hidup kita lalu kemudian memelihara hidup ini dan memelihara segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini, memimpin segala sesuatu yang terjadi di dalam dunia ini, saya kira kita akan hidup di dalam kekuatiran dan ketakutan demi ketakutan dan kekuatiran demi kekuatiran dalam hidup kita. Mungkin dimulai dari kebutuhan fisik kita. Kalau itu saja kita tidak bisa percaya Tuhan memelihara, bagaimana kita mau bertumbuh dalam tingkat berikutnya kepada pemeliharaan Tuhan ketika kita menyaksikan Kristus dalam hidup kita?

Jadi Tuhan sanggup menjaga anak-anak-Nya, tetapi Tuhan juga bisa membiarkan anak-Nya ada di dalam kecelakaan. Tuhan bisa melepaskan anak-Nya daripada bahaya seperti Petrus dan Yohanes, tetapi Tuhan juga bisa membiarkan Stefanus mati dirajam. Tuhan bisa menggunakan pemimpin negara untuk ada di dalam pihak-Nya untuk melepaskan orang-orang yang percaya kepada diri-Nya dari suatu bahaya dan juga termasuk malaikat-Nya sendiri bisa interfensi untuk menolong, tetapi juga kadangkala Tuhan bisa menggunakan para pemimpin untuk menganiaya, menindas, dan membunuh.

Yang penting apa? Yang penting adalah nama Tuhan ditinggikan. Dan kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita percaya apapun yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, itu ada di dalam pemeliharaan Tuhan yang terbaik bagi nama Dia dan kemuliaan nama Dia. Kitanya di mana? Kitanya pasti mendapatkan upah yang Tuhan sudah sediakan bagi kita yang setia dan taat menjalanakan dan menyatakan iman kita di dalam dunia ini. Itu bukan sesuatu janji yang kosong, tetapi itu adalah suatu janji yang benar, suatu janji yang pasti, dan Bapak, Ibu, pasti akan menerima itu. Kiranya Tuhan boleh berkati kita ya. Mari kita berdoa.

 

Transkrip Khotbah belum diperiksa oleh Pengkhotbah (KS)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *